Woko Utoro
Malam itu saya bertemu Pak Munir di warkop utara POM Rejoagung. Awalnya saya ingin bertemu di rumah tapi ternyata bertepatan dengan jadwal ngaji istri beliau. Akhirnya warkop menjadi pilihan utama. Sembari menunggu Bu Ikfi ngaji saya pun berbincang dengan Pak Munir.
Kami berbincang sekitar satu setengah jam. Waktu yang terbatas tentunya. Karena malam itu saya sudah ditunggu teman di pondok. Akhirnya seperti biasa Pak Munir cerita tentang organisasi dan masa depan. Dalam perbincangan itu beliau sudah tahu maksud tujuan saya. Dan memang saya berniat pamit ke beliau untuk boyong dari Tulungagung.
Dalam perbincangan itu Pak Munir berpesan untuk terus mengasah diri. Karena skill jika tidak diasah akan tumpul. Tekuni terus kemampuan yang kita miliki sampai mahir. Jika sudah beridentitas tentu orang akan mencari sendiri. Selanjutnya jangan lupa terus berkoneksi. Karena koneksi itu tidak tahu kapan akan bertemu.
Hadapilah segala sesuatu dengan sabar dan tawakal. Karena setiap rumah tangga di awal pasti memiliki ujian yang serupa. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Sebab setiap problem hanya tentang sudut pandang. Jika kita bersikap baik insyaallah selalu ada jalan keluarnya.
Terakhir Pak Munir mendoakan semoga dimanapun tempat selalu dalam lindungan Allah, diberikan kesehatan, kemudahan dan dipertemukan dengan kesuksesan.[]
Komentar
Posting Komentar