Woko Utoro
Membaca buku Obituari Prof Jazeri kita akan diajak menyelami satu babak menarik dalam kehidupan. Ibarat sebuah film buku ini berisi kisah hidup Prof Jazeri sang guru besar bahasa Indonesia. Tentu lewat buku ini keluarga, sahabat dan orang terdekat bersaksi bahwa beliau adalah orang baik. Sosok santun, bersahaja, humoris, peduli, ramah, pembelajar, produktif dan banyak lagi hal baik tersemat untuk beliau.
Prof Jazeri tentu bagi orang yang mengenalnya adalah sosok kebaikan tanpa tepi. Bagi yang belum mengenalnya mungkin kesaksian yang terlambat. Karena faktanya Prof Jazeri memang telah pergi menghadap illahi. Beliau meninggal setelah beberapa saat berjuang melawan sakit. Hingga akhirnya dirawat dan operasi sampai tiba berita duka tersebut. Tapi tentu beliau tidak mati, beliau masih tetap hidup diingatan keluarga, sahabat dan mahasiswanya.
Lewat buku ini kita belajar tentang arti kelengkapan dan mendayagunakan. Ya Prof Jazeri memang sosok yang multitalenta selain dosen beliau juga pintar berkebun, nyondro, macapatan, berpidato, ceramah, ahli bahasa dan pastinya penulis produktif. Rasanya ketika kampus UIN SATU ditinggal beliau sulit sekali mencari penggantinya. Terlebih beliau sosok penuh dedikasi dan berkarakter. Sosok yang menjadi bapak bagi mahasiswa Pattani. Sosok yang menjadi ibu bagi mereka yang ingin terus belajar.
Tentu sudah banyak kesaksian akan kebaikan beliau. Dan memang persaksian tersebut sangat penting. Terlebih Prof Jazeri memang telah banyak meninggalkan kenangan dan ajaran hidup bermanfaat bagi banyak orang. Santri kinasih KH Nur Muhammad Iskandar SQ tersebut memang tauladan baik di kampus maupun di rumah. Jadi dengan membaca buku ini lengkaplah sudah bahwa kita bersaksi Prof Jazeri adalah sosok penyabar, sederhana, kritis, budayawan, ramah, gigih dan pastinya mengayomi. Selamat jalan Prof, swargi langgeng. Al Fatihah.
the woks institute l rumah peradaban 4/11/23
Kiai Nur Iskandar alumni Lirboyo, saudara Kiai Anwar Iskandar
BalasHapus