Woko Utoro
Meneruskan pesan tentang membaca juga tak kalah pentingnya yaitu menulis. Menjadi hal penting bahwa menulis adalah perpanjangan dari membaca. Jika kita sudah suka membaca maka tingkatkanlah ke level menulis. Dengan menulis sumber bacaan menjadi lebih awet bahkan abadi.
Ya Bunayya, menulislah hal-hal sederhana di sekitar mu. Karena esok kau tahu bahwa hal besar justru tercipta dari hal-hal sederhana. Kata dunia ini biasa saja sedangkan yang luar biasa itu tafsirannya.
Ya Bunayya, segeralah menulis dan jangan tunggu nanti. Sebab menulis adalah terapi jiwa. Saat kau sendiri tulisan justru dapat menemani. Tulisan menjadi media penyembuhan atas segala emosi yang tumbuh setiap hari. Menulis adalah katarsis yang mampu mengalihkan sekaligus mengolah emosi menjadi energi positif.
Ya Bunayya, belajarlah menulis dari para ahli. Karena menulis terbukti membawa keberkahan tersendiri. Menulis berarti ikut serta dalam membangun peradaban. Kau harus tahu bahwa di era modern ini banyak orang yang pandai bicara tapi miskin menulis. Padahal menulis itu penting sebagai persemaian pengetahuan.
Ya Bunayya, menulis itu kerja untuk keabadian kata Pram. Karena menulis itu mengerahkan seluruh daya pikir, merangkai bahasa dan memastikan ide terpatri di sana. Ketika tulisan jadi maka dunia sedang diawetkan lebih lama. Tulisan memungkinkan pembacanya menjadi kritis, cerdas dan memiliki kekayaan pengetahuan.
Ya Bunayya, kata Mbah Gus Dur menulis itu dzikirnya santri. Coba bisa dibayangkan jika orang tidak lagi menulis lantas dunia akan dikenal sebagai apa. Bukankah dulu berabad lamanya dunia tidak dikenal. Setelah tulisan berkembang ke mana-mana maka dunia kini dikenal sebagai pengetahuan, sejarah dan gudang ide-ide kreatif.
Ya Bunayya, jika bukan anak raja atau ulama maka menulislah kata Imam Ghazali. Itu pesan paling populer soal menulis dan aku ingin membaginya buat mu. Karena kau anak orang biasa maka menulislah nak. Tentukan genre tulisan mu sejak dini. Karena dunia ini indah maka janganlah disiakan dengan hal-hal tak berguna.
Ya Bunayya, menulislah tiap hari dan jangan banyak beralasan. Karena menulis itu berarti bersyukur atas nikmat akal. Lewat tulisan berarti kau tengah berbagi kepada sesama. Ingat nak, bahwa 2,5% pengetahuan mu ada milik orang lain. Maka menulis itu cara ampuh untuk berbagi dengan sesama.
Ya Bunayya, kata KH Ali Mustofa Yakub jangan mati sebelum punya buku. Sedangkan buku itu semua berisi tulisan. Maka dari itu tidak salah jika Allah memerintahkan hambanya untuk membaca dan menulis. Jangan lupa jika menulis harus dengan niat mengagungkan namaNya dan turut berjuang di jalan Rasulullah SAW. Jalan yang terang benderang dan disertai dengan ilmu, akhlak serta perjuangan.[]
the woks institute l rumah peradaban 9/11/24
Komentar
Posting Komentar