Langsung ke konten utama

Padamu Kekasih

Woko Utoro 

Dalam pengadilan Allah kelak setiap orang ewuh pakewuh. Mereka akan sibuk memikirkan nasib diri sendiri. Termasuk para nabi yang tidak bisa menyelamatkan umatnya. Padahal mereka datang meminta syafaat agar dapat selamat. Tapi faktanya tidak demikian karena pengadilan Allah merupakan puncak.

Sang khalifatullah Nabi Adam tak bisa mensyafaati karena ingat kesalahan dulu ketika memakan buah khuldi. Sang khalilullah Nabi Ibrahim juga demikian ia tak berdaya ketika ingat saat berbohong soal kapak di leher berhala. Rerata para nabi saling melempar termasuk sang kalimullah Nabi Musa yang juga ingat dosa ketika memukul pemuda hingga mati. Juga sang ruhullah Nabi Isa termasuk yang tak bisa memberi syafaat umatnya. Dan satu-satunya yang diharapkan hanya kepada habibullah Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Menurut KH Said Aqil Siradj, Ibnu Abbas menjelaskan dalam Surah Ad Dhuha ayat 5 bahwa Nabi Muhammad SAW dijanjikan apa saja keinginannya dan Allah akan mengabulkannya. Dalam riwayat Kanjeng Nabi Muhammad SAW memohon kepada Allah agar jangan sampai ada satupun umatnya yang tergelincir ke neraka. Hal ini juga yang sering dikisahkan oleh Gus Baha bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersujud di hadapan Allah padahal posisi di yaumil hisab.

Gus Baha menjelaskan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW menganggap Allah tidak bisa dibatasi oleh apapun termasuk akhirat. Allah tetaplah Allah dan selalu bisa dinegosiasikan karena memang Dia maha segalanya. Dari itulah akhirnya Allah menyuruh Nabi Muhammad SAW agar bangkit dari sujudnya. Di sinilah kita bersyukur bisa hidup menjadi umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Nabi yang menjamin keselamatan umatnya hingga akhirat kelak. Maka dari itu tak ada istilah untuk tidak bershalawat kepadanya. Shalawat dan salam tercurah limpah kepada beliau, keluarga dan sahabatnya. Semoga kita diakui oleh beliau sebagai umatnya.[]

the woks institute l rumah peradaban 24/8/25

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Hierarki Rasa Menerbitkan Buku Perspektif Psikologi

Woks Bagaimana rasanya menulis, bagaimana rasanya jika tulisan tersebut dibukukan, terbit, beredar ke muka umum hingga tiba di hati pembaca. Tentu segala rasa itu sangat subjektif tapi sedikitnya bisa dijabarkan walaupun setiap orang punya pengalaman tersendiri. Saya punya 3 pendapat bagaimana rasanya punya buku dan sampai dibaca oleh orang lain. Secara psikologis hal itu dapat kita jabarkan secara singkat. Secara hierarkis 3 tingkatan rasa tersebut bisa kita lihat dari sejak kehadiran buku pertama hingga buku ke sekian. Pertama, akan muncul rasa bangga, senang, haru, campur aduk bahkan agak sedikit pamer atau semi-semi riya. Akan tetapi di fase ini penulis masih belum hilang rasa mindernya karena kepercayaan diri belum terbangun seutuhnya. Rasa percaya diri hanya terbangun untuk menerbitkan saja sehingga godaan untuk konsisten menulis bisa dilihat di sini. Fase ini biasanya terjadi pada buku pertama, bahkan buku antologi alias buku keroyokan pun jika lahir pertama begitu nampak berha...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...