Woko Utoro Sebuah pesan masuk melalui saluran WhatsApp katanya jadi orang jangan terlalu baik nanti mudah dimanfaatkan. Mungkin pesan itu nampaknya benar tapi sebenarnya salah. Menjadi baik tapi polos mungkin bisa saja membahayakan. Tapi apakah salah jika kebaikan tak tau alamatnya. Jika direnungkan pesan itu ada benarnya karena bagaimanapun juga kebaikan tidak boleh menimbulkan korban. Dan korban itu salah satunya karena kebaikan yang tidak disadari pengetahuan. Mungkin saja orang baik tahu maksudnya. Tapi kadang mereka memilih diam. Toh orang Jawa sejak lama bilang, "Gusti boten sare" Tuhan tidak tidur. Artinya tenang saja seandainya kebaikan itu dimanfaatkan oleh orang. Dalam hal ini saya sering menjadi sasaran penipuan atau dimanfaatkan. Misalnya ketika saya dimintai tolong meminjam uang. Padahal si peminjam merupakan orang yang lama sekali berkabar. Tapi tanpa pikir panjang saya langsung memberinya bantuan uang. Dan seperti kata orang hal itu rawan tidak kemb...
Woko Utoro Beberapa hari lalu salah satu maestro lukis Indonesia wafat, namanya Nasirun. Ia sosok yang luar biasa. Sama seperti kebanyakan orang saya pun kaget mendengar berita jika Nasirun berpulang. Padahal kata tetangganya Pak Nasirun masih syahdu menyiram dan menyapu halaman. Saya pun demikian beberapa hari sebelum Nasirun mangkat baru saja melihat ia tampil bersama Kiai Jadul Maula dalan program Menjadi Indonesia NU Online. Tapi itulah duka kadang datang secara tiba-tiba. Ada hal yang menarik dari sosok Nasirun yaitu penghormatannya terhadap alam. Ia seperti Pramoedya Ananta Toer yaitu suka sekali membakar sampah. Bedanya Nasirun suka menyiram tanaman dan menyapu halaman. Bagi Nasirun kegiatan itu bagian dari bentuk kerendahan hati. Jika kita memiliki ingon-ingon baik hewan maupun tumbuhan maka harus bertanggungjawab. Jika tumbuhan harus disiram. Jika hewan harus dirawat dan diberi pakan. Tentu tugas itu nampak sepele tapi sebenarnya mengandung tanggungjawab besar. Ba...