Woko Utoro Hajaj bin Yusuf pernah terlibat pembunuhan di era Yazid bin Muawiyah. Ia membunuh Abdullah bin Zubair yang sedang i'tikaf di Masjidil Haram. Seperti kita tahu aib besar dan pantangan jika sampai ada pertumpahan darah di tanah haram. Akhirnya dari peristiwa nahas itu menjadikan Hajaj ikon manusia paling dibenci seantero negeri. Singkat kisah sekitar 7 abad dari peristiwa itu Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah nya menyebutkan bahwa ternyata Hajaj itu putra seorang guru. Tapi bukan guru sejati tapi guru sekadar profesi. Gus Baha menjelaskan guru itu ada dua. Guru dalam makna profesi dan guru hakiki. Guru profesi untuk banyak kita jumpai. Cirinya sederhana yaitu mengajar hanya karena formalitas, ada jadwal, jam, mendapat gaji. Sedangkan guru hakiki dalam kondisi apapun akan terus mengajar. Guru hakiki lebih menekankan pada keikhlasan, kepedulian dan panggilan hati. Guru model kedua ini makin jarang kita temui kecuali bisa kita saksikan pada sosok kiai kampung yang men...
Woko Utoro Pada malam peringatan Haul Mbah Slamet (Muasis PPHS) guru kami, Abah Sholeh dawuh banyak hal. Tapi intisarinya sederhana yaitu bagaimana menjadi pribadi baik dan bermanfaat. Kata beliau Kang Sholeh dan wong kang sholeh itu beda. Kang Sholeh itu nama yang disematkan pada seseorang. Sedangkan wong kang sholeh adalah karakter mulia yang dimiliki seseorang. Jadi jelas menjadi sholeh modal nama lebih mudah daripada sholeh sebagai sikap atau karakter. Dalam Syair Tanpo Wathan karya KH Nizam Ash Shofa disebutkan jika ciri orang shaleh adalah bagus hatinya. Indikator orang bagus hatinya adalah ilmunya telah menyatu dengan jiwanya. Maka dari itu kita selalu nyaman dengan orang yang banyak ilmunya. Orang yang ilmunya mendalam pasti mudah memahami liyan. Sedangkan orang yang bodoh cirinya sederhana yaitu mudah emosi, menuduh, hingga anarkis. Dari sini jelas jika kita tidak mampu mengubah (bicara) setidaknya diam lebih baik. Dalam Syair Tombo Ati Sayyidina Ali ada tips jika ...