Langsung ke konten utama

Postingan

Dadi Kembar Mayang

Woks Apa yang dipikirkan selalu saja terjadi. Sepanjang perjalanan pikiran selalu berkembang. Disanalah segala inspirasi dan angan-angan bersemayam. Apalagi mengingat masa kecil, aku ingin ini dan itu dan sebagainya. Hingga beberapa angan kecil itu aku alami di masa kini. Dulu aku sempat berangan-angan bisa mengenakan busana Jawa ala Raden Qosim alias Sunan Drajad. Atau sebagai salah satu punggawa dalam cerita kerajaan, lengkap dengan keris dan alis hitamnya. Nyatanya semua itu terjadi juga. Oleh seorang teman aku didaulat menjadi salah satu kembar mayang. Sebenarnya sejak awal aku tidak paham apa itu kembar mayang, akhirnya setelah tanya kesana-kemari aku paham juga. Kembar mayang adalah tradisi membawa sepasang hiasan dekoratif simbolik yang tersusun atas janur kuning atau daun kelapa muda, pelepah pisang (gedebog) lengkap dengan hiasan bunga atau buah di atasnya. Jumlah kembar mayang tersebut harus dua, sebab orang dulu menamakan kembar mayang dengan sebutan Dewandaru da...

Kehidupan itu tidak Keras, yang keras itu Lambe Tetangga

Woks Kehidupan di manapun memang mengandung banyak hal yang perlu diselami. Di masing-masing tempat tentu berlaku tata cara dan kebiasaan yang berbeda. Perbedaan itulah yang membuat seseorang menjadi hidup dalam dua alam pilihan, antara kalah atau tetap bertahan. Kehidupan sosial tak lain merupakan rimba yang tak jauh berbeda dari hutan. Di sana kita akan dapati berbagai macam karakter manusia. Ada tipe manusia yang saling membantu ala simbiosis mutualisme, ada juga yang tidak berpengaruh apapun baik keuntungan atau kerugian (simbiosis komensalisme), atau juga seperti benalu yang hanya mau enaknya saja (parasitisme) serta seperti macan yang menerkam. Jika ada orang yang berkata bahwa kehidupan ini keras tentu sangkaan itu tidak salah. Anggap saja bahwa ia telah kenyang berjuang sejak masa mudanya. Atau orang yang memang sejak kecil mengalami kesusahan atau hidup dalam garis kemiskinan. Secara fakta kehidupan yang demikian sangat terasa sekali kerasnya, di mana seseorang dit...

Pengalaman Pertama Bertemu dengan Wanita Rok Mini

Woks Terus terang aku termasuk orang yang dibesarkan dalam keluarga dengan tradisi keagamaan yang ketat. Bagi keluarga kami memegang teguh ajaran agama merupakan hal yang utama. Sebab keluarga kami menemukan agama terutama Islam saat bapak kami pernah dalam kehidupan gulita. Bukan karena pernah punya track record kriminal atau pertentangan dengan agama lebih tepatnya pindah agama. Setelah itulah Islam adalah cahaya penerang dalam kehidupan bapak kami. Hingga saat ini Islam menjadi pegangan hidup yang teguh. Bukanya sok suci sebisa mungkin kita menghindari larangan yang dititahkan agama dan sebisa mungkin mengerjakan perintahnya. Salah satu pengalaman keberagamaan yang menarik adalah saat keyakinan itu hidup dalam lingkup yang tidak mendukung kita terutama sejak masa kanak-kanak. Jika sejak kecil sudah dibiasakan dengan hal-hal yang berbau agama lalu tiba-tiba suatu saat kita berada di tengah-tengah kalangan yang tidak biasa maka bagaimana respon kita? Bagi orang yang tidak ...

