Langsung ke konten utama

Postingan

Otoritas Religius Panggung Kuasa dan Agama

Oleh : Woko Utoro Menyimak penjelasan Prof Ajie mengenai otoritas religius sangatlah menarik. Prof Ismail Fajri Alatas atau Prof Ajie adalah seorang antropolog berkebangsaan Indonesia keturunan Arab dan tinggal di Amerika. Ia yang juga suami dari Tsamara Amany menulis sebuah disertasi dengan judul What Religious Authority sekaligus menjadi judul bukunya. Sepertinya versi Indonesianya akan dicetak melalui penerbitan Mizan. Awal menulis ketika Prof Ajie merasa gamang dengan apa itu otoritas religius. Banyak kalangan menulis mengenai istilah tersebut namun malah membuat Prof Ajie tidak menemukan intisarinya sekaligus membingungkan. Akhirnya beliau beri'tikad untuk menelusuri istilah otoritas religius sampai ke akarnya. Dalam tulisannya Prof Ajie meneliti tentang keulamaan Habib Luthfi bin Yahya dengan segenap aktivitasnya. Dari penelitian itu serta kegamangan para ahli dalam menentukan pengertian beliau juga menyuguhkan pertanyaan apa itu otoritas religius? Apakah otoritas religius a...

Dawuh Abah : Bersyukur dan Berjamaah

Woko Utoro Tahun ini kami santri PPHS tidak melaksanakan haflah seperti pada umumnya. Karena agenda haflah rencana diganti dengan ziarah wali. Akan tetapi walaupun begitu acara sederhana haflah tetap dilaksanakan. Bahkan acara tersebut berbarengan dengan peringatan malam nisfu syaban. Acara sederhana tapi tak kalah istimewa. Acara haflah kali ini dilaksanakan begitu sederhana dengan rangkaian pagi khotmil Qur'an, malam setelah magrib amaliyah nisfu syaban. Setelah isya diisi dengan pembacaan maulid al Barjanzi dan mauidhoh hasanah oleh Abah Sholeh. Adapun dalam mauidhoh hasanah tersebut beliau menyampaikan beberapa hal yaitu: haflah adalah bentuk bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Mengapa bersyukur itu penting karena ayatnya jelas siapa yang bersyukur akan ditambah dan sebaliknya azabnya amat pedih bagi mereka yang ingkar. Selanjutnya beliau tetap berpesan agar santri menjaga shalat jamaah. Sebab shalat berjamaah itu ganjarannya luar biasa. Secara lebih khusus shalat menjadi...

Menikmati Harlah Sabilu Taubah Dari Dekat

Woko Utoro Alhamdulillah dalam perayaan Harlah ke-5 Majelis Ta'lim Sabilu Taubah saya bisa hadir. Kebetulan saya hadir di hari kedua dengan bintang tamu After Shine dan Happy Asmara. Sebenarnya saya ingin hadir di hari ketiga di saat Az Zahir pimpinan Habib Bidin perform. Tapi sayang saya hanya bisa hadir sekadar menyesuaikan waktu. Saya hadir bersama Pak Nur, teman sewaktu kami mondok bersama di PP Panggung TA. Dengan mengendarai motor GL nya kami pun melaju setelah magrib. Anda pasti sudah bisa menebak ketika saya sampai di TKP. Jamaah sudah membludak. Sepanjang jalan seperti tak putus-putusnya jamaah silih berganti, datang dan pergi. Teriakan para satgas parkir juga lantang terdengar. Semua mengamankan diri. Dan pas harlah ini parkir ditarik 10k untuk roda dua dan 20k untuk roda empat. Diperkirakan setiap malam ada lebih dari seribu jamaah dan kita bisa membayangkan sirkulasi uang mengalir di malam tersebut. Sepanjang jalan kami disuguhkan puluhan sound horeg dengan segala merk ...

Catatan Kopdar II SPK Tulungagung: Bertemu dan Saling Menguatkan

Woks Alhamdulillah Kopdar ke 2 SPK Tulungagung bisa dilaksanakan. Sejak ditetapkan sekitar Oktober 2023 acara ini berjalan dengan lancar. Walaupun sedikit tertatih yang jelas acara kopdar ini sangatlah penting. Tentu kepentingan setiap orang akan sangat berbeda. Tapi setidaknya ada kepentingan sejarah yang harus ditunaikan. Kopdar ke 2 ini dilaksanakan di Ndalem Ibu Nikmah, Sukoanyar Pakel Tulungagung. Kopdar ke 2 tersebut membawa tema, "Bersahabat dengan Ilmu dan Buku". Walaupun dalam acara tidak membahas tema tersebut secara detail. Akan tetapi kopdar di manapun selalu meninggalkan jejak untuk senantiasa ditulis. Kopdar adalah perayaan mini bagi para penulis menguatkan kembali motivasinya. Kopdar kali ini secara kuantitas mungkin tidak seramai dulu di edisi perdana. Walau demikian ada beberapa hal yang bisa kita olah sebagai oleh-oleh merawat spirit menulis. Pertama , Mas Roni selaku ketua SPK TA menjelaskan arah, visi, misi dan program kerja SPK dengan begitu gamblang. Hal...

