Woko Utoro Kata orang kok masih ada mereka yang mau menulis. Padahal menulis itu pekerjaan penuh siksaan. Bayangkan saja bagaimana kata dipilih, kalimat dirangkai dan pernak-pernik diaduk rata. Semua menjadi satu, terbungkus dalam tema ide dan gagasan. Belum lagi kita diburu detline, waktu, hingga target. Semua benar-benar membenamkan pikiran. Lebih sedih lagi ketika tidak ada apresiasi, hingga fee. Tapi apakah benar persangkaan orang tentang menulis. Bagi saya hal tersebut bisa saja benar tapi lebih banyak salahnya. Orang yang suka menulis memposisikan aktivitas itu sebagai sahabat. Ibarat kopi di pagi hari kita diburu waktu, tugas serta kesibukan. Tapi terasa wajib untuk diseduh walaupun kadang terasa pahit. Hingga akhirnya kita merasa semua adalah rangkaian proses. Berat dan tidaknya tergantung dengan kesiapan mental. Maka bagi penulis tidak ada kata menyiksa. Semua berjalan apa adanya bahkan cenderung mengganjal ketika tidak melakukannya. Dalam menulis kita juga membaca...
Sebuah laman sederhana milik sang anak gembala dari daerah BBT Mekarjaya Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. laman ini berisi renungan dan jejak langkah tiap hari yang selalu di lalui oleh penulis. sehingga mengabadikan momen adalah salah satunya. Walaupun tulisan ini tidak sempurna, maka penulis menyebutnya sebagai sebuah sampah kata. Semoga bermanfaat