Langsung ke konten utama

Spirit dari Hati: Berjuang Menciptakan Sekolah Inklusif




Woks

Sesuai dengan peraturan pemerintah sejak digulirkan tahun 2006 program sekolah inklusi merupakan respon atas kebutuhan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan. Untuk membedakan dengan SLB maka sekolah inklusi disiapkan sebagai program baru untuk menciptakan pendidikan egaliter bagi semua.

Kita memang tidak meminta lahir dari rahim siapa dan bagaimana keadaannya. Semua sudah kehendak dari Tuhan termasuk adanya anak berkebutuhan khusus. Akan tetapi jika kita tahu anak bagaimanapun keadaannya membawa potensinya tersendiri sejak lahir. Kadang yang salah bukan anak justru kita sebagai guru atau orang tua yang belum memahaminya.

Keberadaan sekolah inklusif tentu sangatlah dibutuhkan dewasa ini baik di lingkup kota dan khususnya hingga ke desa. Sekolah inklusif tentu sebuah keharusan bukan hanya soal keberadaan anak berkebutuhan khusus akan tetapi soal pendidikan secara fungsional tidak membeda-bedakan kelas sosial.

Peraturan mengenai penyelenggaraan sekolah inklusi di Indonesia diatur dalam Permendikbud No. 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa. Peraturan tersebut tentu dalam upaya pemerintah hadir untuk mengentaskan masalah pendidikan karena data disabilitas kian hari jumlahnya besar di Indonesia.

Menurut data yang dicatat Kemensos melalui Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD), hingga tanggal 13 Januari 2021, jumlah penyandang disabilitas sejumlah 209.604 individu (Men. Panrb). Data tersebut tentu perlu perhatian khusus dari pemerintah baik di tingkat bawah maupun pusat. Sehingga respon sekolah sebagai penunjang pendidikan bagi semua harus dinilai positif.

Walaupun banyak hambatan misalnya potensi bullying, diskriminasi akan tetapi lewat sekolah inklusif justru terus berupaya mengikis problema tersebut. Dengan adanya sekolah inklusif tentu kita berharap akan memperkecil tingkat arogansi dan sikap acuh terhadap keberadaan anak berkebutuhan khusus. Selain itu hanya lewat pendidikanlah kampanye akan pentingnya saling menghormati dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan bisa diciptakan.

Pendidikan inklusif tentu harapannya bisa merata di semua lapisan jenjang bahkan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan memanglah vital maka dari itu perlulah inklusivitas sekolah sebagai sebuah lembaga diperhatikan dengan lebih serius. Misalnya kategori sekolah ramah anak, ramah disabilitas tidak hanya sekadar wacana melainkan sudah menjadi kesadaran bersama untuk diwujudkan.

the woks institute l rumah peradaban 5/1/21


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...