Pod-Writes: Bincang Santai bersama Kang Bangkit (Mahasiswa Preneur)

Berikut adalah petikan wawancara jurnalis TWI bersama Kang Bangkit. Beliau merupakan seorang mahasiswa sekaligus Owner Bangkit Motor yang juga organisatoris. Selain itu Kang Bangkit juga memiliki kemampuan pijar urut, motivasi organisasi dan guru Madrasah Diniyyah. Jurnalis TWI : Bagaimana ceritanya bisa terjun ke dunia bisnis jual beli motor? Kang Bangkit : "Kebetulan saya dalam berbisnis itu tidak ada yang mengajari, mungkin dari faktor keturunan, orang tua saya juga berdagang, mbah-mbah saya juga berdagang". Jurnalis TWI : Kira sejak kapan mulai terjun di dunia bisnis? Kang Bangkit : "Mulai dari SMP dulu ceritanya sepulang sekolah membuat kerajinan tangan boneka dari kain falanel diisi kapuk. Saya jual tanpa sepengatahuan orang tua, lalu saya kumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk beli jajan. Yah namanya anak kecil, mungkin dari situ saya belajar mandiri tidak ingin mempunyai rasa mengharapkan pemberian dari orang tua, meskipun juga tetap dikasih". Jurnalis TW...

Menjadi Bagian Dari Kompas (2)

Woko Utoro Tanggal 12 Februari tepatnya dua hari menjelang pemilu saya mengurus perizinan. Alhamdulillah di sesi ini saya tidak menemui kendala apapun. Setelah bertemu ketua KPPS Desa Dono yaitu Bapak Sigit semua beres. Setelah itu saya diarahkan untuk kenalan dengan Mas Ikhsan (Ketua TPS 011) dan Pak Didik (tuan rumah TPS 011). Hingga akhirnya saya siap eksekusi di tanggal 14 Februari. Singkat kisah grup WA Kompas sudah ramai sejak semalam untuk koordinasi. Saya pun sudah prediksi jika pagi kami harus sudah di TKP. Setelah shubuh saya langsung tancap gas. Sepanjang jalan mencari sarapan ramai semua. Akhirnya saya menemukan sarapan di desa Tugu. Tempatnya sedikit jauh dari TPS yang saya tuju. Setelah itu baru saya bertugas di TPS 011. Tidak lupa saya bercengkrama dengan beberapa panitia yang sudah standby di sana. Pukul 7 tepat pemungutan suara pun dimulai. Saya terus memantau terutama persiapan registrasi, exitpoll hingga penghitungan pilres dan DPR RI. Tidak ada yang istimewa di TPS ...

Menjadi Bagian Dari Kompas

Woko Utoro  Saya sangat senang ketika ditawari menjadi interviewer. Apalagi lembaga tersebut adalah Kompas Media Indonesia. Sebuah lembaga jurnalistik dan pemberitaan nomor wahid negeri ini. Siapa juga yang tidak tahu lembaga besutan P.K Ojong dan Jacob Oetama itu. Nama yang terus saya elu-elukan di suatu waktu. Dan akhirnya momen itu hadir di saat yang tepat. Saya mendaftar menjadi interviewer dalam rangka hitung cepat Kompas tahun 2024. Kebetulan ini kali pertama saya ikut. Padahal hitung cepat Kompas sudah digelar 16 kali sejak 2007. Sebenarnya acara survei dari banyak lembaga sering saya dapatkan informasinya. Cuma baru Kompas yang mampu menaklukkan hati saya. Hingga sampai di titik ini saya pun turut berproses. Singkat kisah saya pun mengikuti sistematikanya hingga kini dan tergabung bersama teman-teman lainnya. Saya masuk dalam tim interviewer Tulungagung dengan Korlap Mas Badrexx alias Agus Suprapto. Kebetulan saya ditugasi di TPS 011 Desa Dono Kecamatan Sendang Tulungagung. Seb...