Woko Utoro
Dalam bahasa Madura Sarwa berarti rutinan sedangkan Muqaddam merujuk pada khadaman alias khataman. Konteks ini adalah rutinan khataman Al Qur'an. Majelis rutinan khataman Al Qur'an yang ada di Desa Talkandang ini berdiri sejak 20 Mei 1974. Itu artinya sudah 50 tahun lebih majelis ini hidup dan menghidupkan. Jangankan saya, bapak ibu saya pun belum lahir di tahun tersebut. Tapi majelis Al Qur'an tersebut sudah lahir dan masih eksis hingga kini.
Kebetulan saya ikut dalam majelis tersebut. Dengan digandeng Paklek katanya saya harus ikut dan bersifat wajib. Salah satunya karena warisan sesepuh harus terus dilestarikan. Selanjutnya, sebagai pengganti dari bapak mertua yang dulunya juga anggota. Adapun acara dari sarwa khadaman tersebut sangat sederhana. Pertama, orang datang langsung bersiap dibuka oleh MC.
Kedua, dibuka dengan tawasul dan acara khataman pun dimulai. Setiap orang bisa membaca 1-4 juz. Tergantung kecepatan dalam membaca Al Qur'an. Ketiga, setelah selesai dilanjutkan dengan ramah tamah. Peserta menyantap hidangan yang disediakan tuan rumah. Untuk hidangan tidak harus mewah. Kadang yang sederhana justru lebih mengena. Misalnya, tempe tahu telur plus sambal kemangi. Ditambah terong panggang lengkap dengan guyuran sambal kacang dan santan. Itulah yang selalu menggugah selera dan pastinya kebersamaan.
Peserta khataman sendiri tidak banyak hanya sekitar 15-20 orang. Mereka rerata petani dan sudah sepuh. Maka kata Paklek kita butuh regenerasi terutama dalam melestarikan majelis warisan sesepuh. Di era modern anak muda ikut kegiatan ini sangat luar biasa. Terlebih tantangan dunia modern membuat siapa saja bersyukur jika majelis ini masih berjalan.
Saya sendiri berharap semoga majelis ini lestari dan cahaya Al Qur'an selalu bisa masuk ke rumah-rumah. Serta keberkahan dari orang-orang yang sederhana. Di tengah kesibukan dan penatnya kerja mereka masih menyempatkan diri menyapa kalamNya.[]
the woks institute l rumah peradaban 5/11/26
Komentar
Posting Komentar