Woko Utoro Seseorang datang pada ku. Katanya hidup ini makin aneh. Ia sendiri merasakan ketidakberesan itu. Ia lalu menyodorkan apa ada yang salah dari yang saya baca. Kata ku padanya tidak ada yang salah. Hanya saja kita memerlukan apa yang seharusnya diperlukan. Ya teman ku tersebut kesulitan dalam mengelola emosinya. Apalagi jika soal pasangan, katanya ia selalu bingung bagaimana cara memulai. Aku katakan padanya bahwa terkadang kita memerlukan bacaan untuk menangkap imajinasi. Lewat bacaan itulah sebenarnya kita tengah belajar mengelola emosi. Terutama berkaitan dengan empati yang beberapa dekade ini terganggu akibat adanya medsos. Maka bacaan seperti sastra nampaknya perlu kita coba untuk mendarasnya. Aku pun mencoba menjelaskan padanya tentang titik temu dalam otak yang dapat dipahat melalui tiga cara yaitu bacaan, visual dan audio visual. Coba perhatikan bagaimana pandangan anda ketika membaca kalimat, "Reranting itu telah dipatahkan oleh keserakahan" deng...
Sebuah laman sederhana milik sang anak gembala dari daerah BBT Mekarjaya Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. laman ini berisi renungan dan jejak langkah tiap hari yang selalu di lalui oleh penulis. sehingga mengabadikan momen adalah salah satunya. Walaupun tulisan ini tidak sempurna, maka penulis menyebutnya sebagai sebuah sampah kata. Semoga bermanfaat