Langsung ke konten utama

Postingan

Membaca Yunus Merapal Zaman

Woko Utoro  Dalam sebuah kesempatan Mbah Nun mengajak kita mentadabburi peristiwa dimakannya Nabi Yunus oleh ikan Paus (baca : Nun). Kata Mbah Nun, dari Nabi Yunus kita belajar tentang era saat ini. Di mana orang kecil seperti kita harus rela terlempar dari perahu sejarah. Salah satunya karena ulah kita sendiri. Mbah Nun mencontohkan dalam konteks demokrasi di Indonesia terutama masa 5 tahunan. Kita abai dalam mencetak pemimpin yang adil. Pemimpin yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Salah satu ulah kita adalah selalu mau dibeli suaranya demi amplop politik. Akibatnya kita sendiri yang harus menerima konsekuensinya. Kita tercebur ke laut dan harus berusaha sendiri menggapai pantai. Kita dipaksa berenang susah payah dan menghapi gelombang. Sayangnya belum juga sampai ke bibir pantai kita sudah ditelan ikan Paus.  Ikan Paus ini tak lain adalah simbol masalah besar akibat ulah kita sendiri karena tidak selektif memilih pemimpin. Tidak hanya soal itu kita juga tidak mau belajar ten...

Kritik dan Etika Sosial 4

Woko Utoro Salah satu ciri negara demokrasi adalah tidak anti kritik. Kritik justru komposisi yang diperlukan dalam roda pembangunan. Tanpa kritik kita tak memiliki kemajuan. Jadi kritik adalah semacam daya dorong agar kita sadar, berempati dan bergerak dalam mewujudkan cita-cita kemanusiaan. Ada yang bilang kadang rivalitas itu perlu. Karena dengan memiliki rival kita akan terus bergerak untuk melahirkan inovasi. Kritik pun demikian selalu berada sebagai oposisi. Bukan dalam arti nyinyir tapi lebih kepada kepedulian yang berada di luar. Kritik bekerja seperti obat, mungkin diawal begitu pahit tapi sebenarnya menyembuhkan. Menurut Heinrich Zschokke kritik adalah hadiah bagi yang ingin tumbuh dan racun bagi yang selalu di zona nyaman. Inilah fakta bahwa sebenarnya kritik saja tidak cukup atas kekuasaan yang bebal. Kita masih perlu bergerak baik secara senyap maupun turun gelanggang. Karena dengan cara itu kekuasaan bisa dikendalikan. Prinsipnya bahwa kritik itu harus pada kedudukan atau...

Kritik dan Etika Sosial 3

Woko Utoro  Mengapa kekuasaan begitu khawatir dengan kritik. Padahal jika mereka di jalur yang benar tak usahlah bising dengan kritikan. Karena bagaimanapun juga kebaikan orang pasti ada celah dikritik lebih lagi pada keburukan. Siapa pula yang bisa meyakinkan banyak orang terlebih pada sebuah kepemimpinan. Kata Radhar Panca Dahana negara ini dalam keadaan chaos. Sehingga memungkinkan orang mengkritik agar mengembalikan ke rel awalnya. Ada ungkapan jika kekuasaan alergi terhadap kritik maka pasti ada yang tidak beres. Kritik dilancarkan agar penguasa sadar bahwa mereka perlu diinsyafkan. Bahwa kadang kursi jabatan mudah membuat orang terlena. Bahwa mobil mentereng, ragam proyek dan popularitas adalah batu sandungan. Nah kritik bekerja ibarat alarm atau bahkan cambuk buat mereka agar tau diri. Bahwa semua berasal dari rakyat untuk rakyat bukan untuk saku pribadi. Jika kritik selalu dianggap subversif maka dengan etika mana lagi cara agar penguasa sadar diri. Bukankah rakyat yang baik ju...

