Woko Utoro Anda mungkin pernah atau terlampau sering jika selepas kerja badan terasa penat. Setelah itu scrol medsos di smartphone untuk sekadar cari hiburan. Lambat laun bukannya badan terasa ringan justru sebaliknya. Tengkuk di leher terasa berat dan badan terasa malas untuk bergerak. Apalagi jika sudah dihadapkan dengan ibadah rasanya seperti ada setan yang menunggangi. Padahal semua hanya soal mindset kita saja. Dari problem itu sebenarnya kita sadar. Tapi sayang kesadaran itu terbelenggu. Seperti banyak petuah mengingatkan bahwa semakin banyak aktivitas di depan gawai justru kita makin tersesat. Kita mudah terbawa arus informasi yang begitu deras. Kita mudah tenggelam dalam lautan yang tak bisa dibendung di dunia digital. Akhirnya kita berpikir mengapa hiburan dan segala informasi di gawai tidak membuat kita puas. Justru medsos dan gawai hanya membuat kita kehilangan arah. Hidup seperti tersesat dan entah mengapa terjebak di lubang yang sama. Salah satu hal yang p...
Woko Utoro Seminggu lalu saya dan istri mudik ke kampung halaman, Indramayu Jabar. Singkat kisah ada banyak hal yang kami dapat dalam perjalanan pulang tersebut. Selain dapat bernostalgia kampung halaman kami juga mendapat petuah luar biasa terutama dari ibu, saya memanggil beliau mama. Ketika melihat bapak dan mama saya langsung teringat pesan jika ingin hidup bahagia maka lakukanlah kiat berikut: Pertama, dalam rumah tangga pasti ada perselisihan atau salah paham. Maka dari itu selalu mengalah adalah kunci. Mengalah bukan berarti kalah tapi justru sebuah pilihan untuk bijaksana. Kedua, dalam bersosial jangan mudah sakit hati apalagi menyimpan dendam. Dendam tidak akan memadamkan api dan justru sebaliknya membakar diri sendiri. Ketiga, hidup itu sederhana, jangan dibuat pusing dan kita menghindari stres. Selama ada jalur positif tempuhlah karena itu obat agar hati dan pikiran fresh. Keempat, dalam berbagai situasi tetaplah sabar, jangan mudah gegabah, jangan ceroboh d...