Langsung ke konten utama

Postingan

Defisit Ide di Tengah Surplus Informasi

Woks Suatu hari dalam perkuliahan Prof. Mujamil Qomar kami para mahasiswa terkena semprot yang pedas karena ketidakmampuan untuk bertanya secara kritis. Hal itu yang membuat beliau sedikit kecewa sekaligus bertanya bagaimana cara belajar mahasiswa, mengapa untuk sekadar bertanya saja tidak mampu. Apa faktor penyebabnya, apa karena kurangnya ide atau gagasan yang sulit dipahami. Sepertinya semua hal itu hanya dalih alias legitimasi atas apa yang seharusnya kita sadari. Prof. Mujamil seketika itu langsung memberi kartu kuning kepada mahasiswa agar lebih serius lagi dalam belajarnya. Karena di era ini segala macam informasi begitu banyaknya. Seseorang tinggal mengakses dengan satu kali klik semua sudah didapatkan. Berbeda dengan tahun jadul yang lampau, seseorang mencari informasi harus menuju perpustakaan. Tidak hanya itu mereka harus melewati tempat yang jauh dan semua beresiko terutama soal dana. Sesudah itu masalah belum usai, jika informasi sudah didapat mereka harus segera mencatatn...

Ekspedisi Wali Pitu Tulungagung

Woks Anda tidak usah risau dengan judul tulisan saya ini dan tidak usah pula membuatnya kontroversi. Saya membuat judul tersebut tidak bermaksud mengkotak-kotakkan, hanya sekadar judul berdasarkan rute ziarah yang saya lalui kemarin. Pada tanggal 28 April 2022 tepat di penghujung Ramadhan saya sengaja melakukan rihlah ke makam wali yang ada di bumi Tulungagung. Tujuannya sederhana yaitu sowan dan nyambung frekuensi ruhani. Pertama perjalanan, saya awali ke makamnya Mbah Agung Taruna. Beliau adalah tokoh pembabad desa Plosokandang dan keberadaan makam beliau sangat dihormati di sini. Jika dulu awal saya berkunjung ke sini, makam masih belum terawat dan nampak angker. Akan tetapi lambat laun kini makam yang di selatanya ada pohon ploso itu sudah diperhatikan. Sekarang makam sudah difasilitasi dengan mushola dan MCK nan memadai, termasuk pendopo dan gerbang makam yang nyeni. Saya masih ingat makam pertama kali dipugar tertulis sekitar tahun 1948 dan untuk kedua kalinya di tahun ini 2022....

Peneliti Pikir Keri

Woks Membaca artikel Mas Afriansyah dalam Buku Catatan Dari Lapangan (2019) tentu sangat menarik. Seperti artikel sebelumnya tulisan Mas Afriansyah banyak ditemui hal-hal menarik terutama kita mendapatkan pengetahuan seputar penelitian untuk Ph.D nya di Universitas Leiden Belanda. Mas Afriansyah yang juga dosen UIN Ar Raniry Banda Aceh tersebut memang sangat kuat untuk berkeinginan menyelesaikan studinya tepat waktu. Karena ia sadar bahwa studi dengan beasiswa LPDP akan selalu berhadapan dengan waktu penelitian yang singkat. Belum lagi sejak awal ia sudah dihadapkan dengan proposalnya yang diwarnai kegamangan. Dalam catatannya, Mas Afriansyah memulai dengan cerita bahwa sejak awal ia ingin meneliti tentang topik "Dinamika Politik Islam Pasca Orde Baru di Indonesia" dengan fokus studi di Aceh. Menurut beliau Aceh menjadi salah satu situs yang menarik untuk diteliti pasalnya di Negeri Serambi Mekah itu terdapat partai lokal, dinamika politik yang unik, pengguna syariat Islam, ...

