Langsung ke konten utama

Manusia Yang Selesai

Woko Utoro 

Hari ini 30 Desember 2025 Gus Dur berpulang. 16 tahun beliau meninggalkan kita semua. Untung saja peninggalan beliau begitu banyak. Sehingga ketika kami rindu mudah saja untuk memetik salah satu buah pikirannya. Salah satu hal yang kita rindukan dari beliau adalah kehadirannya bersama orang kecil. Tanpa takut beliau membersamai mereka yang terpinggirkan.

Banyak orang bertanya mengapa Gus Dur seberani itu? sederhana saja jawabannya. Karena Gus Dur telah selesai dengan dirinya sendiri, ucap Gus Mus sahabat karibnya. Di sat orang lain masih sibuk mengurusi diri sendiri Gus Dur justru sebaliknya. Karena ia telah selesai maka orang lain adalah objek untuk dibela. Terutama mereka yang lemah dan dilemahkan. Selanjutnya sejak kecil Gus Dur dijuluki sang penakluk "adh Dakhil". Sehingga nama itu seolah mengilhami langkah beliau dalam membela minoritas.

Gus Dur diketahui merupakan manusia yang dikasihi Allah SWT. Jika Allah SWT sudah mencintai hambanya maka apa alasan seseorang untuk takut dengan problem dunia. Maka dari itu kata Gus Mus, bagi Gus Dur semua masalah tak ada yang jadi beban. Gitu aja kok repot adalah gambaran kemudahan jika sudah di hadapan Gus Dur. Soal ini kita ingat dawuh Gus Baha, saat ini banyak orang cinta dunia. Orang lupa untuk bagaimana cara dicintai oleh Allah SWT. Sebagimana Gus Dur, mengapa banyak pengurus NU yang ingin dekat dengan penguasa (pemerintah). Harusnya orang NU secara umum berlomba untuk taqorrub kepada Allah SWT.

Secara umum orang sufi seperti Gus Dur memang unik. Tak ada rasa takut jika sudah dekat dengan Allah SWT. Karena bagaimanapun juga perjuangan hanya dilakukan sekali. Yang sekali itulah jangan sampai disiakan untuk terus menyemai kebaikan. Semampu kita apapun itu lakukan jika memang di jalan kebenaran. Hidup tak usah khawatir karena Allah SWT pasti memberi jalan. 

Kata Ning Inayah, Gus Dur bilang lelah boleh tapi dalam berjuang tak boleh berhenti. Istirahat saja dan terus berjalan lagi, jangan bosan. Insyaallah semua akan ada bagianya tersendiri. Hidup tak akan selesai jika kita terus mengeluh. Kata Gus Dur teruslah berkarya dan hanya itulah kenangan terasa lebih tahan lama (awet).[]

the woks institute l rumah peradaban 30/12/25

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Hierarki Rasa Menerbitkan Buku Perspektif Psikologi

Woks Bagaimana rasanya menulis, bagaimana rasanya jika tulisan tersebut dibukukan, terbit, beredar ke muka umum hingga tiba di hati pembaca. Tentu segala rasa itu sangat subjektif tapi sedikitnya bisa dijabarkan walaupun setiap orang punya pengalaman tersendiri. Saya punya 3 pendapat bagaimana rasanya punya buku dan sampai dibaca oleh orang lain. Secara psikologis hal itu dapat kita jabarkan secara singkat. Secara hierarkis 3 tingkatan rasa tersebut bisa kita lihat dari sejak kehadiran buku pertama hingga buku ke sekian. Pertama, akan muncul rasa bangga, senang, haru, campur aduk bahkan agak sedikit pamer atau semi-semi riya. Akan tetapi di fase ini penulis masih belum hilang rasa mindernya karena kepercayaan diri belum terbangun seutuhnya. Rasa percaya diri hanya terbangun untuk menerbitkan saja sehingga godaan untuk konsisten menulis bisa dilihat di sini. Fase ini biasanya terjadi pada buku pertama, bahkan buku antologi alias buku keroyokan pun jika lahir pertama begitu nampak berha...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...