Langsung ke konten utama

Postingan

Charge dan Cari Wifi di Makam Wali

Makam Mbah Agung Taruna Plosokandang Woks Ada seorang petapa atau silo di bawah sebuah pohon rindang di tepian sawah dekat jalan Kauman menuju arah Ploso Kediri. Cerita itu disampaikan oleh salah satu guru saya dan beliau dari kawannya. Saat ditanya orang tersebut mengapa berdiam di sana dan apa yang dicari. Orang itu lalu menjawab di sini sinyal wifinya banter (cepat). Sejenak teman guru kami itu pun terdiam lantas bertanya apa maksudnya. Beliau pun menjawab ya di sini sangat cocok untuk berdzikir tafakur karena sinyal wifi dari para auliya begitu deras mengalir. Coba bayangkan di sini adalah posisi strategis, tengah-tengah di antara sebelah barat ada makam Mbah Basyaruddin, di selatan ada Mbah Sunan Kuning, di utara ada Gus Miek dan di Timur ada Hasan Mimbar Majan bahkan masih ada yang lain seperti Mbah Abdul Jalil Mustaqim, Mbah Nuryahman, Mbah Pacet, Mbah Bedalem, Mbah Kumbang dll (pen). Seketika melalui pernyataan itu guru kami pun mulai paham ohh ternyata demikian. Dari kisah ...

Harlah NU 96 Menuju Kemandirian Umat

Woks Dalam kalender masehi kini usia NU adalah 96 tahun tertanggal sejak 31 Januari 1926-31 Januari 2022. Sedangkan dalam hitungan hijriah menginjak 99 dan hanya satu tahun lagi genap satu abad. Usia yang tidak muda lagi bagi sebuah organisasi sosial kemasyarakatan. Dalam bahasa kita jika tidak didirikan oleh orang-orang ampuh tidak akan mungkin organisasi bisa bertahan selama ini. Kini organisasi NU dinahkodai oleh KH. Yahya Cholil Staquf bersama Rais Aam KH. Miftahul Akhyar menyongsong usia satu abad yang tentu akan menghadapi banyak tantangan. Kita tentu tahu NU sejak lama sudah mengemban amanat yang tidak mudah dari para pendahulu. Setidaknya amanat itu ada 3 yaitu amanatu diniyyah, amanatu wathaniyyah dan amanah kesejahteraan umat. Kesejarahan NU tentu sangatlah panjang hingga menjadi organisasi besar seperti saat ini. Oleh karenanya kekuatan strategi NU sudah selaiknya disusun sejak dini. Menghadapi perkembangan zaman misalnya NU terbukti mampu mencapainya walaupun belum men...

Jejak Para Donatur

Woks Anda tahu siapa negara yang paling dermawan di dunia? ternyata jawabannya bukan Amerika, Islandia atau Arab melainkan Indonesia. Hal itu tercatat pada tahun 2021 menurut The World Giving Index (WGI) tingkat kedermawanan mencapai 69% dari lebih 140 negara, maka Indonesia lah yang di posisi pertama sebagai negara paling dermawan. Walaupun ini hanya data akan tetapi beberapa di antara kita pasti merasakan dampaknya. Sehingga jangan melihat Indonesia hanya dari kekurangannya saja melainkan ada potensi besar nan berharga dari negara yang kita cintai ini. Misalnya potensi besar itu ada pada dana zakat yang dikumpulkan setiap tahunnya bahkan hampir menyamai APBN. Belum lagi donasi dari para filantropi kita juga tergolong besar. Hal itu terbukti menjadi salah satu faktor negara Indonesia mampu keluar dari tekanan sejak krisis moneter 98 hingga yang terbaru dampak pandemi. Mengapa hal itu bisa terjadi karena salah satunya ada faktor agama yang menjadi dorongan para filantropi kita begitu ...

