Langsung ke konten utama

Postingan

Menghapus Keberadaan Hoax

Hoax dalam Lingkaran Dunia Ibu-ibu Oleh Woko Utoro Pada hari ahad, (27/01/2019) kader penggerak Muslimat Nahdlatul Ulama mengadakan acara besar berupa perhelatan akbar Harlah Muslimat NU yang ke 73 tahun di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Salah satu Banom dalam organisasi masyarakat terbesar di Indonesia itu selain memperingati Harlah juga sekaligus deklarasi anti hoax, fitnah dan ghibah. Dalam momentum deklarasi tersebut tentulah penulis melihat kesegala sisi, sendi kehidupan bahwa hoax bisa menjangkiti kepada siapa saja, termasuk kaum ibu. Dari sanalah kita dapat terus berhati-hati bahwa sesungguhnya media sosial dan proses penyebaran hoax amatlah sangat dekat disekitar kita, bahkan tarafnya sangat memprihatinkan. Apalagi di tahun politik yang kian hari kian memprihatinkan rasa dari kemanusiaan kita, bisa berpotensi besar akan terurai dan terpecah belahnya bangsa, cuma gara-gara berita bohong yang tidak tau sumber akar sesungguhnya berasal. Kita ketahui bahwa perempuan mer...

Kepura-puraan

Kepura-puraan Alhamdulillah kita jumpa lagi 1 syawal dengan wajah riang gembira. Tentunya dengan sejuta pernak-pernik harapan untuk masa depan. Termasuk dalam hal penyampaian màaf. Kita ketahui bahwa moment lebaran ini menjadikan semua elemen dalam hidup ini seperti sedang dalam keadaan BERWUDHU dan suci. Bayangkan saja mulai dari aplikasi smartphone, tabuh beduk, ketupat sayur, sampai orang yg tak berpuasapun menyampaikan permohonan maaf. Kata teman FILSAFAT saya hal itu ada lah termasuk dalam kepura-puraan. Maklum saja semua semesta memohonkan permintaan maafnya, walaupun dalam bentuk kata-kata. Mungkin yg senang menulis, ia tuliskan dengan segenap perasaan hati. Namun kebanyakan permohonan maaf itu merasuk menjadi jiwa-jiwa syeikh COPY PASTE dan Ustadz Edit. Lalu bersua Mister Share. Seluruh Medsos bertakbir. Saya tidak tahu soal ketulusan seseorang, akan tetapi Habbitlah yg menjadikanya tradisi di tiap tahunya. Saya juga tidak pernah menyalahkan hal itu. Sebab h...

Transformasi Retorika

Transformasi Retorika Mendidik lisan dan Telinga Ketika khutbah idul fitri yg sudah ku lalui di pagi yg cerah tadi, aku mendapati hal yg unik sehingga aku menuliskanya kembali walau sekedar bait-bait dalam status. .. Pada moment shalat idul fitri kali ini yg tampil sebagai imam sekaligus khatib adalah seorang pemuda. Alhamdulillah sepertinya ini KODE untuk penampilan yg muda. Ehh ternyata ada yg lucu ketika akan mulai shalat yaitu KELUPAAN (maklum namanya juga manusia). Kelup aanya yaitu langsung membaca alfatihah tanpa takbir 7 kali, sehingga shalat di ulangi. Sehingga masyarakat bengong, khususnya jamaah ahlul pojok (paling belakang). Hal yg demikian itu menjadi problema, disisi lain ada pemuda di sisi lain yg tua tak mau mengalah. Maklum masyarakat melihatnya jam terbang dan usianya. .. Ketika di sampaikanya khutbah, seperti biasanya masalah klasik tumbuh subur yaitu PARA IBU-IBU ikut berkutbah juga di belakang (gosip, ngomong2an), hal yg demikian menjadi sesuatu...

