Langsung ke konten utama

Merindu Lagi




Woko Utoro

Selain cinta ada harta terpendam dalam batin berupa rindu. Kata rindu selalu disenandungkan dalam lagu atau disematkan lewat puisi. Padahal rindu itu gestur yang dapat dilihat dari kerlip bola mata atau dirasakan lewat aura.

Para perindu biasanya menunjukkan sikap teduh dan penghayatan mendalam pada segmen kehidupan. Mereka cenderung ingin berbagi kebahagiaan sekecil apapun. Karena bagi perindu pertemuan bukan tentang esok tapi tentang kemarin dan hari ini.

Bayangkan orang yang merindu kekasihnya tak pernah merasa sendiri sekalipun ditinggal pergi. Yang selalu jauh pun demikian selalu merasa dekat walaupun jarak memisahkan. Karena bagi perindu sendiri atau bersama itu sama saja. Sama-sama nikmat dan hangat. Bagi perindu jarak hanyalah angka alias ukuran sedangkan perasaan tak akan terukur.

Bicara rindu bicara hati. Bicara tentang muara dari segala perasaan. Maka ada pepatah dalamnya laut masih bisa diukur tapi dalamnya hati tak bisa diukur. Sehingga rasa rindu ibarat api selalu tak pernah padam. Api yang selalu menyala walaupun misalnya ditinggal sang altar. Api dan air bukannya musuh, mereka hanya menahan diri untuk tidak saling menghabisi.

Di akhir narasi ini apakah ada rindu yang habis. Apakah para perindu merasa lelah hanya karena pertemuan tak pernah terlaksana. Saya rasa tidak perasaan rindu sama halnya hujan kata Sapardi yaitu tabah dan disembunyikan di balik rintik rindu pada pohon berbunga itu. []

The Woks Institute rumah peradaban 7/9/24

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Hierarki Rasa Menerbitkan Buku Perspektif Psikologi

Woks Bagaimana rasanya menulis, bagaimana rasanya jika tulisan tersebut dibukukan, terbit, beredar ke muka umum hingga tiba di hati pembaca. Tentu segala rasa itu sangat subjektif tapi sedikitnya bisa dijabarkan walaupun setiap orang punya pengalaman tersendiri. Saya punya 3 pendapat bagaimana rasanya punya buku dan sampai dibaca oleh orang lain. Secara psikologis hal itu dapat kita jabarkan secara singkat. Secara hierarkis 3 tingkatan rasa tersebut bisa kita lihat dari sejak kehadiran buku pertama hingga buku ke sekian. Pertama, akan muncul rasa bangga, senang, haru, campur aduk bahkan agak sedikit pamer atau semi-semi riya. Akan tetapi di fase ini penulis masih belum hilang rasa mindernya karena kepercayaan diri belum terbangun seutuhnya. Rasa percaya diri hanya terbangun untuk menerbitkan saja sehingga godaan untuk konsisten menulis bisa dilihat di sini. Fase ini biasanya terjadi pada buku pertama, bahkan buku antologi alias buku keroyokan pun jika lahir pertama begitu nampak berha...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...