Woko Utoro Kemarin tetangga saya berpulang, namanya Pak Sofyan. Saya dikabari adek jika beliau meninggal malam hari. Memang beberapa waktu beliau bolak-balik rumah sakit untuk kontrol kesehatan. Tapi takdir berkata lain beliau dipanggil sang kuasa. Beliau merupakan tetangga kami dekat. Bahkan rumahnya berjarak 5 meter dengan mushola yang tiap saat kami datangi untuk shalat. Pak Sofyan itu aslinya dari Tegal, sedangkan istrinya Bu Sutarmi asli Pati Jawa Tengah. Beliau dikarunia 3 anak yaitu Mas Arif, Akbar dan Firda. Akbar itulah anak Pak Sofyan seangkatan dengan saya. Sejak kanak-kanak hingga kini kami masih berteman baik dengan anak-anaknya. Anak-anak Pak Sofyan sudah berkeluarga semua. Mas Arif di Jakarta, Akbar di Tangerang dan Firda hidup bersama beliau di Indramayu. Jika ingat Pak Sofyan tentu saya hanyak cerita tentang beliau. Salah satunya tentang perjuangan hingga wafatnya dan pastinya Al Zaytun. Terlepas dari kontroversinya Al Zaytun memiliki kontribusi bagi masyar...
Woko Utoro Dalam Buku Potret Gerakan Tarekat Tijaniyah di Kalangan Masyarakat Madura (2024) Muzaiyana menyebutkan bahwa tarekat Tijaniyah itu unik. Salah satunya doktrin Syeikh Ahmad at Tijani bahwa beliau mendapat talqin secara langsung dari Rasulullah SAW tanpa perantara orang lain. Padahal beliau hidup abad ke-18 sedangkan Rasulullah SAW jauh sebelumnya. Tapi itulah keunikan dalam dunia tarekat terutama bagi pemimpin besarnya ketika mendapatkan mandat misalnya lewat mimpi. Di Barat dikenal dengan istilah Lucid Dream atau merasa seolah hidup di dua dunia, alam mimpi dan sadar. Pengamal tarekat ini diwajibkan membaca Shalat Fatih. Karena shalawat itu diklaim diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Menurut G.F Pijper tarekat Tijaniyah terdeteksi diamalkan di Indonesia sekitar tahun 1928 melalui Syeikh Ali bin Abdullah al Thayyib al Azhari. Ternyata Syeikh Ali juga merupakan murid yang dibaiat oleh Syeikh Alfa Hasyim (guru yang membaiat Kyai Anas Buntet (adik Kyai Abbas...