Woko Utoro Barangkali ungkapan bahwa agama adalah pelarian dari rasa sakit tidak sepenuhnya salah. Eskapisme sebenarnya sudah terjadi sejak lama terutama ketika agama-agama adalah satu-satunya lembaga yang menghantarkan pemeluknya menuju akhirat. Kehadiran agama adalah jalan terutama dalam Islam yang meyakini konsep kehidupan setelah mati. Marx, Freud hingga James memiliki pandangan tersendiri mengapa agama menjadi alat pelarian. Marx bilang jika agama serupa madat di mana seseorang yang sudah candu akan kembali. Sekalipun misalnya agama tidak memberikan apapun orang tetap membutuhkannya. Berbeda dengan Marx, Freud justru berpendapat bahwa agama berlaku hanya bagi mereka yang sakit. Freud mengistilahkan agama itu neurotic alias sesuatu yang tidak masuk akal atau metafisik. Wiliam James justru kontra dengan keduanya dan memiliki argumen yang cukup mapan. Bagi James, agama adalah status sosial yang harus dipegangi setiap orang. Hanya dengan agama kebahagiaan hakiki dapat...
Woko Utoro Siapa yang tak kenal Gus Iqdam. Seorang pendakwah muda yang namanya beken beberapa tahun terakhir. Namanya muncul ketika pendakwah didominasi ceramah umum dan kaku. Gus Iqdam melalui media sosial hadir langsung ke titik paling krusial yaitu kesendirian, keterasingan. Gus Iqdam seolah obat di saat dunia spiritual modern tengah sekarat. Ia menjelma pendakwah yang mewakili perasaan masyarakat. Ketika dunia dilanda pandemi ngaji dibalut hiburan menjadi pilihan. Akhirnya dalam bahasa Candra Malik, karomah medsos membantu Gus Iqdam viral. Orang di mana-mana tahu jika di Srengat Blitar ada Gus muda yang berceramah mewakili perasaan kaum rural. Dengan sajian kopi panas beralasan tikar serta gaya yang humble Gus Iqdam mampu menarik perhatian jama'ah. Kini sudah hampir 7 tahun sejak didirikan sekitar 2018 Majelis Sabilu Taubah Gus Iqdam tak pernah sepi dari jama'ah. Tak kurang dari 6 ribu jama'ah dan rata-rata 15 ribu turut dalam live streaming. Gus Iqdam menj...