Woko Utoro
Dalam seri diskusi ketiga Ngaji Ngopi Lajnah Gemmatan Tulungagung membahas tema tentang manusia yang berintegritas. Pada diskusi tersebut Pak Fauzan selaku narasumber menjelaskan dengan gamblang bagaimana menjadi manusia berintegritas. Di awal pembuka beliau menyebutkan bahwa sosok utama manusia paling berintegritas adalah Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Sosok paripurna, teladan dan panutan umat.
Kata Pak Fauzan orang berintegritas itu dapat dilihat melalui beberapa ciri. Pertama, memiliki daya juang yang tinggi. Dalam bahasa agama terdapat himmah (semangat, daya juang) dan azimah (keteguhan jiwa).
Kedua, terdapat keseimbangan antara sisi duniawi dan ukhrawi. Pak Fauzan mencontohkan kedekatan Nabi Muhammad SAW dengan Allah di mana beliau tetap kerja keras di siang hari dan malamnya untuk munajat. Nabi Muhammad SAW juga merupakan sosok yang selaras antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Keselarasan dari tiga aspek itu adalah bagian dari karakter luhur, jiwa nan berintegritas.
Ketiga, keep promise (membuat janji) sekaligus menjaga janji (make keep promise) agar tetap berjalan. Perjanjian dengan orang lain lebih mudah ditepati ketimbang dengan diri sendiri. Maka di saat seseorang mampu mempertanggungjawabkan janjinya ia laik disebut manusia berintegritas. Saya mencontohkan dengan sikap ksatria ala Bung Hatta.
Bung Hatta berjanji tidak menikah sebelum Indonesia merdeka. Akhirnya janji itu ditepati. Beliau menikahi Rachmi di usia 40 tahun dan tepat setelah Indonesia merdeka. Bung Hatta juga tidak menggunakan fasilitas negara padahal beliau wakil presiden. Bahkan hingga akhir hayatnya Bung Hatta tidak bisa membeli sepatu Bally yang diidam-idamkan.
Keempat, indikator manusia berintegritas adalah seberapa konsistennya terhadap kebaikan. Jika seseorang istiqamah terhadap apa yang dicita-citakan maka ia disebut berintegritas. Karena bagaimanapun juga konsistensi adalah jalan ninja yang perlu diperjuangkan. Lebih lagi terhadap kebermanfaatan untuk sesama manusia.
Pada akhirnya integritas itu melahirkan kepercayaan. Tanpa menyebut diri sendiri unggul orang berintegritas sangat mudah dikenali. Ibarat pepatah, batu permata tidak akan koar-koar jika mereka berharga. Batu permata tetap mengkilau sekalipun berada di atas lumpur. Orang berintegritas sekalipun bersembunyi akan terlihat juga dan pasti akan selalu dicari.[]
the woks institute l rumah peradaban 6/6/26
Komentar
Posting Komentar