Woko Utoro Beberapa waktu lalu saya mengikuti kegiatan bimtek yang diadakan Nyalanesia. Kegiatan tersebut semacam pembekalan untuk peserta SPL Nasional. Kegiatan tersebut menghadirkan Uda Ivan Lanin. Acara serupa juga dihelat sebelumnnya yaitu menghadirkan Gus Nadhir dan Gus Muh alias Muhidin M Dahlan. Sayangnya yang sebelumnya tersebut saya tidak bisa mengikuti karena terbentur jadwal. Singkat kisah, siapa yang tidak kenal Ivan Lanin. Ia adalah tokoh kebahasaan modern yang lahir di Bukittinggi. Makanya orang-orang memanggilnya Uda Ivan Lanin. Hampir 15 tahun terakhir kata Uda Ivan ia bergelut dengan bahasa. Padahal sejak S-1 ia mengambil jurusan teknik kimia ITB. Barulah di program magister ia mengambil pemprograman alias komputasi. Mungkin di S-2 itulah kesenangannya dalam hal bahasa muncul. Kini Uda Ivan mendirikan lembaga Narabahasa dan juga Wikipedia Indonesia. Sebuah lembaga yang concern di bidang menghayatan bahasa Indonesia baku sekalipun merapal bahasa d...
Woko Utoro Tahukah anda mengapa kasus kekerasan seksual yang viral di UI bisa terjadi. Salah satu faktor menurut psikolog yaitu ada istilah sirkuit empati. Sirkuit empati adalah istilah seseorang merasa aman melakukan sesuatu hanya karena objeknya tidak hadir. Dalam kasus tersebut jelas jika pelaku merasa benar ketika mereka menikmati tubuh lewat ruang chat hanya karena objeknya tidak hadir. Di sinilah kesalahan pertama lahir hanya karena istilah tidak bakal ketahuan. Padahal hal tersebut salah besar. Bahwa tidak hadir bukan berarti tidak tahu. Justru terkadang perasaan selalu hadir walaupun tanpa disadari. Dalam kasus ini jelas para pelaku telah mati sirkuit empatinya. Mereka bodoh hanya karena korban dianggap tidak ada. Padahal sebaliknya kasus tersebut ibarat bangkai yang lambat laun tercium juga. Lantas bagaimana cara praktis sirkuit emosi bekerja? Sederhana saja misalnya begini, ada mahasiswa yang berfoya-foya, malas kuliah dan hanya main-main belaka. Nah dalam ka...