Woko Utoro
Orang sekarang itu lucu jika punya keluh kesah langsung datangi medsos. Tanpa lama ragam keluh kesah hingga do'a membanjiri jendela medsos. Sehingga langsung saja memicu banjir komentar sana-sini. Mereka anggap setelah dikomentari, like dan diteruskan masalah akan usai. Tapi katanya seringkali hidup terasa lebih plong jika sudah dipantau orang, tapi apakah hal demikian sudah aman dan selamat?
Itulah barangkali fenomena pergeseran di mana orang ingin selalu muncul. Dalam do'a pun demikian yaitu mudah naik, upload dan biarkan media bekerja. Orang menganggap ketika do'a sudah naik posting maka akan ada banyak yang mengaminkan. Mereka lupa bahwa bukan banyaknya amin atau like yang membuat do'a diijabah. Tapi justru karena ketenangan batin dan etika yang membuat do'a diperkenankan. Bahkan kadang do'a yang hadir diam-diam lebih mudah diterima dari yang berisik di media sosial.
Jalaluddin Rumi sering bilang mengapa kita berdo'a dengan keras padahal Tuhan maha pendengar. Mengapa pula kita sering mengulang-ulang do'a padahal Tuhan sudah tahu isi hati kita. Nampaknya kita harus sadar bahwa do'a itu yang dipanjatkan dengan ikhlas dan tawakal. Do'a itu bukan ajang pembalasan apalagi tuntutan. Justru kita dapat berdo'a saja sudah luar biasa. Sehingga bukan fokus pada apa isi do'a tapi justru bagaimana kita menyajikan do'a itu. Salah satu ciri Tuhan mencintai hambanya adalah dengan memberi ujian dan tentu di sana do'a bekerja.
Di sini jelas berdo'alah hanya bersamaNya. Berdo'a ketika sepertiga malam atau di antara adzan dan iqamah. Jangan biarkan orang tahu apa yang kita panjatkan. Berbisiklah di bumi dan yang di langit pasti akan mendengar. Jangan buat do'a kita terlihat di publik apalagi membanjiri di medsos. Alih-alih akan mendapatkan amin justru sebaliknya ada banyak hasud dan iri terhadap do'a tersebut. Maka dari itu biarkan do'a bekerja secara alami, diam-diam menjadi kebaikan buat kita. Do'a tidak meminta untuk dilihat tapi justru diamini dengan khusyuk.[]
the woks institute l rumah peradaban 30/3/26
Komentar
Posting Komentar