Langsung ke konten utama

Metode An Nahdliyah




Oleh : Woko Utoro

Jika mendengar anak-anak mengaji kadang saya suka merinding sendiri. Bagi saya anak-anak bisa mengaji adalah hal yang luar biasa terlebih buat orang tuanya. Dalam hal ini guru yang mengajarkannya tentu sungguh luar biasa. Membuat anak bisa mengaji tentu bukan hal yang mudah. Ada banyak strategi yang harus disiapkan salah satunya metode pembelajaran dan buku pedoman.

Salah satu buku metode cepat belajar Al Qur'an adalah metode An Nahdliyah. Tentu sebelum mengenal An Nahdliyah kita sangat familiar dengan Iqra. Atau mungkin saat ini sangat banyak berkembang buku metode cepat membaca Al Qur'an seperti Yanbu'a, Tilawati, Qiraati, Tahsil, Ummi, Abana, Utsmani, Tartil, Barqy, Baghdadi dll. Banyaknya buku metode cepat membaca Al Qur'an semua tujuannya sama yaitu memudahkan santri untuk mempelajari kitab suci umat Islam tersebut.

Metode An Nahdliyah mungkin baru saya ketahui ketika pertama kali di Tulungagung. Di sini hampir setiap langgar mushola atau di beberapa TPQ mengembangkannya. Saya awalnya sempat kaget apa bedanya metode An Nahdliyah dengan buku dasar cara baca Qur'an tersebut. Saya tentu sangat merinding ketika KH Munawwir Kholid ternyata sosok di balik terciptanya metode ini. Beliau pernah saya ziarahi di makam keluarga pondok MIA di Moyoketen Boyolangu Tulungagung. 

Menurut riwayat yang saya dengar, Kiai Kholid pernah mondok di PP At Thahiriyah Mangunsari asuhan KH Mujib (ayah KH Mujab Mujib) dan pernah nyantri di Tebuireng, Lirboyo, Badas. Sehingga secara periwayatan, sanad keilmuan serta nasab keluarga beliau tidak diragukan. KH Munawwir Kholid ternyata masih keturunan Ki Ageng Muhammad Besari Tegalsari Ponorogo. Dulu sekitar tahun 1900an beliau melanglang buana sampai ke Blitar untuk menimba ilmu dan singkat kisah sampai wafat di Tulungagung.

Dalam buku metode An Nahdliyah tertulis sejarah disusunnya metode ini yaitu sekitar tahun 1991 dan diberikan sambutan oleh Rais Syuriyah PCNU Tulungagung KH Asrori Ibrahim (Pondok Panggung) dan Katib KH Mukshin Ghozali (Pondok Al Ghozali Bolu Punjul Karangrejo) pada tahun 1992. Barulah disahkan secara lebih luas oleh Jam'iyyah Qurra wal Huffadz (JQH) NU pada 2014 oleh Dr KH Muhaimin Zein, MA. Akhirnya buku tersebut diberi judul "Cepat Tanggap Belajar Al Qur'an" metode An Nahdliyah terdiri 6 jilid dan dicetak oleh LP Ma'arif NU Tulungagung.

Salah satu hal unik dalam metode An Nahdliyah ini adalah penggunaan tongkat untuk ketukan. Tongkat tersebut tidak sembarang orang menggunakannya dan memang memiliki ijazah khusus. Maka dari itu pelatihan dan pengkaderan terus digalakkan. Hingga hari ini berkaitan dengan metode An Nahdliyah sepengetahuan saya dikembangkan oleh KH Syamsu Dhuha dan alm Ustadz Mustofa. Selebihnya kini sudah tersebar melalui tangan-tangan majelis pembina (Mabin) An Nahdliyah se-Indonesia.

Cara memulai membaca metode An Nahdliyah dalam majelis TPQ adalah sebagai berikut. Pertama guru membaca basmalah lalu ditambah tawasul mualif kitab dan muassis NU. Setelah itu membaca syiir shalawat kalamun qadim.
كلام قديم لا يمل سماعه
تنزه عن قولي وفعلي ونيتي
به أشتفي من كل داء ونوره
دليل لقلبي عند جهلي وحيرتي
فيا رب متعني بسر حروفه
ونوّر به قلبي وسمعي ومقلتي

Setelah itu membaca do'a pembuka hati Nabi Musa Alaihissalam.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Barulah jika sudah semua kita bisa mengajarkan metode An Nahdliyah dengan tanpa melupakan membaca surah Al Fatihah. Sesekali jika rindu saya tambahkan mengajak anak-anak melantunkan mars TPQ An Nahdliyah.

Mars TPQ An Nahdliyah (Nada Mars Musabaqah Tilawatil Qur'an)

Taman pendidikan Qur'an an Nahdliyah harumlah namamu
Umat selalu menunggu bimbingan mu menuju medan jaya
Curahkanlah daya ijtihad mu dalam segala segi ilmu
Taman pendidikan Qur'an an Nahdliyah abadi slamanya

Semoga bermanfaat. Amiin

the woks institute l rumah peradaban 24/2/23


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...