Woko Utoro
Sebuah pesan masuk melalui saluran WhatsApp katanya jadi orang jangan terlalu baik nanti mudah dimanfaatkan. Mungkin pesan itu nampaknya benar tapi sebenarnya salah. Menjadi baik tapi polos mungkin bisa saja membahayakan. Tapi apakah salah jika kebaikan tak tau alamatnya. Jika direnungkan pesan itu ada benarnya karena bagaimanapun juga kebaikan tidak boleh menimbulkan korban. Dan korban itu salah satunya karena kebaikan yang tidak disadari pengetahuan.
Mungkin saja orang baik tahu maksudnya. Tapi kadang mereka memilih diam. Toh orang Jawa sejak lama bilang, "Gusti boten sare" Tuhan tidak tidur. Artinya tenang saja seandainya kebaikan itu dimanfaatkan oleh orang. Dalam hal ini saya sering menjadi sasaran penipuan atau dimanfaatkan. Misalnya ketika saya dimintai tolong meminjam uang. Padahal si peminjam merupakan orang yang lama sekali berkabar. Tapi tanpa pikir panjang saya langsung memberinya bantuan uang. Dan seperti kata orang hal itu rawan tidak kembali. Memang hingga hari ini kasus demikian banyak terjadi. Tapi saya enjoy saya, tenang karma dan Tuhan selalu bekerja di balik layar.
Apa dengan banyak hal seperti dimanfaatkan itu saya menyesal? tidak. Saya selalu berprinsip selama kita mampu mengapa tidak. Bagi saya hal tersebut itung-itung amal. Karena saya yakin Allah mengirimkan orang demikian sebagian wasilah melebur dosa. Saya juga yakin bahwa seandainya amal ini dikumpulkan tentu tak akan mampu mengetuk pintu surga. Saya percaya bahwa surga hanya tentang keridhoan Allah. Saya ingat dawuh Mbah Nun, jika hal itu terjadi pada saya tak mengapa asal Allah tidak marah pada saya. Maka akan saya terima segala kemungkinan.
Kata orang berlaku baik itu boleh tapi lihat objeknya. Maka memilih membantu orang itu penting. Sebab banyak orang licik di luaran sana yang berkeliaran. Mungkin saya tahu hal itu tapi tak pernah dihiraukan. Saya ingat Mbah Moen, katanya dulu beliau pernah memberi sejumlah uang. Padahal yang diberi itu orang yang pernah menipu beliau. Kata Mbah Moen, orang sampai menipu itu berarti saking kepepetnya. Intinya, bantu saja semampu kita anggap saja itung-itung amal.[]
the woks institute l rumah peradaban 14/8/26
Komentar
Posting Komentar