Woko Utoro Gus Faiz Syukron Ma'mun dalam berbagai ceramahnya berkisah jika semasa kecil sering dibawa ayahnya Prof. KH. Syukron Ma'mun (alm) ke berbagai pesantren. Terkhusus di Jawa Timur beliau berjumpa dengan banyak kalangan, ulama habaib. Salah satu yang mengena adalah perjumpaan dengan KH Abdul Hamid Pasuruan. Kata Kiai Syukron kepada Gus Faiz kecil kamu boleh melakukan apa saja asal tidak menolak 3 hal ini. Pertama jika bertemu kiai cium tangannya, tatap matanya dan buka mulut untuk diidoni (diludahi). Singkat kisah tiga hal itu Gus Faiz lakukan dengan senang hati. Hingga hari ini beliau sangat bahagia bercerita tentang diludahi salah satunya oleh KH Abdul Hamid Pasuruan. Siapa yang tidak tahu Kiai Hamid yang terkenal wali dan do'anya maqbul. Tentu siapa saja berharap keberkahan walaupun kadang membuat kita berpikir apa relasi diludahi dengan keilmuan. Setelah dewasa tradisi yang tidak bisa ditolak dari ayahnya tersebut ternyata mengandung makna mendalam....
Woko Utoro Gelisah tidak selamanya negatif. Gelisah justru dibutuhkan dalam hidup, terutama berpikir. Kegelisahan adalah bagian dari disiplin filsafat. Sedangkan gagasan akan perasaan harus berakar pada tasawuf dan sastra. Gelisah tanda orang hidup dan tak mudah menerima kemapanan. Ada ungkapan orang boleh hidup berpuluh tahun lamanya. Ia juga boleh menyaksikan segala macam perubahan. Asalkan satu yang tak boleh berubah yaitu, kegelisahan. Kegelisahan menjadi dasar setiap orang bergerak, berubah dan peduli. Dalam banyak karya sastra kegelisahan menjadi sumber utama. Dari kegelisahan lahir hal indah, menohok, satir, kritik, seni dll. Ahmad Tohari dan Acep Zamzam Noor gelisah mengapa kebudayaan dan rakyat kecil selalu jadi tumbal kekuasaan. Ebiet G Ade dan Iwan Fals melalui lagunya mereka gelisah bagaimana nasib alam di tengah keserakahan. Nasirun dan Gus Mus lewat kanvas selalu gelisah mengapa bisa nilai luhur agama dan spiritualitas mulai terkikis begitu cepat. M...