Langsung ke konten utama

Postingan

Belajar Hidup Sederhana

Woks Apakah kita benar-benar hidup ataukah kita hanya sekadar latihan hidup. Tapi apa benar ada orang yang telah hidup sebelumnya kecuali kita memang dihidupkan. Bagaimanapun juga kehidupan harus terus diteruskan dan ini lebih baik daripada mati. Salah satu cara bertahan hidup adalah dengan menjadi sederhana. Sederhana nampaknya sikap yang biasa akan tetapi dalam prakteknya tidak semudah yang dibayangkan. Menjadi sederhana berarti menjadi rumit dan tak pernah terdefinisi. Sehingga dari itulah kita hanya bisa menelaah dari tingkah laku yang ada bagaimana orang mempraktekkan sikap satu ini. Sederhana memang selalu berkaitan dengan makna hakikat atau lebih tepatnya ada makna tersurat di dalamnya. Misalnya ada seorang anak yang sudah sarjana akan tetapi ia merasa belum ada apa-apanya dibanding dengan orang tuanya. Bisa dibayangkan orang tua dulu nampak tidak meyakinkan dan hanya sebagai seorang petani. Akan tetapi dari kesederhanaan hidupnya justru menyimpan keistimewaan. Mereka bisa menye...

Menikmati Buku Menikmati Ilmu

Woks Dalam sebuah perhelatan diskusi buku "BRI Mocosik 2018" sebelum kemangkatanya, Sapardi Djoko Damono memberikan statement bahwa seharusnya sekolah itu mencetak siswa pembaca bukan penulis, jika misalnya jadi penulis itu kecelakaan dan patut disyukuri. Mengapa membaca kata beliau? karena membaca memiliki arti luas dari sekadar menulis. Jika hanya sekadar menulis sepertinya setiap orang mampu. Tapi lewat bacaanlah pemahaman, analisis, teoritis, serta ragam pengetahuan berkumpul menjadi satu membentuk kualitas isi. Tanpa bacaan dari buku tulisan akan terasa biasa saja. Bacaan juga mempengaruhi isi pikiran. Mengapa membaca terlebih dahulu? karena Tuhan sendiri yang memaktubkan bahwa firmanya berbunyi, "iqra" bacalah. Membaca di sana tentu memiliki arti teramat luas tidak hanya baca buku atau kitab suci lebih tepatnya adalah kemampuan untuk menelaah, menakar, memahami, memikirkan hingga berpacu dalam perbuatan. Dengan bacaanlah seseorang akan nampak beradab. Setelah ...

Catatan Haul Pondok PETA 2022

Woks Sudah 2 tahun lebih bahkan di tahun 2022 ini Haul Pondok PETA masih tetap diselenggarakan virtual dari rumah. Barangkali pertimbangan panitia adalah karena pandemi masih ada dan mereka berposisi di tengah kota, termasuk ingin menghormati pemerintah. Jika segala kendala itu tidak ada rasanya akan berbeda. Pasti segala macam atribut, umbul-umbul telah berjajar rapi serta ribuan jama'ah sudah memadati sepanjang jalan aloon-aloon Tulungagung. Walaupun demikian tentu tidak mengurangi kecintaan jama'ah untuk hadir dalam majelis mulia itu. Majelis haul Hadratus Syeikh KH. Mustaqim bin Husein ke-53, Ibu Nyai Hj. Sa'diyah binti H. Rais ke-35 dan Hadratus Syeikh KH. Abdul Djalil Mustaqim ke-18 tersebut tentu selalu dirindukan oleh semua jama'ah. Entah betapa rindunya mereka akan tetapi kepatuhan pada guru mursyid tentu lebih dari apapun. Kebetulan saya sempat mengikuti acara haul ini walaupun dalam streaming yang salah satu rangkaiannya diisi dengan khotmil Qur'an. Bebe...

Tuhan Yang Kita Temukan

Woks Sedikit orang yang berpikir tentang kehidupan padahal banyak hal yang seharusnya masuk tataran eksistensial. Tapi bagaimanapun juga semua dalam hidup adalah tentang mengurai tanya. Misalnya beberapa hari lalu kawan kami hidup dirundung tanya, "Di mana kita menemukan Tuhan, seperti apa saat-saat kita bersamanya". Pertanyaan seorang kawan itu bukan tanpa dasar melainkan bertumpu pada filsafat eksistensialisme dari mana manusia berasal dan untuk apa di balik penciptaannya. Pertanyaan itu tak lain karena ketidakpuasannya mendapat jawaban yang monoton. Misalnya untuk apa shalat? pasti rerata jawabannya adalah agar terhindar dari neraka. Padahal berabad-abad lamanya jika orang beribadah cuma karena takut neraka, sang sufi perempuan Sayyidah Rabiah Adawiyah bergegas ingin memadamkan api neraka karena menjadi sebab orang takut tidak menyembah padanya. Termasuk ia ingin membakar surga dengan alasan orang beribadah hanya bertujuan padanya. Saat ini kajian mengenai Tuhan dan agama...

