Woko Utoro Dalam peringatan Haul Mbah Hamid Pasuruan ke-45 Gus Baha menjelaskan potongan nasihat di Kitab Ithaf karangan Sayyid Zabidi. Kitab Ithaf merupakan syarh atas Ihya Ulumuddin Imam Ghazali. Gus Baha menjelaskan tentang sujudnya hati atau hati yang bersujud. Seperti kita tahu sujudnya anggota badan dijelaskan dalam fikih. Sedangkan fan tasawuf menjelaskan bagaimana hati bersujud. Kata Gus Baha tentu fikih dan tasawuf tidak bisa dipisahkan. Kedua ilmu tersebut harus beriringan. Bahkan alim fikih harus lebih dahulu dari tasawuf. Memang syariat harus selesai barulah bertahap belajar tentang hati. Intinya sujudnya hati adalah kondisi di mana seseorang begitu yakin dan menikmati tentang tauhid kepada Allah. Jika hati telah bersujud maka tak ada rasa cemas, gundah, takut dan kecewa terhadap sesuatu. Orang yang hatinya bersujud akan mudah bersyukur, sabar dan menerima atas segala ketetapan. Gus Baha mencontohkan mbah-mbah kita dulu walaupun dalam keadaan dijajah Belanda Jep...
Woko Utoro Kemarin tetangga saya berpulang, namanya Pak Sofyan. Saya dikabari adek jika beliau meninggal malam hari. Memang beberapa waktu beliau bolak-balik rumah sakit untuk kontrol kesehatan. Tapi takdir berkata lain beliau dipanggil sang kuasa. Beliau merupakan tetangga kami dekat. Bahkan rumahnya berjarak 5 meter dengan mushola yang tiap saat kami datangi untuk shalat. Pak Sofyan itu aslinya dari Tegal, sedangkan istrinya Bu Sutarmi asli Pati Jawa Tengah. Beliau dikarunia 3 anak yaitu Mas Arif, Akbar dan Firda. Akbar itulah anak Pak Sofyan seangkatan dengan saya. Sejak kanak-kanak hingga kini kami masih berteman baik dengan anak-anaknya. Anak-anak Pak Sofyan sudah berkeluarga semua. Mas Arif di Jakarta, Akbar di Tangerang dan Firda hidup bersama beliau di Indramayu. Jika ingat Pak Sofyan tentu saya hanyak cerita tentang beliau. Salah satunya tentang perjuangan hingga wafatnya dan pastinya Al Zaytun. Terlepas dari kontroversinya Al Zaytun memiliki kontribusi bagi masyar...