Woko Utoro KH Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor) memberi pesan menohok untuk kita. Kata beliau dunia itu murah. Orang punya pabrik, perusahaan, rumah mewah, mobil mahal, atau perhiasan semua bisa dibeli. Tapi tidak dengan iman, takwa dan kebahagiaan. Ketika kita renungkan pesan tersebut ternyata memang benar. Beberapa waktu lalu sempat viral diberitakan jika pengusaha Hermanto Tanoko membeli sebuah bukit di Pasuruan. Bukit Sedayu namanya. Berita beredar jika bukit itu pernah dibuat tempat foto istrinya. Akan tetapi istrinya dilarang berfoto oleh satpam. Lambat laun kini tempat itu justru dibeli oleh suaminya. Coba bayangkan orang bisa membeli bukit, atau mungkin sebuah pulau. Bahkan bisa mengakuisisi sebuah perusahaan atau negara. Tapi bagaimana caranya membeli iman, takwa dan kebahagiaan. Saya ingat betapa mahalnya iman Bilal bin Rabah, Mushab bin Uma'ir, keluarga Amar bin Yasir hingga keluarga Abdullah bin Khuzafah. Mereka disiksa karena ...
Woko Utoro Para peselancar media sosial mungkin tidak asing dengan Rocky Gerung. Seorang yang mendaku profesor di Universitas Indonesia. Dulu ia pernah menjadi dosen pembimbing artis Dian Sastro Wardoyo. Oke itu adalah sekian dari popularitasnya sebagai akademisi. Di sudut lain gaya bicara, bahasa yang digunakan dan berpikir kritis adalah keahliannya. Di medsos Rocky Gerung dikenal sebagai presiden akal sehat. Sebuah gelar yang entah dari mana tapi itu bagian dari branding. Bahwa Rocky selalu mengajak berpikir dulu, uji dan lontarkan. Bukan terbalik yaitu berpikir di belakang cangkang kepala. Bagi Rocky orang yang grasa grusu tidak mempertimbangkan logika berpikir maka disebut "dungu". Rocky menyebut frasa itu berulang kali bahkan di forum Nasional. Rocky bukan orang baru. Ia telah berkawan luas dengan siapapun, misalnya di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi bersama Prof Rahman Tolleng bahkan juga di Fordem (Forum Demokrasi) bersama Gus Dur. Tapi dari histori akadem...