Langsung ke konten utama

Zoominar Kejurnalistikan Bersama Redaktur NU Online




Woko Utoro 

Alhamdulillah senang rasanya bisa berkenalan bersama redaktur NU Online. Terlebih ketika ketika menjelaskan status serta tugas selama berproses di media keislaman milik NU tersebut. Ya saya memang menjadi salah satu orang yang beruntung bisa tergabung dalam pelatihan jurnalistik NU Online. Sebuah cita-cita yang sebenarnya sejak lama saya idam-idamkan. Saya memang menjadi satu dari 67 peserta yang lolos kurasi artikel NU Online. Akhirnya dari itu kami berhak mengikuti pelatihan online selama beberapa pertemuan.

Di pertemuan pertama selain perkenalan kami juga langsung dibagi ke dalam beberapa kelas. Kebetulan saya masuk kelas kedua dari total 6 kelas yaitu Said Budairy yang dibina oleh Abah Abdullah Alawy. Isi kelas terdiri dari 9 orang yang berasal dari berbagai daerah. Di sanalah kami juga akan berkoordinasi lebih jauh. Terlebih kami langsung mendapatkan tugas berupa membuat berita dengan memasukkan unsur 5W+1H. Kebetulan tugas membuat berita tersebut temannya bebas.

Di pertemuan pertama materi yang disampaikan adalah berkaitan dengan 10 elemen jurnalistik milik Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. Sedangkan narasumber pertama adalah Mas Mahbib Khoiron yang merupakan redaktur eksekutif NU Online. Beliau menyampaikan banyak hal seputar pembuatan berita di tahap dasar. Jika bicara elemen jurnalistik tentu kita akan diajak menyelami etika seorang jurnalis.

Singkat kata dari 10 elemen tersebut jurnalis harus memiliki sikap disiplin dalam verifikasi atau bahasa lainnya meng-counter. Jangan lupa untuk juga jaga jarak dengan berita (narasumber dll). Tanamkan bahwa pers adalah pilar demokrasi yang harus dijunjung tinggi. Tidak boleh ada pembatasan apalagi diskriminasi terhadap kebebasan berpendapat.

Selanjutnya untuk membuat berita yang menarik seseorang perlu memahami kaidah piramida terbalik. Artinya berita utama disajikan di awal lalu dikuatkan di bagian kedua dan diakhir merupakan bagian pendukung. Dengan begitu berita yang tersaji akan sesuai dalam struktur kebutuhan pemberitaan. Selain kaidah piramida terbalik lead yang menarik juga bagian tak kalah pentingnya. Lead berita yang menarik adalah ringkas, padat, to the poin, mengandung unsur apa, di mana, kapan dan berupa kalimat aktif. Selain itu angle berita memiliki sifat yang harus dekat dengan masyarakat.

Demikian catatan singkat hasil saya mengikuti pelatihan jurnalistik online bersama redaktur NU Online. Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang jawabannya keren. Akan tetapi saya hanya mampu menulis ringkasan materi tersebut. Semoga pertemuan selanjutnya lebih menarik lagi. Salam pers.

the woks institute l rumah peradaban 19/5/24

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Hierarki Rasa Menerbitkan Buku Perspektif Psikologi

Woks Bagaimana rasanya menulis, bagaimana rasanya jika tulisan tersebut dibukukan, terbit, beredar ke muka umum hingga tiba di hati pembaca. Tentu segala rasa itu sangat subjektif tapi sedikitnya bisa dijabarkan walaupun setiap orang punya pengalaman tersendiri. Saya punya 3 pendapat bagaimana rasanya punya buku dan sampai dibaca oleh orang lain. Secara psikologis hal itu dapat kita jabarkan secara singkat. Secara hierarkis 3 tingkatan rasa tersebut bisa kita lihat dari sejak kehadiran buku pertama hingga buku ke sekian. Pertama, akan muncul rasa bangga, senang, haru, campur aduk bahkan agak sedikit pamer atau semi-semi riya. Akan tetapi di fase ini penulis masih belum hilang rasa mindernya karena kepercayaan diri belum terbangun seutuhnya. Rasa percaya diri hanya terbangun untuk menerbitkan saja sehingga godaan untuk konsisten menulis bisa dilihat di sini. Fase ini biasanya terjadi pada buku pertama, bahkan buku antologi alias buku keroyokan pun jika lahir pertama begitu nampak berha...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...