Woko Utoro Zaid bin Tsabit, Usamah bin Zaid, Abdullah bin Umar hingga Umair bin Abi Waqqash adalah salah seorang dari kalangan pemuda yang datang kepada Rasulullah SAW untuk ikut berperang. Dengan senyum dan bangga Rasulullah SAW menolak mereka karena alasan belum cukup umur. Barulah ketika usia mereka antara 15-17 tahun Rasulullah SAW pun memperbolehkan pemuda itu berperang. Jika membaca tarikh tersebut kita berpikir bisa jadi pertimbangan Rasulullah SAW bukan soal belum cukup umur tapi mental dan pikiran. Seperti kita tahu pemuda usia 15-17 (jika konteks kita usia SMA - Maba) masih semangat menggebu-gebu. Usia yang berapi-api dan sangat gandrung dengan rasa ingin tahu. Maka dari itu ketika usia mereka sudah dianggap cukup barulah izin itu diberikan. Contoh, konon usia Al Fatih sekitar 17-21 tahun ketika menaklukkan Konstantinopel. Usia itu dianggap matang awal. Secara psikologis usia setiap orang berbeda. Tapi dari usia itu kita bisa melihat sejauh mana mental dan pikiran...
Woko Utoro Jaman di kampus kami berdebat tentang filsafat dan tasawuf. Padahal ketika perdebatan reda jawabannya satu bahwa puncak dari filsafat dan tasawuf bertemu pada kebijaksanaan. Bijaksana seolah hanya teori padahal itu ilmu yang mendalam. Bijaksana kadang lebih sederhana dari yang dibayangkan tapi bernilai tinggi ketika tahu maknanya. Kita akan belajar kepada semut di jaman Nabi Sulaiman AS dan penghulu alam Nabi Muhammad SAW. Dulu ketika Nabi Sulaiman AS dan tentaranya melewati jalan ada segerombolan semut yang juga melintas. Melihat rombongan Nabi Sulaiman AS ratu semut pun memerintahkan, "Hai para semut segera masuklah ke lubang agar kita selamat dari injakan tentara Sulaiman AS sedangkan mereka tidak menyadari". Mendengar instruksi tersebut Nabi Sulaiman AS tersenyum dan kagum betapa bijaksana pemimpin semut tersebut. Hingga akhirnya Nabi Sulaiman AS memerintahkan pasukannya berhenti sejenak karena ada semut yang akan masuk ke lubang. Saat sepulang dar...