Langsung ke konten utama

Sinau Srawung

Woko Utoro 

Ada istilah "srawung hamengku ono" atau bahasa sederhananya bersosial maka kamu ada. Tentu srawung di sini bisa bermakna bertemu, silaturahmi, kebersamaan, diskusi dll. Siapa saja boleh mengartikan srawung demikian tapi yang jelas maknanya bisa terbagi menjadi dua. Pertama, secara jasadi srawung berarti pertemuan dua orang atau lebih dalam sebuah majelis. Kedua, terkoneksinya seseorang dengan makna srawung itu sendiri.

Bagi orang introvert atau yang menyukai kenyamanan, keheningan dan kesendirian tentu makna srawung pertama tidak cocok. Sebab srawung dalam arti fisik akan sangat kesulitan bagi mereka yang tak terbiasa. Tapi bagi orang yang terbiasa atau membiasakan diri pertemuan adalah ladang pengetahuan. Jika memakai srawung dalam arti kedua niscaya siapa saja bisa menggunakannya. Srawung kedua lebih bermakna batiniah. Artinya selain meminta pertemuan fisik juga sekaligus menanam koneksi lebih dalam. Dalam bahasa sederhana apa guna pertemuan di satu meja jika satu dengan lainnya tak saling sapa. Jika srawung hanya sekadar fisik tanpa berbagi tawa maka makna pertemuan terasa hampa.

Mbah Nun bilang syarat srawung adalah suwung. Suwung tersebut bermakna kosong alias tidak berkepentingan apapun selain bertemu, berbagi atau saling mengenal. Makna srawung dan suwung sejatinya cambuk bagi kita di dunia modern. Di mana pertemuan fisik tidak diimbangi dengan pertemuan maknawi. Akhirnya pertemuan kita tak ubahnya etika semu. Lebih lagi adanya gadget memungkinkan seseorang bertemu tapi tak tegur sapa. Bahasa hari ini dikenal dengan pertemuan yang nirempati. Sebuah pertemuan fisik yang dibatasi kepentingan hiburan bukan proses mengisi bejana.

Srawung harusnya dimaknai lebih gurih alias merakyat. Sebagimana kebersamaan yang dibangun misalnya dalam masyarakat Maiyah. Srawung di sini menjadi hal yang ngangeni sehingga siapa saja boleh datang untuk memberi arti. Jika sudah begitu maka srawung tidak sekadar pertemuan fisik melainkan sebuah upaya merawat kebersamaan. Sebuah cara untuk mengurai benang kusut perbedaan. Dengan cara srawung salah paham dapat diminimalisir, orang tidak kenal menjadi tahu, perbedaan warna bisa bersatu dalam satu wadah. 

Di sini kita belajar bahwa hidup tidak sendirian: hidup harus srawung. Bahwa jika itu sulit tapi setidaknya harus dipelajari. Atau memang harus dibiasakan. Srawung harus proporsional alias tahu diri, tahu waktu. Jika sekadar srawung tanpa arah justru kita akan mudah terseret oleh tipu daya. Maka dari itu srawung untuk menemukan makna bahwa kita tanpa orang lain hanya kekosongan belaka.[]

the woks institute l rumah peradaban 27/01/26

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...