Tawur di Makam

Tawur di Makam Saya mencoba sharing tradisi..... Ini adalah tradisi ziarah, nyekar, atau tawur di makam. Tradisi ini kata sesepuh (juru kunci makam) sudah ada sejak dulu, akan tetapi kalo kata anak sekarang BRAND nya baru terasa akhir2 ini. Tradisi tawur bukan sama dengan TAWURAN. Tradisi ini adalah tradisi berlebaran, atau berkirim doa, biasanya yasin dan tahlil, kepada sanak famili yg sudah mendahului kita. Setelah acara kirim doa usai, lalu menabur bunga dan menyiramkan ai r doanya, biasanya anak cucunya simbolisasi seperti bersalaman dgn makam itu, (pura2 berinteraksi dgn mayyit). Biasanya jika teringat memori bersama ALM/ALMH tak jarang menitikan air mata. .. Setelah acara usai baru acara tawur di mulai, yaitu dari pihak keluarga sudah menyiapkan urang recehan yg mungkin jumlahnya sangat banyak, lalu di tawurkan (jawa;uncalke) ke atas, nah disitulah anak-anak kecil beraksi, memungut pundi2 rupiah. Tak jarang anak kecilpun bisa sampai mendapat nominal 500 ribu (M...

Makanan Rakyat

Makanan Rakyat Lebaran sudah berlalu, namun rasa kenyang (wareg, sebeuh, full) daging masih sangat terasa, apalagi sisa2 bumbu seperti kacang dan cabe maasih setia merapat di sela2 gigi. hehe .. Geser terlebih dahulu tentang makanan lebaran yg notabene di dominasi DAGING dkk. Sekarang berpindah sejenak kemakanan yg satu ini. .. Ini namanya singkong (manihot utilissima) dalam bahasa inggris di kenal dengan Cassava. Bahasa daerahpun ada seperti, jawa telo, sunda sampeu, ketela, toli2 dan banyak lagi nama lainya. Bahan yg satu ini banyak memiliki karbohidrat sekitar 34,00 gram. Dalam arus sejarah singkong di temukan di amerika selatan pada peradaban Suku maya dan masuk ke Indonesia di bawa oleh penjajah dari portugis. Singkong berarti sudah masuk dalam arus sejarah. Maka dari itu singkong sangat di gemari oleh masyarakat terutama masyarakat kalangan bawah. Biasanya orang tua ketika bertamu pantas saja maunya di suguhi singkong dan sejenisnya, karena bagi mereka singk...

Catatan Reuni Alumni 2017MTs Nurul Hikmah Gantar

Catatan Reuni Alumni 2017 MTs Nurul Hikmah Gantar .. Alhamdulillah perhelatan reuni akbar telah berjalan sukses tanpa ada rintangan sedikitpun. Setelah 20 tahun lamanya acara ini perdana di gelar. Di hadiri oleh seluruh angkatan mulai dari angkatan pertama tahun 1994 sampai dengan angkatan baru 2017, walaupun hanya perwakilanya. .. Saya atas nama pribadi sangat senang sekali, walaupun angkatan saya yg hadir hanya 5 orang.hehe Banyak pelajaran yg saya dapat di dalamnya seperti; banyak orang sukses dari angkatan awal yg hadir dan merasa bangga, mereka tidak merasa gengsi mengakui "SAYA BANGGA SEKOLAH DI MADRASAH INI", kebanyakan peserta reuni sudah membawa momongan, mereka juga tidak malu untuk hadir, karena memang tujuan utamanya adalah HALAL BI HALAL dan SILATURRAHIM. .. Ada lagi yg unik, lagi2 saya di dapuk sebagai eMCe, namun saya dapat belajar dari teman saya dari Cirebon yg penguasaan verbalnya melebihi saya. Yang lebih menarik menurut saya yaitu keti...

Merindukan Ta'mir Idaman

Merindukan Ta'mir Idaman .. Ta'mir memiliki pengertian yaitu seseorang yang mengurusi masjid nama lainya adalah marbot. Biasanya terstruktur dan memiliki bagianya masing2 dalam merawat dan memakmurkan masjid. Kosong, satu kata yg kini pas untuk mewakili keadaan masjid yg dulu ramai para santri lalu lalang beribadah dan mengaji. Maklum saja, kini para santrinya telah hijrah ke kampung halamanya masing2, mencari arti dan jati diri. .. Dalam arus sejarah, masjid ini telah banyak bercerita bagaimana asyiknya mengaji, jadi tempat bernaung, bersih-bersih, tempat perkumpulan, cerita misteri dan lainya. Di tambah lagi airnya yang deras membuat siapa saja betah di buatnya. .. Setiap kali aku bermain, mengunjungi masjid yg megah ini, yg selalu terlihat dari sudut jalan raya, kini yg ada hanya sepi dan untaian kenangan yg masih rapi dalam benak dan memori. Tapi memang benar sihh kehidupan itu fluktuatif, kadang di atas kadang di bawah. Seperti halnya Islam sudah menga...