Melawan Pikiran Sendiri

            (Sumber gambar Canva.com) Woks Kehidupan memanglah penuh misteri termasuk takdir Tuhan yang manusia sendiri tak bisa menebaknya. Separuh dari perjalanan manusia ke dunia tentu akan melewati banyak fase. Di sana mereka akan melalui serangkaian cobaan guna menjadikan mereka manusia sejati. Semua orang tanpa memandang status atau apapun itu, semua akan mendapat ujianya masing-masing. Ujian tersebut disesuaikan dengan kemampuanya masing-masing individu. Salah satu hal yang membuat manusia merasa sumpek dalam hidupnya adalah karena ketidakmampuannya dalam menerjemahkan ujian. Rerata orang memang tidak suka ujian terutama ujian cobaan yang menyengsarakanya. Padahal manis pahit kehidupan tak lain sama-sama ujian. Semua tergantung sudut pandang apa yang digunakan. Kemampuan yang tidak kuasa akan ujian kadangkala dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya karena pikiran. Pengaruh pikiran sebenarnya merupakan respon dari melihat lingkungan, me...

Setangkai Daun : Senarai esai-esai Kemanusiaan

Woks Buku ini hadir atas inisiatif dari divisi literasi seni dan pengembangan (LISBANG) DEMA Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Tulungagung. Pada saat itu buku ini sengaja dibuat sebagai respon mahasiswa atas kondisi yang sedang hangat-hangatnya bersinggungan dengan isu-isu kemanusiaan. Mereka mencoba menuliskan catatan berupa komentar dan opini sebagai mahasiswa atas ketidaksetujuan mereka terutama soal intoleransi dan politik identitas yang merebak. Lebih jauh buku ini berisi tentang catatan mahasiswa mengenai permasalahan kemanusiaan. Permasalahan tersebut meliputi kasus bullying, pendefinisian, pembatasan hak, intoleransi, radikalisme, hingga pelanggaran HAM berat. Permasalahan tersebut hadir pasca memanasnya pilpres 2014 yang mana pada saat itu praktek penghalalan segala cara dalam politik begitu kentara. Hoaks, fake news dan serangkaian berita yang mengintimidasi, menjatuhkan hampir setiap hari membanjiri kehidupan kita. Bisa dibayangkan karena beda pilih...

Busana Tradisional VS Busana Modern

             (Sumber gambar Canva.com) Woks Modernisasi memang telah merambah ke banyak sisi kehidupan, salah satunya terhadap busana atau pakaian. Makin berkembangnya segala macam corak, gaya, model dan warna-warna merupakan pengaruh modernitas yang mengalir deras. Belum lagi industri garmen dengan mesin canggih telah berdiri di mana-mana. Karena produksi busana sebagai hak pakai merupakan barang primer yang terus dibutuhkan setiap waktu. Selama masih ada manusia selama itulah pakaian akan tetap ada. Bahkan beberapa hewan peliharaan pun turut diramaikan dengan dikenakannya busana khusus hewan. Sebagai kebutuhan pokok ternyata busana dan pakaian memiliki sedikit perbedaan arti, yaitu di mana busana mempunyai konotasi “pakaian yang bagus atau indah” dalam kata lain pakaian yang serasi, harmonis, selaras, enak di pandang, nyaman melihatnya, cocok dengan pemakai serta sesuai dengan kesempatan. Sedangkan pakaian adalah bagian dari busana itu se...

Tradisi Berjuang

Woks "Kalau bisa cari istri itu yang mampu menopang perjuangan suami. Jangan sampai istri itu hanya bisa gondelan (berpegang) sama suami saja. Maka ini alasan mengapa Kyai banyak beristri Ning, karena Ning itu satu level walhasil mereka akan mengerti apa tugas suaminya. Jangan sampai istri menjadi penghalang dalam perjuanganmu". Begitulah salah satu kutipan pernyataan dalam pengajian Gus Baha. Beliau juga meneruskan bahwa KH Hasyim Muzadi pernah ngendikan (berkata) bahwa dosa besar seorang istri adalah membuat bodoh suaminya. Secara realitas perempuan benar-benar harus mengerti keadaan suaminya, jangan sampai ia mengikuti nafsunya. Sehingga jika suami belum mampu dalam mencukupi kehidupanya maka sang istri jangan terlalu banyak menuntut. Entah hal itu merupakan legitimasi atau apa, yang jelas pernyataan itu berdasar pada contoh ulama terdahulu dalam perkara ilmu. Para ulama dahulu saking cintannya dengan ilmu mereka tidak memperdulikan hal lain kecuali ilmu itu se...