Hidup Yang Sastrawi

Woks Tidak semua orang bisa hidup dengan baik. Karena tidak semua orang berpengalaman dalam menjalankan hidup. Bahkan dalam kacamata hakikat kehidupan adalah kematian sedang hidup yang kita anggap ini sebenarnya bukan hidup tapi mati. Syeikh Ibnu Arabi' bahkan bertanya jika yang kita anggap ini hidup mengapa menjumpai kematian. Seharusnya hidup itu tak kenal mati dan hidup bersama yang maha hidup. Justru lebih mudah mengakhiri hidup dari pada mempertahankan kehidupan. Orang sufi pandai dalam memilih kehidupan. Mereka tidak akan membuat hidup ini hanya sekadar bertahan hidup dengan makan minum. Tapi mereka akan berpikir bagaimana mengisinya dengan ibadah dan mempersiapkan akhir hidupnya. Selama ini kita tahu orang-orang sangat mudah melupakan apa ujung dari hidup ini. Sehingga mereka juga alpa apa yang akan disiapkan ketika waktu itu tiba. Hidup memang perlu dinikmati. Karena kenikmatan hidup itu jangan sampai lupa bahwa nikmat adalah hak guna pakai yang ada akhirnya. Akan tetapi ma...

Hidup adalah Ujian

Woks Kalimat hidup adalah ujian memang selalu menjadi topik menarik dikala momen motivasi. Kalimat itu hadir karena tidak setiap orang kuat dalam menghadapi kenyataan. Hidup memang ujian itu sendiri bahkan mati pun adalah ujian. Semua yang ada dalam dunia ini sebenarnya ujian. Entah ia disebut kenikmatan yang dibayangkan pun ia disebut ujian. Orang-orang hanya menganggap bahwa ujian selalu dimaknai sebagai sesuatu yang pahit, penuh derita padahal semua hal yang melekat pada diri adalah ujian. Tuhan memberi hidup pun dalam rangka menguji manusia dari luasnya rahmatNya. Apakah manusia tahan uji atau justru gagal. Ujian barangkali sengaja dihadirkan Tuhan hanya untuk mengajari manusia untuk berpikir dewasa. Ujian hadir agar manusia mampu berharap kepadaNya. Tidak ada lain bahwa Dia yang menguji dan Dia pula yang memberi solusi atas segala ujian hidup. Percis seperti ujian di sekolah, ujian hidup pun dalam rangka naik level seseorang. Jika tidak diuji bagaimana bisa menuju maqam selanjutny...

Kenikmatan Berdzikir

Woks Jika ditanya apa pekerjaan yang melelahkan rerata akan menjawab menunggu. Ya hingga hari ini menunggu menjadi aktivitas yang selalu dihindari setiap orang. Bahkan saking tidak inginnya menunggu banyak orang yang melakukan jalan pintas. Menunggu memang hal yang tidak semua orang mampu melakukannya. Hanya mereka yang terpilih dan bersabarlah yang dapat melewatinya. Saya pernah menemui ada seorang mahasiswa hanya demi bertemu dosen pembimbingnya ia rela menunggu lama. Ketika saya tanya sudah berapa lama menunggu katanya sejak siang hingga sore waktu asyar. Tentu antara penat dan melelahkan tapi bagaimanapun ia rela demi pekerjaan usai. Mendengar cerita itu saya jadi berpikir ternyata kerelaan atau mungkin setengah terpaksa itu membuat orang mengorbankan dirinya hanya untuk menunggu. Menunggu tentu akan menyita waktu. Sehingga menunggu itu menghasilkan varianya tersendiri misalnya menunggu yang biasa, sia-sia dan bermakna. Menunggu yang biasa tentu seperti kita antri di kasir atau men...

Membongkar Jejaring Kesuksesan Para Guru Besar UIN SATU Tulungagung

Woks Dulu sebelum teknologi berkembang kita kesulitan dalam hal informasi termasuk bagaimana cara mengetahui resep kesuksesan seseorang. Tapi saat ini teknologi masif dan jamak dimiliki siapa saja. Informasi apapun sangat mudah diakses seolah dunia dalam genggaman termasuk bagaimana track record seseorang dalam menggapai kesuksesannya. Secara jujur dan terkesan saya banyak mendapat pengalaman menarik soal kesuksesan seseorang salah satunya melalui video dokumenter pengukuhan guru besar di UIN SATU Tulungagung. Semua itu sangat mudah kita peroleh melalui kanal Youtobe kampus, sekali klik kita sudah bisa mendapat tips dan pengalaman para guru besar itu. Peranti teknologi memang memudahkan segala hal termasuk mencatat bagaimana kiprah para guru besar sampai mencapai puncak kesuksesannya. Beberapa hal yang perlu dicatat dalam video dokumenter tersebut di antaranya rerata para guru besar itu berlatar hidup yang pas-pasan. Keterbatasan ekonomi menjadi faktor utama mereka gigih dalam memperju...