Woko Utoro 1 Oktober diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila. Hari itu diperingati sebagai kesuksesan atas penumpasan terhadap pelaku pemberontakan 30 September 1965. Hingga hari ini mengheningkan cipta, doa dan harapan masih terus dipanjatkan. Entah seberapa empatinya kita faktanya momen itu hanya meninggalkan berkas sejarah. Jika bertanya hari ini apakah Pancasila masih sakti? tentu kita bisa menjawabnya. Kesaksian seperti apa ketika menyaksikan banyak hal ironi di negeri sendiri. Jika Pancasila sakti hanya dimaknai sebagai kemenangan atas penumpasan G30S maka hal itu tidak lebih dari sejarah. Hari ini kesaktian Pancasila kembali diuji terutama soal nurani bangsa. Lebih khusus lagi untuk mereka yang berada di puncak kekuasaan. Kasus terbaru misalnya soal kamar ekslusif napi koruptor di Lapas Cibinong. Jika kita membaca berita tersebut rasanya aneh. Memang sejak dulu negara bermain dengan kotor. Skenario, intrik dan dramanya sangat menjijikan. Bisa dibayangkan mereka ...
Sebuah laman sederhana milik sang anak gembala dari daerah BBT Mekarjaya Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. laman ini berisi renungan dan jejak langkah tiap hari yang selalu di lalui oleh penulis. sehingga mengabadikan momen adalah salah satunya. Walaupun tulisan ini tidak sempurna, maka penulis menyebutnya sebagai sebuah sampah kata. Semoga bermanfaat