Woko Utoro
Mas Eros Chandra, gitaris Sheila on Seven bilang, "Iya, mengapa anak sekarang mudah rapuh. Kena pressure dikit aja udah nyerah". Apa yang dikatakan Mas Eros bukan tanpa alasan. Setidaknya keheranan itu ia jawab sendiri. Katanya mengapa anak jaman now mudah mleot ketika angin tiba berhembus menempa diri. Pertama, mereka tidak hidup di jaman ketika bangun tidur langsung kerja. Mereka lahir di mana dunia telah memberi segalanya. Bahkan sejak bangun hingga tidur lagi.
Kedua, kurangnya bacaan. Anak sekarang bukan miskin bacaan. Justru sebaliknya akibat terlalu banyak menyerap informasi akhirnya timbul kecemasan hingga depresi. Kata Mas Eros itulah barangkali faktor mengapa anak jaman now hidup terkurung oleh rasa takut yang faktanya dikonstruksi sendiri. Mereka hidup di antara postingan dan komentar yang tiap hari menjejali pikiran. Ditambah lagi kemampuan selektif terhadap informasi itu tumpul. Akibatnya seperti sekarang ini, fenomena sumbu pendek, mudah menarik kesimpulan hingga emosi yang labil.
Kata Mas Eros saran saja jika pemuda hari ini ingin tangguh mulailah membaca kembali. Baca buku lalu benturkan dengan keadaan. Jangan hanya sekadar membaca lalu kita bingung apa sebenarnya fungsi bacaan tersebut. Jangan lupa benturan, gesekan atau pressure di masyarakat bukan problem justru itu bagian dari menempa diri. Ibarat kata, teori itu bukan dipajang apalagi ditelan mentah-mentah. Teori itu harus diuji dan ujian paling nyata adalah kondisi masyarakat. Dengan itulah kita jadi pejantan tangguh.
Jangan mau dibuai dengan media hanya karena keuntungan sesaat. Jangan mau disesaki arus informasi yang faktanya banyak menyesatkan. Sekarang mulai untuk uji diri yaitu dengan membaca berkesadaran. Dengan kesadaran itu kita akan mendapat satu kesempatan memilih sebuah jalan yang tak terduga. Jalan itu barangkali membuka rezeki dan kita akan bilang, "Mengapa ndak dari dulu. Jika tahu takdir kita hari ini tentu saya akan rajin membaca dan mengasah diri". Inilah pentingnya bacaan yang dipadukan dengan pengalaman. Membaca tanpa pengalaman adalah imajinasi semu. Tapi bacaan dan pengalaman adalah perpaduan istimewa, itulah fakta.[]
the woks institute l rumah peradaban 30/4/26
Komentar
Posting Komentar