Woko Utoro Jaman di kampus kami berdebat tentang filsafat dan tasawuf. Padahal ketika perdebatan reda jawabannya satu bahwa puncak dari filsafat dan tasawuf bertemu pada kebijaksanaan. Bijaksana seolah hanya teori padahal itu ilmu yang mendalam. Bijaksana kadang lebih sederhana dari yang dibayangkan tapi bernilai tinggi ketika tahu maknanya. Kita akan belajar kepada semut di jaman Nabi Sulaiman AS dan penghulu alam Nabi Muhammad SAW. Dulu ketika Nabi Sulaiman AS dan tentaranya melewati jalan ada segerombolan semut yang juga melintas. Melihat rombongan Nabi Sulaiman AS ratu semut pun memerintahkan, "Hai para semut segera masuklah ke lubang agar kita selamat dari injakan tentara Sulaiman AS sedangkan mereka tidak menyadari". Mendengar instruksi tersebut Nabi Sulaiman AS tersenyum dan kagum betapa bijaksana pemimpin semut tersebut. Hingga akhirnya Nabi Sulaiman AS memerintahkan pasukannya berhenti sejenak karena ada semut yang akan masuk ke lubang. Saat sepulang dar...
Woko Utoro Ada 3 mata dalam istilah tubuh kita yaitu mata penglihatan, mata kaki dan mata hati. Ada satu lagi yaitu mata batin yang istilah ini masuk ke dalam kategori mata hati. Ketiga istilah itu memiliki nilai pendidikan tersendiri bagi kita. Sebagai seorang pembelajar tentu tiga tanda mata itu perlu untuk dipelajari. Sederhana saja sebagai bekal agar kita tidak mudah putus asa. Mata penglihatan siapapun paham fungsinya jelas untuk melihat. Tapi secara makna filosofis di dalam agama ada orang yang buta padahal matanya melihat. Dalam al Qur'an mereka tidak melihat realitas kebenaran. Sehingga kebenaran di depan mata mereka injak-injak. Itulah yang pada akhirnya disebut juga buta mata hati. Dzhohirnya melihat tapi hatinya sakit. Realita kebenaran yang begitu jelas justru tidak terlihat. Ibarat pepatah, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan tapi kuman di seberang lautan jelas kelihatan. Mata kaki. Setiap kita tahu mata kaki tidak melihat sebagaimana mata penglihatan. M...