Woko Utoro KH Said Aqil Siradj menangis ketika mengisahkan ketabahan Rasulullah SAW. Betapa tidak, beliau memang faham tarikh Rasulullah SAW sampai ke sisi paling dalam. Makanya kata para ulama semakin memahami jejak keilmuan tentang Rasulullah SAW niscaya mereka mudah menghayati kehidupan. Rasulullah SAW sebaik-baik uswah hasanah bagi kita umatnya. Misalnya suatu hari ketika Rasulullah SAW pulang dari Thaif beliau terlihat sangat lelah. Seperti kita tahu di Thaif Rasulullah SAW mendapat perlakuan tidak baik, dicemooh, diludahi hingga dilempari batu. Dalam riwayat beberapa anggota tubuh beliau sampai berdarah. Peristiwa itulah yang membuat Malaikat Jibril geram. Padahal jika mau Rasulullah SAW tinggal berkata, "ya" maka penduduk Thaif bakal serupa kaum Nuh yang ditenggelamkan air bah, kaum Nabi Hud yang diguncang gempa. Atau beberapa kaum Musa yang disambar petir. Tapi Rasulullah SAW berkata, "Saya bukan Nuh, Hud atau Musa. Saya adalah Muhammad". Jikapun...
Woko Utoro Beberapa hari lalu saya menghadiri undangan maulid nabi di tetangga sebelah. Seperti biasa setelah mahalul qiyam catatan di hp langsung bekerja untuk menulis intisari dari penceramah. Kebetulan penceramahnya Ustadz Hasan Basri. Walaupun memakai bahasa Madura sedikit-sedikit saya paham. Beliau membuka dengan candaan bahwa maulid itu ada 2 yaitu pribadi dan demokrasi. Jika pribadi tentu dilaksanakan dengan modal pribadi. Sedangkan demokrasi biasanya iuran dan sering dilaksanakan di masjid. Berkatnya dibawa dari rumah dan di makan bersama. Selanjutnya kata beliau Imam Sirri Syaqoti, berkata bahwa siapa orang yang hadir dalam maulid maka pada hakikatnya orang itu hadir dalam kebun surga. Jadi kata beliau kebun surga itu bisa disematkan pada majelis dzikir dan majelis maulid nabi. Kebun surga di dunia yang pastinya berharap bertemu lagi di surga. Kebun surga itu bukan berkatnya mewah atau jamuanya melimpah. Tapi kebun surga itu adalah terdapat rasa mahabbah, hadir dan...