Langsung ke konten utama

Idul Adha di Kotaanyar


Woko Utoro

Alhamdulillah tahun ini saya berkesempatan lebaran Idul Adha di tempat istri. Kebetulan istri saya berasal dari daerah Kotaanyar Probolinggo. Sebuah daerah yang tidak jauh dengan PLTU Paiton. Daerah ini masuk wilayah yang mayoritas warganya berbahasa Madura. Dan saya masih sangat minim pengetahuan terkait bahasa Madura ini.

Singkat kisah seperti orang katakan di daerah yang menggunakan bahasa Madura, suasana Idul Adha hampir serupa dengan perayaan Idul Fitri. Idul Adha pun terdapat salam-salaman, amplop dan silaturahmi. Suasana di makam pun juga ramai. Hanya saja antusiasnya dengan Idul Fitri tetap terasa berbeda.

Yang saya tahu selama di sini perayaan Idul Adha terbilang biasa. Yaitu orang-orang bertakbir di malam hari lalu paginya shalat di masjid terdekat. Setelah itu bersalaman dan saling berkunjung ke tetangga. Tak lupa pula ada sebagian yang menyediakan hidangan berupa gulai kambing atau sate daging sapi.

Kata Pak Lik, di sini jarang orang berkurban. Yang sering berkurban seringnya orang dengan ekonomi ke bawah. Nah di saat tidak banyak orang berkurban maka hampir dipastikan setiap keluarga sudah membeli daging sebelum Idul Adha tiba. Sehingga ketika hari H setiap orang menu nya sama yaitu olahan daging.

Ada yang unik lagi di sini pas bertepatan dengan rutinan Kamis manis. Orang akan melaksanakan khatmil qur'an di masjid atau mushalla terdekat. Dari sana orang-orang berbondong-bondong datang ke masjid untuk menyampaikan nama-nama ahli kubur sambil menitipkan sejumlah uang. Lalu oleh panitia akan dibacakan nama ahli kubur tersebut.

Saya sedikit tercengang karena nama-nama ahli kubur tersebut disebut semua. Padahal jumlahnya banyak hampir satu buku. Tapi hal itu merupakan rutinan tiap bulan. Di mana tiap orang berharap keberkahan Al Qur'an. Setelah usai khatmil lalu kita makan bersama dan pulang membawa berkat.[]

the woks institute l rumah peradaban 29/5/26

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...