Woko Utoro
I Wayan Mustika salah seorang spiritualis menjelaskan spiritualitas dalam makanan. Baginya makanan bukan sekadar pelengkap tubuh tapi lebih dari itu. Makanan juga menyiratkan makna tertentu. Kata Pak Wayan makanan itu ada 2 yaitu yang olahan dan alami. Seperti kita ketahui apapun itu makanan akan berpengaruh terhadap kepribadian. Bahkan soal spiritualitas makanan juga tak bisa dipisahkan dalam akar budaya.
Kata Pak Wayan, jika sering makan makanan olahan maka akan diolah pula pikiran kita. Misalnya dengan makanan olahan seseorang akan menentukan selera, enak tidak enak, suka tidak suka dll. Sehingga dari itu makanan akan memunculkan penilaian. Padahal enak atau tidaknya makanan semua ditentukan oleh mulut/lidah. Di sinilah kita memperlakukan pemahaman bahwa suka atau tidak, kenyang atau lapar adalah berkaitan dengan mental.
Tidak salah melalui makanan seseorang bisa dinilai kepribadiannya. Misalnya bagaimana kesukaan mereka terhadap makanan, cara mendapatkan, mengolah, mengkonsumsi hingga perlakuannya. Maka benarlah jika Kanjeng Nabi Muhammad SAW mencontohkan pada kita perihal makan. Soal makanan mungkin nampak sepele padahal tidak demikian. Bisa saja karena makanan seseorang terkena penyakit, mendapat bencana hingga tergelincir ke neraka.
Maka dari itu memperhatikan soal makan bukan sekadar vitamin, nutrisi tubuh tapi kontrol kehidupan. Terutama berkaitan dengan perangai seseorang. Kita akan tahu kepribadian seseorang dari apa yang mereka makan. Sehingga tidak salah makanan itu harus memenuhi syarat dari mana diperoleh, bagaimana caranya dan untuk apa tujuannya. Sungguh makanan yang baik adalah yang bermanfaat tidak hanya untuk tubuh tapi perut orang lain.[]
the woks institute l rumah peradaban 14/4/25

Komentar
Posting Komentar