Woko Utoro Kemarin malam Senin saya dan istri kembali ke Tulungagung dalam perjalanan dari Probolinggo. Kami naik motor dari Probolinggo ke Tulungagung dan singgah di Malang sekitar pukul 24:00 WIB. Di Malang ini kami istirahat sejenak selepas perjalanan jauh Probolinggo - Tulungagung untuk menjenguk Simbah yang sakit. Singkat kisah kami rehat di Masjid Besar Al Ihsan Pakisaji Malang. Masjid Besar Al-Ihsan Pakisaji terdapat di Jalan Raya Pakisaji No. 118 RT 01 RW 03 Kabupaten Malang Jawa Timur. Kebetulan masjid ini merupakan salah satu titik rest area tempat ramah pemudik. Tempat di mana lebih nyaman dari posko milik polisi yang formalitas itu. Tanpa sengaja saya dan istri singgah di masjid ini untuk shalat dan menikmati camilan. Di masjid Al Ihsan ini kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Ornamen masjid dan kaligrafinya membuat orang segera angkat kamera untuk selfie. Terdapat coffee break, teh dan jajanan gratis. Belum lagi karpet nan empuk ...
Woko Utoro Beberapa waktu lalu saya nobar film Budi Pekerti (2023) karya Wregas Bhanuteja. Di waktu itu pula saya membaca kembali kisah diturunkannya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Dua momen tersebut ternyata tidak sengaja saling berelasi dan saya belajar memaknai itu semua. Titik temu pada dua momen itu adalah tentang kebisingan media sosial. Pertama, film Budi Pekerti berkisah tentang seorang guru bernama Bu Prani yang hidupnya dibuat gusar oleh fenomena konten di media sosial. Bu Prani dikisahkan terkena framing akibat dianggap misuh (mengumpat) ketika mengantri kue putu di Pasar Beringharjo. Singkat kisah framing medsos dan segala klarifikasi justru semakin memperkeruh suasana. Pada akhirnya dari segala benturan di dunia digital saya menemukan jawaban dari kasus Bu Prani yaitu : problem perundungan, salah paham, dan ocehan netizen tak akan pernah selesai jika kita terus berkubang di dalamnya. Solusinya hanya satu yaitu temukan kedamaian, tutup telinga dan ...