Woko Utoro
Jika mengamati media sosial baik online maupun cetak rasanya sendu. Hampir pemberitaan kita jauh dari angin segar. Apalagi jika membaca perihal pemerintah pasti membuat kita muak. Tidak usah disebutkan perihal apa saja kemuakan itu. Yang jelas apa yang terjadi di kekuasaan hari ini semua berawal dari kita sendiri. Dalam bahasa sederhana, kesalahan selalu dimulai dari hal kecil misalnya memilih.
Sejak awal kita selalu salah pilih. Uniknya kesalahan itu selalu diulangi. Tapi menariknya kita tak pernah jera meminjam bahasa Mbah Nun "kecelek bolak-balik". Pada prinsipnya apa yang dipertontonkan oleh pemerintah hari ini semua adalah ulah kita sendiri. Coba saja sejak dulu kita kritik, selektif dan mau mendengar petuah bijak pastinya tak se-kecewa ini. Pertanyaannya sederhana apakah misalnya kemarin ketika kita memilih benar tidak seperti ini juga? mungkin beda sedikit atau hampir sama. Tapi menurut saya tetap saja ada bedanya.
Kemampuan kita dalam memilih asal sejak awal jelas perhitungannya insyaallah akan membawa kebaikan. Hanya perhitungan yang gegabah lah yang membawa perjalanan kita hari ini. Atas kecerobohan kita untuk selalu tunduk pada amplop akhirnya seperti saat ini. Andai saja tiap terjadi kontestasi politik suara kita tak bisa dibeli mungkin saja kejadian seperti saat ini dapat diminimalisir.
Kita sadar bahwa kekuasaan tidak mungkin ideal. Tapi setidaknya semua kebaikan bisa ditata. Asalkan sejak awal kita memilih dengan benar. Bukan memilih asal dan tak tahu arah tujuan. Akhirnya selama kita memilih berdasarkan amplop maka selama itu pula kita akan terus tertipu. Sampai kapan hal itu terjadi, entahlah. Yang jelas kita memang harus bertaubat dalam hal pilihan. Walaupun seandainya pilihan kita salah seharusnya segera sadar bahwa bahaya kecil lebih baik dari bahaya besar. Dan hari ini kita memilih bahaya besar itu memimpin. Bukankah itu sakit sekali, yang kita pilih justru yang paling menginjak dengan keras.[]
the woks institute l rumah peradaban 11/8/26
Komentar
Posting Komentar