Langsung ke konten utama

Menemukan Tarekat Tijaniyah

Woko Utoro

Dalam Buku Potret Gerakan Tarekat Tijaniyah di Kalangan Masyarakat Madura (2024) Muzaiyana menyebutkan bahwa tarekat Tijaniyah itu unik. Salah satunya doktrin Syeikh Ahmad at Tijani bahwa beliau mendapat talqin secara langsung dari Rasulullah SAW tanpa perantara orang lain. Padahal beliau hidup abad ke-18 sedangkan Rasulullah SAW jauh sebelumnya. Tapi itulah keunikan dalam dunia tarekat terutama bagi pemimpin besarnya ketika mendapatkan mandat misalnya lewat mimpi. Di Barat dikenal dengan istilah Lucid Dream atau merasa seolah hidup di dua dunia, alam mimpi dan sadar. Pengamal tarekat ini diwajibkan membaca Shalat Fatih. Karena shalawat itu diklaim diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. 

Menurut G.F Pijper tarekat Tijaniyah terdeteksi diamalkan di Indonesia sekitar tahun 1928 melalui Syeikh Ali bin Abdullah al Thayyib al Azhari. Ternyata Syeikh Ali juga merupakan murid yang dibaiat oleh Syeikh Alfa Hasyim (guru yang membaiat Kyai Anas Buntet (adik Kyai Abbas Buntet). Tarekat ini ternyata diam-diam mulai banyak pengikutnya di Indonesia terutama Jawa Barat, Brebes, Jawa Timur hingga Kalimantan. Penyebaran sanad tarekat ini di Jawa Timur tersambung melalui KH Jauhari Chotib Madura dan KH Khozin Syamsul Mu'in Probolinggo dari Syeikh Muhammad al Futi ketika berada di Madinah. 

Di daerah Probolinggo sendiri sekitar tahun 1991 tarekat ini diajarkan oleh Habib Jakfar bin Ali Baharun Brani. Bahkan hingga kini KH Mahfud Mukhlas, KH Mustofa Quthbi bin Badri Masduqi melalui beberapa pesantren di Probolinggo juga turut menyemai ajaran tarekat ini. Pertanyaannya mengapa tarekat ini berkembang dan salah satunya di daerah Tapal Kuda? Menurut Martin van Bruinessen akibat konflik yang terjadi pada tarekat Qadiriyah dan Naqsabandiyah akhirnya beberapa kelompok jama'ah memilih jalan lain. Salah satunya banyak yang bergabung ke dalam Tijaniyah. Selain itu beberapa sumber menyebutkan jika tarekat Tijaniyah sangat mudah amalannya, tidak memberatkan dan fokus pada dzikir serta syukur.

Uniknya lagi kata Syeikh Sholeh Basalamah, Tijaniyah memiliki doktrin jama'ah dijamin masuk surga, mati husnul khatimah dan tubuhnya berbau harum.[]

the woks institute l rumah peradaban 18/8/26

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...