Langsung ke konten utama

Postingan

Catatan Hal Unik Haul Gus Dur ke-13

Woks Selama perjalanan haul Gus Dur ke-13 ini kami memang sengaja ingin menjadi musafir. Menjadi orang yang terus berjalan tanpa berharap pada manusia. Dan akhirnya benar saja kami menikmati perjalanan sederhana ini. Ada beberapa hal yang kami anggap unik sejak perjalanan awal sampai pulang ke kota Marmer. Demikianlah catatan singkatnya; 1. Ketika perjalanan menuju kereta di Sumbergempol kami lupa untuk menyediakan identitas dan masker sehingga kami tergesa-gesa dan panik. Di sanalah selalu ada hal dramatis jika kurang persiapan. 2. Di dalam kereta kami mendapati seorang perempuan dengan pakaian terbuka akan tetapi perangai dan cara bicaranya menyenangkan. Ini tanda bahwa kadang fisik tidak bisa menjadi ukuran utama kebaikan. Tetap saja kebaikan itu soal urusan hati bukan fisik, pakaian. 3. Pada pagi ketika sampai di Jombang kami mencari sarapan di dekat stasiun. Akhirnya kami sarapan di kaki lima dengan grobak warna hijau tepat di timur stasiun. Setelah kami basani dengan bahasa Jawa ...

Catatan Haul Gus Dur ke-13

Woks Sejak magrib orang-orang sudah berjubel di tempat acara haul. Memang sejak awal animo jamaah tak berkurang baik peziarah maupun yang hadir haul. Kami pun tak mau kalah dan segera memasuki acara di masjid ndalem termasuk juga shalat isya di sana. Setelah itu acara dimulai dengan pembukaan, pembacaan yasin, tahlil, qira, sambutan, tausiah dan doa. Sebelumnya kami juga sudah mendapat sajian kue dalam box serta satu buah stiker Gus Dur dan beberapa permen. Setelah itu barulah kami mengikuti acara dengan khidmat. Walaupun Gus Mus, Habib Luthfi dan Kiai Miftahul Akhyar tidak hadir tapi tidak mengurangi kami untuk terus mengikuti acara sampai akhir. Singkatnya dalam sambutan keluarga diwakili Ning Zanuba Arifah Hafsoh atau Mba Yeni Wahid termasuk juga pengasuh PP. Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz. Dalam sambutannya Mba Yeni mengatakan bahwa untuk memahami Gus Dur sangatlah mudah. Karena Gus Dur itu jika dirumuskan dalam satu kata adalah "seimbang". Ya Gus Dur itu seimbang da...

Catatan Perjalanan Haul Gus Dur 2022

Woks Hampir 3 tahun saya sangat merindu Gus Dur. Di tengah kerinduan itu sejak lama saya mengidamkan bisa kembali ke sana cepat atau lambat. Alhamdulillah kemarin tepat 13 tahun berpulangnya Gus Dur saya bersama seorang teman bisa berziarah ke sana sekaligus hormat masyayikh Tebuireng. Perjalanan kami dimulai pada tanggal 21 Desember 2022 tepat satu hari sebelum peringatan hari ibu. Kami berangkat sejak pagi buta setelah Shubuh menggunakan moda kereta Dhaha Penataran jurusan Jombang. Selama diperjalanan kami duduk bersama (sepertinya) mahasiswa pertanian salah satu kampus ternama di Surabaya. Kami bercengkrama banyak hal terutama seputar perjalanan dan Tulungagung. Hingga akhirnya tak terasa perjalanan itu harus diakhiri di stasiun Jombang. Tanpa saya sadari ternyata sejak awal ada adik kelas kami di kereta dan baru menyapa ketika sama-sama turun menuju Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang. Setelah melepas lelah beberapa saat salah satu hal yang saya minati adalah perpustakaan. Di masj...

Tentang Perjokian

Woks Apa yang ada di benakmu ketika mendengar istilah "joki". Tentu beragam tanggapan dalam mengartikan berkaitan dengan istilah joki. Menurut KBBI joki adalah sebuah cara untuk menggantikan atau penunggang dalam sebuah cabang olahraga biasanya cabang berkuda. Akan tetapi akhir-akhir ini joki menjadi bermakna negatif karena berhubungan dengan sebuah pekerjaan. Makna joki yang saya temukan di antaranya: Pertama joki supir baik itu supir charter-an maupun supir ojek. Akan tetapi pekerjaan ini hanya berkaitan dengan jasa tenaga dan fasilitas motor maupun mobil. Kedua joki pemain pengganti dalam sebuah adegan film. Pekerjaan ini disebut juga stuntment atau jasa bertukar posisi untuk diperankan oleh ahlinya. Misalnya adegan laga yang bisa membahayakan talent utama. Ketiga joki jasa ujian baik ujian SIM maupun paket dalam sebuah seleksi negara. Joki ini biasanya mengeluarkan biaya terutama bagi pemesannya. Keempat joki pemutar lagu biasanya merupakan pekerjaan dalam sebuah maje...