Pengalaman ke RS Pertama

Woks Bagi mayoritas orang berkunjung ke rumah sakit barangkali merupakan hal biasa. Tapi tidak lumrah memang mengunjungi rumah sakit atau lebih tepatnya tempat pariwisata. Selain kebutuhan studi banding rumah sakit adalah tempat bagi mereka yang membutuhkan pertolongan kesehatan. Ya, rumah sakit, dokter, alat dan obat merupakan bagian dari perantara alias ikhtiar sedangkan kesembuhan mutlak di tangan Tuhan. Di hari bumi kemarin tanggal 22/4/22 aku berkunjung ke RS Bhayangkara Tulungagung. Di sana aku menemui A. Ilman Syauqi alias Philip, teman satu kamar di pondok PPHS yang sedang sakit. Setelah mendapat telpon darinya aku langsung bergegas menuju ke sana. Nampaknya ia membutuhkan seseorang yang dianggap mewakili keluarga. Akhirnya aku pun ke sana sore hari sebelum asyar tiba. Setelah memarkirkan motor di belakang, aku pun langsung menuju ruang utama. Dengan menanyakan ke bagian resepsionis aku menemui Philip yang sudah menunggu sejak tadi. Akhirnya kami pun terlibat dialog yang intiny...

Bukber KTP15 Bersilaturahmi Tiada Henti

Woks Alhamdulillah kemarin kami bisa melaksanakan buka puasa bersama. Bertempat di warkop Onderan Kota acara bukber ini berlangsung khidmat. Walaupun pesertanya belum lengkap akan tetapi tidak mengurangi acara bukber di tahun ini dengan begitu nikmat. Maklum saja rerata peserta bukber kali ini sudah berumah tangga jadi banyak hal yang dimaklumi. Sejak lulus di jurusan Tasawuf Psikoterapi angkatan 2015, kami memang jarang bertemu. Sekalinya bertemu pasti di momen pernikahan, kelahiran hingga kematian. Barangkali pertemuan di bukber kali ini termasuk hal yang kita syukuri. Ini menjadi rumus bahwa pertemuan itu mahal harganya dan tidak bisa dibeli dengan uang. Bukber kali ini lumayan berkesan karena masih banyak cerita yang kita kenang ketika kuliah dulu. Lumayan menjadi topik segar dan cerita hidup di tengah kesibukan yang menerpa. Kelas kami memang terkenal kompak sejak dulu. Maklum saja di sisi lain karena mayoritas dihuni oleh pribumi, rerata anak-anak di kelas juga saling support. Wa...

Seniman dan Kekuasaan

Woks Gus Dur pernah berkata bahwa negeri ini adalah penakut. Yang beliau maksudkan adalah terhadap penegak hukum yang tidak tegas terhadap segala aktivitas korupsi dalam negeri. Apa yang disampaikan Gus Dur bukan tanpa alasan melainkan memang terlalu banyak alasan mengapa negeri ini belum maksimal dalam hal penegakan hukumnya. Hukum bisa sangat mudah dibeli bahkan diotak-atik oleh penguasa. Bahkan ironisnya penegak hukum sendiri sering melanggar hukum. Penguasa memang selalu dekat dengan aturan hukum, perundang-undangan hingga aparat sebagai alat negara. Akibatnya alat negara yang dikuasai penguasa secara absolut akan berakibat pada pelanggengan kuasa tersebut. Ibarat tahta raja akan sangat sulit dikoyak oleh rakyat jelata. Hal-hal yang demikian tentu bukan rahasia umum di negeri ini apalagi kita pernah memiliki penguasa yang bertahta 32 tahun lamanya. Kelemahan kekuasaan yang lama bertengger di istana adalah pada keputusannya yang tidak objektif. Kekuasaan akan terasa otoriter dan sul...

Media dan Identitas Imitatif

Woks Peran media sangat besar dalam menyemai berbagai macam hasrat narsisme. Hasrat-hasrat tersebut lahir sebagai penunjang eksistensi hingga membuat orang tampil percaya diri. Media memang membuat orang makin hidup sekaligus tenggelam. Salah satu sisi menarik dari media adalah kecenderungan imitatif yang dibuatnya. Dengan begitu orang amat mudah terkonstruk oleh media hingga lupa bahwa mereka hidup di alam nyata. Lewat media perilaku tokoh idola begitu dekat sehingga memudahkan penggemar mengikuti jejak langkahnya. Mereka dengan mudah tergila-gila dengan tokoh idola salah satunya dibuktikan dengan kecenderungan imitatif, yaitu sebuah penyakit mental yang ingin selalu meniru. Kecenderungan itulah secara berlebihan akan bernilai negatif. Hari ini tentu kita dikejutkan oleh tokoh instan populer yang ditangkap polisi karena dianggap telah merugikan publik. Mereka adalah Indra Kenz dan Doni Salmanan yang media menyebut dengan istilah "crazy rich". Sosok orang kaya mendadak itu me...