Woko Utoro Shubuh tadi ketika pertandingan seru piala dunia antara Belgia vs Senegal kami mengikuti ngaji Al Minahussaniyyah bersama Abah Sholeh. Sebenarnya saya sudah khatam ngaji kitab karya Sayyid Abdil Wahhab as Sya'rani ini beberapa tahun lalu. Akan tetapi ketika dikaji kembali selalu ada saja mutiara yang tertinggal. Kebetulan semalam kita diingatkan tentang tema bekerja. Orang Jawa mengistilahkan bekerja dengan "nyambut gawe". Sebuah istilah yang ternyata ketika diselami sangatlah unik. Dalam Kitab Minahussaniyyah yang merupakan syarah atas Washiyatul Musthafa tersebut menjelaskan hal menarik tentang bekerja. Kata Abah yang sekaligus menukil pendapat jumhur ulama bahwa bekerja itu wajib. Bekerja itu wasilah atau sarana atau syariat untuk mempertahankan kehidupan. Orang tidak boleh tidak bekerja. Orang tidak boleh malas bekerja. Karena orang yang tidak bekerja lir ibarat mesin tapi tidak digunakan. Sebenarnya orang punya manfaat minimal atas dirinya t...
Woko Utoro Dalam sesi diskusi bersama Kompas com Mbah Jiwo Tejo berkisah ada seorang anak gadis mungkin usianya masih remaja SMP. Si anak perempuan itu memasuki sebuah club malam. Entah apa yang dia lakukan di sana. Yang jelas ia pulang larut malam. Ketika hendak pulang ia menelepon ibunya untuk minta dijemput. Singkat kisah sang ibu pun menjemput anak gadisnya. Dalam hati kecil anak gadis itu berharap jika ia akan ditanyai oleh ibunya. Hingga kendaraan melaju bahkan sampai rumah ia tidak mendapati pertanyaan apapun dari sang ibu. Aneh juga bahkan hal itu berlangsung sejak perjalanan di dalam mobil. Hingga esok harinya ternyata sang ibu masih tidak mempertanyakan apapun padanya. Bahkan sang ibu malah membuatkannya sarapan. Kata Mbah Tejo, si anak gadis itu paham setelah ia dewasa dan menjadi ibu. Bahwa selama yang dihubungi ibu maka itu adalah kehormatan. Si anak gadis yang kini menjadi ibu itu paham bahwa ibu nya dulu tengah memberinya pelajaran berharga. Bahwa sejauh atau...