Catatan Ziarah Ki Ageng Muhammad Besari

Woks Setelah kemarin kami berziarah ke makam Bung Karno pada esok harinya yaitu Sabtu pagi langsung bertolak ke Ponorogo. Saya sebenarnya bukan salah satu rombongan yang diajak ke sana karena memang sejak awal sudah diplot oleh beberapa santri. Tapi pagi hari secara mendadak Bu Nyai langsung mengajak dan saya pun mendadak ketar-ketir karena ajakan tersebut. Jadilah dalam ketergesaan itu saya ikut rombongan padahal belum mandi dsb. Sebenarnya acara ke Ponorogo tersebut dalam rangka mengantar manten salah satu adik Bu Nyai. Akan tetapi karena mobil charter-an jadi kami bisa menambah lokasi untuk dituju. Dan kebetulan lokasi itu adalah makam Ki Ageng Muhammad Besari Tegalsari. Kata Abah beberapa waktu lalu kita ke sana masih kurang puas maka saat inilah kesempatan yang tepat. Singkat kisah ketika kami sudah berangkat di tengah perjalanan sekitar kampus saya teringat bahwa HP tertinggal di pondok. Sontak saja saya pasrah bahwa karena tergesa-gesa tersebut akhirnya sampai lupa benda yang me...

Mental Tuan Rumah dan Peserta

Woks Menyaksikan perhelatan megah Piala Dunia Qatar 2022 tentu membuat siapa saja berdecak kagum. Negara dengan jumlah penduduk hanya 2,9 juta jiwa itu telah membuktikan diri pada dunia akan arti sebuah kepercayaan. Dulu sejak tahun 1971 negara Qatar bukan termasuk ke dalam negara yang diperhitungkan baik oleh negara Timur tengah maupun Eropa. Tapi saat ini mereka telah sukses menjadi tuan rumah perhelatan akbar kompetisi 4 tahunan, piala dunia. Menjauh dari Qatar, sebelumnya Indonesia juga pernah sukses menjadi tuan rumah resepsi event olahraga terbesar di benua kuning yaitu Asian dan Asian Para Games. Yang terbaru pada 2022 Indonesia juga sukses menjamu para kepala negara dunia dalam event G20 di Bali. Demikianlah kisahnya menjadi tuan rumah itu bagaimana pun juga harus totalitas. Maka dari itu kita akan belajar bagaimana tuan rumah menjadi sebuah mental dalam rangka memuliakan tamunya. Mental tuan rumah berarti sebuah upaya untuk menyuguhkan yang terbaik. Tidak salah jika tuan rum...

Catatan Ziarah Bung Karno bersama Abah

Woks Kemarin sore ba'da dzuhur saya diajak Abah bersama beberapa santri untuk ziarah ke makam Bung Karno di Blitar. Sontak saja saya mengiyakan dan langsung ikut dalam rombongan. Perjalanan kami disupiri olehas Rama santri asal Jombang. Rute yang kita tempuh adalah Tulungagung lewat Ngantru, melewati Jembatan Wijaya Kusuma (JWK) Ngadiluwih langsung menuju Pondok Ploso. Di sana kami berhenti sejenak untuk menjemput Gus Abid, putra Abah. Ketika sudah siap kami pun langsung meluncur menuju makam auliya Tambak. Di sana kami langsung berziarah di hadapan maqbarah KH. Chammim Djazuli atau Gus Miek. Saya sedikit kaget karena tepat di barat maqbarah Gus Miek ada makam baru yaitu cucu buyut Gus Miek bernama Ning Ayyara Sholihin Quraisyin. Tentu makam tersebut adalah kehilangan yang sangat mendalam bagi keluarga. Singkat kisah setelah kami berziarah saya diam sejenak untuk juga berkirim fatihah buat shohibul auliya yang ada di makam Tambak yaitu Syeikh Abdul Qodir Khoiri bin Ismail Iskandari...