Woko Utoro Gelisah tidak selamanya negatif. Gelisah justru dibutuhkan dalam hidup, terutama berpikir. Kegelisahan adalah bagian dari disiplin filsafat. Sedangkan gagasan akan perasaan harus berakar pada tasawuf dan sastra. Gelisah tanda orang hidup dan tak mudah menerima kemapanan. Ada ungkapan orang boleh hidup berpuluh tahun lamanya. Ia juga boleh menyaksikan segala macam perubahan. Asalkan satu yang tak boleh berubah yaitu, kegelisahan. Kegelisahan menjadi dasar setiap orang bergerak, berubah dan peduli. Dalam banyak karya sastra kegelisahan menjadi sumber utama. Dari kegelisahan lahir hal indah, menohok, satir, kritik, seni dll. Ahmad Tohari dan Acep Zamzam Noor gelisah mengapa kebudayaan dan rakyat kecil selalu jadi tumbal kekuasaan. Ebiet G Ade dan Iwan Fals melalui lagunya mereka gelisah bagaimana nasib alam di tengah keserakahan. Nasirun dan Gus Mus lewat kanvas selalu gelisah mengapa bisa nilai luhur agama dan spiritualitas mulai terkikis begitu cepat. M...
Woko Utoro KH Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor) memberi pesan menohok untuk kita. Kata beliau dunia itu murah. Orang punya pabrik, perusahaan, rumah mewah, mobil mahal, atau perhiasan semua bisa dibeli. Tapi tidak dengan iman, takwa dan kebahagiaan. Ketika kita renungkan pesan tersebut ternyata memang benar. Beberapa waktu lalu sempat viral diberitakan jika pengusaha Hermanto Tanoko membeli sebuah bukit di Pasuruan. Bukit Sedayu namanya. Berita beredar jika bukit itu pernah dibuat tempat foto istrinya. Akan tetapi istrinya dilarang berfoto oleh satpam. Lambat laun kini tempat itu justru dibeli oleh suaminya. Coba bayangkan orang bisa membeli bukit, atau mungkin sebuah pulau. Bahkan bisa mengakuisisi sebuah perusahaan atau negara. Tapi bagaimana caranya membeli iman, takwa dan kebahagiaan. Saya ingat betapa mahalnya iman Bilal bin Rabah, Mushab bin Uma'ir, keluarga Amar bin Yasir hingga keluarga Abdullah bin Khuzafah. Mereka disiksa karena ...