Langsung ke konten utama

Resep Panjang Umur


Woko Utoro 

Seminggu lalu saya dan istri mudik ke kampung halaman, Indramayu Jabar. Singkat kisah ada banyak hal yang kami dapat dalam perjalanan pulang tersebut. Selain dapat bernostalgia kampung halaman kami juga mendapat petuah luar biasa terutama dari ibu, saya memanggil beliau mama.

Ketika melihat bapak dan mama saya langsung teringat pesan jika ingin hidup bahagia maka lakukanlah kiat berikut: Pertama, dalam rumah tangga pasti ada perselisihan atau salah paham. Maka dari itu selalu mengalah adalah kunci. Mengalah bukan berarti kalah tapi justru sebuah pilihan untuk bijaksana. Kedua, dalam bersosial jangan mudah sakit hati apalagi menyimpan dendam. Dendam tidak akan memadamkan api dan justru sebaliknya membakar diri sendiri.

Ketiga, hidup itu sederhana, jangan dibuat pusing dan kita menghindari stres. Selama ada jalur positif tempuhlah karena itu obat agar hati dan pikiran fresh. Keempat, dalam berbagai situasi tetaplah sabar, jangan mudah gegabah, jangan ceroboh dan tetap tenang. Kesabaran membuat kita menjadi manusia yang presisi alis melihat sesuatu kedalam. Menilai dan memutuskan sesuatu dengan arif dan terukur. Melalui pintu sabarlah kita yakin dapat melewati semua hal dengan baik.

Kelima, jangan sampai tinggalkan shalat, titik, tidak bisa ditawar. Karena shalat adalah kunci kebahagiaan hidup. Apalah artinya rumah, mobil, uang atau bahkan dunia seisinya jika kita tidak shalat. Kata mama, boleh saja kita bodoh, miskin dan tak beruntung tapi selama masih shalat kita orang paling beruntung. 

Jangan lupa tetap kerja keras. Karena hanya dengan itu kita tidak menyerah pada keadaan. Kerja keras adalah tanda kita bersyukur sekaligus menjaga hidup. Kerja keras tidak harus tercapai karena Tuhan tahu seberapa besar kekuatan kita. Bagaimanapun juga hidup harus optimis dan terus dijalani dengan ikhlas.[] 

the woks institute l rumah peradaban 27/3/26

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...