Catatan Haul Akbar Pondok Pesantren Panggung 2022

Woks Haul akbar Pondok Pesantren Panggung Tulungagung kembali digelar. Setelah dua tahun dahaga tak ada haul kini terbayar sudah. Hal itu terbukti dari banyaknya jama'ah yang hadir termasuk perolehan kencleng alias kotak infaq yang bertambah. Menurut panitia kotak infaq biasanya hanya di kisaran 5-7 juta tapi saat ini justru mencapai 12 juta lebih. Adanya haul tahun ini tentu disambut baik oleh siapapun khususnya jama'ah. Salah satu jama'ah sholawat nariyah asal Malang mengatakan bahwa kami dari jauh datang ke sini hanya ingin ngalap berkah mualif aurad shalawat nariyah yaitu tiga serangkai KH. Asrori Ibrohim, KH. Syafi'i Abdurrahman dan KH. Abdul Aziz. Menurut KH. Harun Ismail Blitar dalam mauidhoh hasanahnya menyebutkan bahwa aurod shalawat nariyah tersebut bersambung sanad kepada KH. Mahrus Ali Lirboyo dan KH. Zainuddin Mojosari Nganjuk. KH. Harun juga menambahkan bahwa acara haul seperti ini memang disediakan sebagai sarana penyembuhan jiwa. Jangan khawatir akan hu...

Menggali Babad Desa Untuk Kemakmuran dan Menangkal Radikalisme

Woks Beberapa orang teman berkisah bahwa kesibukannya saat ini adalah sedang menggarap proyek babad desa. Katanya proyek babad desa ini harus segera direalisasikan karena betapa pentingnya. Saya pun lantas berpikir pantas saja saat ini proyek menuliskan sejarah desa sedang digarap dengan serius. Apakah ini faktor penyeimbang di era modern atau memang karena betapa urgennya. Saya memang menyaksikan saat ini penggarapan babad desa sedang bergeliat salah satunya yang digawangi oleh kalangan sejarawan dan aktivis pecinta budaya leluhur. Menurut mereka saat ini orang sudah mulai amnesia terhadap desanya sendiri padahal kata Mbah Nun tidak ada negara jika tidak ada desa. Karena desalah yang melahirkan negara, desa akan lebih tua usianya daripada negara. Hal itulah salah satu alasan mengapa anak muda harus berperan aktif dalam penggarapan proyek ini. Menurut teman saya saat ini selain virus F4 (fashion, food, fun, film) juga tak kalah mengkhawatirkan yaitu terpapar radikalisme. Salah satu cor...

Pelatihan Menulis Esai dan Jurnal Ilmiah bersama Mahasiswa Genbi

Woks Salah satu fungsi dan kewajiban dosen adalah pengabdian. Ibu Novi yang memiliki program pengabdian tersebut lalu mengajak kami dalam salah satu kegiatan atas kerjasama Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam dan dosen. Kegiatan pengabdian itu adalah pelatihan menulis esai dan jurnal ilmiah dengan peserta dari mahasiswa Genbi. Mahasiswa Genbi adalah mereka yang mendapat beasiswa dari Bank Indonesia. Acara pelatihan menulis ini menggagas tema, "Ucapan Mensementarakanmu, Tulisan Mengabadikanmu" dengan menghadirkan Bapak M. Alhada Fuadillah Habib, S.Sos, MA. (seorang penulis jurnal sekaligus penjaga gawang di 2 jurnal milik FEBI dan saya sendiri (seorang mahasiswa yang pernah juara menulis esai tingkat Nasional). Acara ini bertempat di ruang AKS lantai 2 Gedung KH. Saifuddin Zuhri. Acara ini dimulai sejak pukul 10:15-12:00 wib. Pada sesi pertama saya menjelaskan bagaimana cara membuat esai yang selesai. Jika Bapak Dr. H. Dede Nurrohman, M.Ag (Dekan FEBI) dalam sambutannya menyeb...