Etika dan Kritik Sosial 2

Woko Utoro  Ada ungkapan kritik itu boleh selama mengedepankan etika. Pertanyaannya etika seperti apa yang diterapkan jika objek kritiknya sudah akut alias bebal. Bahkan selalu punya cara untuk menuduh dan saling melaporkan. Sehingga di negara kita kritik sudah tak lagi aman. Alih-alih melindungi kita justru malah jadi sasaran bully. Medium kritik juga kian hari makin berkembang. Jika dulu kritik sering dalam bentuk tulisan tapi sekarang bertranformasi melalui musik, seni rupa, stand up comedy, mural hingga digital. Semua bertujuan untuk mengontrol gerak-gerik kekuasaan. Yang pada intinya penguasa tidak kebal hukum. Masyarakat juga bisa mengawasinya salah satunya dengan memberikan kritik yang membangun. Kata Bung Rocky Gerung siapapun bisa menjadi objek kritik termasuk presiden. Intinya yang dikritik itu bukan orangnya sebagai individu karena menyangkut kehormatan. Tapi yang dikritik adalah jabatannya. Sekalipun kepala negara jika mereka salah langkah maka perlu diingatkan. Sehingga ke...

Kritik dan Etika Sosial 1

Woko Utoro  Beberapa kali saat mahasiswa menyampaikan kritik para pejabat langsung panas. Kasus terbaru ada 3 mahasiswa yang diringkus ketika menyampaikan kritik pada Wapres RI Gibran Rakabuming saat kunjungannya ke Blitar. Saat ditanya wartawan bagaimana tanggapannya. Para pejabat menjawab singkat, "Tolong sampaikan kritik dengan penuh etika". Bolak-balik saat rakyat ada kekurangan maka etika yang selalu jadi alasan. Padahal ketika pejabat korupsi dan menggunakan kekuasaan dengan sewenang-wenang mereka melupakan etika. Para pejabat lupa bahwa etika hanya berlaku saat stabilitas benar-benar dijalankan. Bagaimana mungkin etika diterapkan terutama dalam kritik jika kekuasaan bungkam. Mana ada teori etika dijalankan jika supremasi hukum dipermainkan. Tidak ada. Yang ada hanya melawan sambil terus berharap pada janji politik semu. Rakyat sudah bosan. Rakyat sudah lelah menunggu. Rakyat sudah kenyang dibohongi. Atas nama etika rakyat hanya dipaksa menunggu terlalu lama. Padahal ra...

Ada Anjing di Hatimu

Woko Utoro  Dalam pengajian Kitab Ta'limu Ta'alim ada redaksi berbunyi, "Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada gambar dan anjingnya ". Pertanyaannya mengapa harus anjing? atau seperti apa ulasan redaksi tersebut. Bagaimana bisa anjing menjadi topik penyebab mengapa malaikat enggan masuk ke dalam rumah. Pertama , menurut tafsir isyari anjing selalu menjadi sisi kebinatangan dalam diri manusia. Seperti halnya 7 pemuda Ashabul Kahfi dan satu anjingnya. Anjing tersebut mengikuti kemana tuanya pergi. Bahkan dalam kisah tersebut anjing jadi simbol kesetiaan. Maka jelas bahwa anjing itu kesetiaan iya jika hal baik tapi bagaimana dengan nafsu. Sehingga di sinilah manusia perlu mengelola nafsu kebinatangan jangan sampai dominan dalam diri. Kedua , seperti penjelasan pertama bahwa anjing bermakna sifat atau kondisi. Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya memiliki hewan anjing. Bukan itu, tapi lebih kepada sifat atau kondisi penghuninya. Malaikat tidak akan...

Menghadapi Masalah dengan Elegan

Woko Utoro  Kata Mas Sabrang, setiap orang itu punya masalah. Asal jangan kita yang buat masalah itu sudah bagus. Karena yang disebut manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk sesama. Sehingga hidup itu harus bagian dari solusi bukan justru pembuat masalah. Intinya masalah itu hanya soal memposisikan. Misal, para penakut akan selalu menghindar dari masalah. Para petualang akan menghadapi masalah. Atau orang biasa akan mengakrabi masalah. Bisa kita lihat relasinya. Jika orang sudah akrab dengan masalah maka mereka tidak sekadar menghadapi tapi bisa jadi mengguyoni. Masalah itu kadang justru hanya perlu ditertawakan. Senada dengan hal itu kata KH Anwar Zahid masalah itu hanya soal tiga posisi. Yaitu dihadapi, dinikmati atau dihindari. Bagi orang berpikir seharusnya masalah itu dihadapi. Karena seberat apapun masalah pasti ada solusinya. Separah apapun toh penyakit pasti ada obatnya. Selanjutnya masalah itu dinikmati bukan malah dihindari. Karena tidak ada orang bisa menghindar dari mas...