Langsung ke konten utama

Mengepung Keberkahan






Woko Utoro 

Hampir setiap pagi selepas mengajar saya selalu dapati seorang driver ojek online (Ojol) melaksanakan shalat dhuha. Entah apa motivasi beliau melakukan shalat sunnah dhuha tersebut. Yang jelas dalam hati saya berkata, "Kok ada orang serajin itu di tengah aktivitas harian masih menyempatkan melaksanakan ibadah sunnah".

Saya pun penasaran dengan driver paruh baya tersebut. Saya melihat apa yang dilakukannya hampir dikata istiqomah. Pasalnya setiap saya berada di masjid itu hampir orang tersebut selalu ada. Tidak hanya shalat dhuha si bapak pun memutar tasbihnya begitu lama. Ketika akan berangkat narik sesekali ia masukan beberapa uang lembar ke dalam kotak amal.

Saya berpikir ternyata masih ada orang istimewa di tengah kita. Yaitu orang-orang yang tersembunyi dan jauh dari hingar-bingar dunia. Hal itu percis saya temui mungkin sekitar 6 tahun lalu ketika rihlah ke Surabaya. Di sana saya dapati seorang pemuda dengan telaten mengajari anak-anak kecil mengaji Iqra. Padahal aktivitas itu berada di antara ramainya swalayan dekat Jembatan Merah. Tentu hal itu membuat saya berdecak kagum. Masih ada orang ikhlas yang di turunkan Allah SWT ke muka bumi.

Singkat kisah saya pun mendapatkan momentum bisa jagongan dengan sang driver. Ketika jagongan itu iseng saja saya tanya apa motivasinya melaksanakan shalat dhuha? Setidaknya saya mendapatkan 2 jawaban yang lugas. Katanya si bapak pertama, bahwa hidup itu yang dicari adalah keberkahan. Orang makan baca basmallah dan tidak baca mungkin kenyangnya sama. Tapi hakikat keberkahannya berbeda.

Soal konsep banyak sedikit dalam kepemilikan harta juga sederhana. Bahwa harta berkah itu yang bermanfaat. Untuk apa harta banyak tapi tidak berkah. Maka dari itu apa yang dilakukan si bapak tersebut dalam rangka mengawal keberkahan. Katanya selain mengawal keberkahan ia juga mengepung keberkahan. Baginya keberkahan jangan sampai terlewat yaitu di malam hari qiyamullail dan di siang hari via shalat dhuha.

Selanjutnya bahwa shalat sunnah tersebut dalam rangka mengisi kehidupan agar lebih bermakna. Sebab kita tahu kehidupan ini kompetitif. Maka perlu strategi khusus agar terutama seorang driver tidak cepat tua di jalan. Kita juga harus berpikir ada sangu atau modal dalam bentuk amal yang harus diperjuangkan.

Kedua, shalat dhuha tersebut diniatkan agar hidup lebih produktif. Seperti yang kita ketahui sejak dulu orang selalu kalah ketika melawan nafsunnya sendiri. Salah satunya kita mudah terjangkit virus tuna produktif alias malas. Maka dari itu shalat dhuha adalah satu dari sekian cara agar kehidupan diawali dengan baik. Jika shalat dhuha atau tawakal kepada Allah SWT menjadi motor penggeraknya lantas mengapa kita takut dengan segala ujiannya. Bukankah Allah SWT sendiri yang berfirman bahwa bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Bahwa di setiap penyakit selalu ada saja obatnya.[]

the woks institute l rumah peradaban 21/11/24

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...