Woko Utoro Kapan hari saya iseng bahkan menerka sambil bertanya pada ChatGBT mengapa guru bahasa Indonesia tidak menulis. Jika pun menulis rasanya bisa dihitung jari. Kata ChatGBT mengapa guru bahasa Indonesia tidak menulis. Katanya guru bahasa Indonesia itu bukannya tidak menulis. Mereka menulis dalam bentuk lain misalnya soal ujian, RPP, modul pembelajaran, hingga resume materi. Tapi hal yang mendasar mengapa guru bahasa Indonesia tidak menulis. Secara psikologis mereka mengalami kecemasan hingga ketakutan. Terutama takut jika EYD nya salah, takut tulisannya jelek, tidak enak dibaca secara mereka guru bahasa Indonesia yang tiap hari bergumul dengan aksara. Mereka juga menyimpan semacam trauma jika tulisannya tidak sebagus orang lain. Terutama jika melihat betapa di luar jurusan bahasa Indonesia banyak yang piawai menulis. Selanjutnya guru bahasa Indonesia tidak menulis karena sistem membentuk mereka untuk menjadi penilai bukan penulis. Di sisi lain mereka juga harus...
Sebuah laman sederhana milik sang anak gembala dari daerah BBT Mekarjaya Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. laman ini berisi renungan dan jejak langkah tiap hari yang selalu di lalui oleh penulis. sehingga mengabadikan momen adalah salah satunya. Walaupun tulisan ini tidak sempurna, maka penulis menyebutnya sebagai sebuah sampah kata. Semoga bermanfaat