Woko Utoro Di setiap organisasi pasti ada peluang dan tantangan. Tidak hanya organisasi yang sudah berjalan, bagi yang merintis pun pasti terdapat dinamika. Hal itu bukan rahasia umum dan pastinya sudah disadari bersama. Pertanyaannya bukan sekadar disadari tapi bagaimana cara organisasi keluar dan menemukan solusinya. Salah satu cara agar organisasi tetap hidup adalah dengan bergerak. Nadi organisasi adalah komitmen bersama untuk berproses. Selanjutnya selalu ada pengorbanan di setiap prosesnya. Jika organisasi tidak dijalani bersama anggotanya maka bersiaplah vakum. Intinya ruh organisasi terdapat pada komitmen bersama anggota untuk berjalan. Ibarat roda pada kendaraan, mesin tak akan jalan jika tanpa bensin. Pun sebaliknya bensin sebanyak apapun jika tidak ada tangki hendak diisi ke mana? Kita mendengar kalimat populer, "Hidupilah organisasi dan jangan cari hidup di organisasi". Hal itu adalah tanda bahwa organisasi bukan bertujuan mencari keuntungan sesaat....
Woko Utoro Mas Eros Chandra, gitaris Sheila on Seven bilang, "Iya, mengapa anak sekarang mudah rapuh. Kena pressure dikit aja udah nyerah". Apa yang dikatakan Mas Eros bukan tanpa alasan. Setidaknya keheranan itu ia jawab sendiri. Katanya mengapa anak jaman now mudah mleot ketika angin tiba berhembus menempa diri. Pertama, mereka tidak hidup di jaman ketika bangun tidur langsung kerja. Mereka lahir di mana dunia telah memberi segalanya. Bahkan sejak bangun hingga tidur lagi. Kedua, kurangnya bacaan. Anak sekarang bukan miskin bacaan. Justru sebaliknya akibat terlalu banyak menyerap informasi akhirnya timbul kecemasan hingga depresi. Kata Mas Eros itulah barangkali faktor mengapa anak jaman now hidup terkurung oleh rasa takut yang faktanya dikonstruksi sendiri. Mereka hidup di antara postingan dan komentar yang tiap hari menjejali pikiran. Ditambah lagi kemampuan selektif terhadap informasi itu tumpul. Akibatnya seperti sekarang ini, fenomena sumbu pendek, mudah m...