Woko Utoro Pada suatu ketika Joko Pinurbo pernah ditanya tentang puisi Pak Sapardi bagaimana mencintai dengan sederhana. Kata Jokpin justru mencintai dengan sederhana itu ya tidak sederhana. Dan memang mencintai dengan sederhana itu sangat sulit. Jadi mengurai kesederhanaan itu memang tidak mudah. Tinggal sudut pandang siapa yang bekerja. Percis dawuh di badan truk, "kebaikan dan keburukan tergantung mulut siapa yang bicara". Bicara kesederhanaan memang unik. Apalagi jika kesederhanaan menjelma laku. Tidak sedikit laku sederhana ini hadir di tengah-tengah kita. Di antara pejabat glamor ada mereka yang diam-diam berlaku sederhana laiknya orang umum. Di antara pemuda flexing ternyata masih ada yang pelan-pelan berlaku sederhana. Di antara mayoritas orang ingin terkenal ternyata masih ada mereka yang memilih bersembunyi. Jadi kesederhanaan itu di antara alias penyeimbang. Jika bicara kampus di mana kita bisa menemukan kesederhanaan? Jika mencari di gedung-gedung tent...
Woko Utoro Saya memanggil beliau Bu Roudhoh tanpa title hajjah dan memang itu yang beliau mau. Ini merupakan tujuan sowan terakhir saya selama di Tulungagung. Bu Roudhoh merupakan salah satu guru perempuan saya di Tulungagung. Selama itu pula kami seperti anak dan ibu, guru dan santri bahkan sahabat. Singkat kisah setelah janjian sekitar seminggu lalu saya bisa sowan ke ndalem beliau. Pada saat itu tepat hari Sabtu sehari sebelum saya geser dari Tulungagung. Hari itu juga saya lupa jika ada anak-anak TPQ yang mengaji. Hingga benar saja perbincangan kita sebentar saja. Tapi walaupun demikian semoga hubungan ruhaniyah kita tak pernah putus. Saya dapat wejangan banyak dari beliau. Katanya jangan lupa tetap istiqamah untuk terus berjuang di jalan Allah di manapun tempatnya. Apalagi jika urusan agamanya Allah kita harus terus gigih syiar dan tidak boleh loyo. Dari jalan apapun perjuangan harus terus diupayakan dan semuanya semampu kita. Selanjutnya sebagai seorang laki-lak...