Langsung ke konten utama

Pola Asuh Strawberry




Woko Utoro

Jika kita perhatikan mengapa anak-anak milenial berbeda jauh dengan generasi lawas. Anak-anak masa kini mungkin nampak lebih maju dalam beragam hal terutama teknologi. Akan tetapi ada yang alpa dari mereka terutama soal ketahanan batin. Jika anak-anak dulu lebih menekankan aspek sosial kebersamaan walaupun mungkin tidak begitu pintar. Tapi anak sekarang lebih enjoy dengan hiburan, fantasi, game dan nyaman dengan kesendirian. Barangkali melihat perbedaan jumping itu kita bertanya ada apa gerangan. 

Salah satu yang perlu diperhatikan adalah soal pola asuh. Barangkali orang tua modern masih sering mempraktikkan pola asuh strawberry. Pola asuh strawberry adalah melonggarkan kedisiplinan atas dasar demokratis. Anak-anak dibiarkan hidup di lingkungan permisif yang mengabaikan aturan-aturan dasar. Padahal aturan dasar seperti merapikan kamar, membersihkan ruang tamu, mencuci pakaian, piring gelas, menghormati tamu, membantu orang tua dan ibadah sangatlah utama. 

Intinya pola asuh strawberry ini justru mengabaikan tanggungjawab dasar pada anak. Anak hidup dengan segala kemudahan dan dijauhkan dari memecahkan masalah nya sendiri. Mungkin anak milenial itu nampak cemerlang tapi sebenarnya rapuh. Karena semua masalah diselesaikan orang tua. Akibatnya banyak kasus yang melibatkan orang tua padahal kasus tersebut sebenarnya ranah anaknya. Kasus seperti siswa melaporkan guru hanya karena tidak mau diperintah shalat adalah ciri khas generasi ini. Hidup dianggap selesai dengan bermodal anak papa atau loe gak ngerti siapa bapak gue. 

Padahal hidup itu bukan tentang siapa ayahku tapi siapalah aku. Hidup tidak boleh dimanja. Hidup harus berusaha, berjuang dan bertanggungjawab atas diri sendiri dengan segala konsekuensinya. Jadi jelas bahwa anak terjatuh orang tua jangan segera membantunya bangun. Biarkan dulu sejenak agar mereka tahu arti rasa sakit dan berjuang sendiri untuk bangun. Karena di masa mendatang orang tua tak akan mungkin selalu bersama. Maka dari itu mengajari mereka budi pekerti, tanggungjawab dan arti menghargai sangatlah penting. Dengan begitu anak akan sadar bahwa hidup bermakna hanya dapat dibentuk oleh penempaan dirinya sendiri. []

the woks institute | rumah peradaban 23/11/24

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...