Woko Utoro
Nabi Muhammad SAW pernah berpesan jangan memberikan jabatan kepada orang yang memintanya. Sederhana saja kadang orang yang meminta jabatan akan sangat rawan disalahgunakan. Terlebih lagi di era saat ini jika sudah melihat gemerlap dunia orang mudah kalap. Maka dari itu pesan Baginda Nabi tersebut sangat relevan sepanjang jaman.
Jabatan itu berat dan tidak setiap orang mampu mengembannya. Jabatan itu amanah dan mulia jika dijalankan dengan baik. Tapi sebaliknya terlalu banyak orang tergelincir karena jabatan. Setidaknya bisa kita saksikan di negeri ini. Hampir tiap hari kita dijejali berita pejabat menyalahgunakan jabatannya. Maka benar kata Mbah Nun, jika bicara pemerintah kita sudah putus asa. Tapi jika bicara rakyat kita masih optimis, kuat dan bermasa depan.
Tentu tidak aneh juga sebab fenomena demikian sudah terjadi sejak lama. Logikanya sederhana orang jika sudah di hadapkan harta, tahta, wanita akan sulit selamat. Jaman Bani Umayyah sudah jelas yaitu saat para pejabat silau oleh kekayaan. Akibatnya seperti yang kita tahu perebutan tahta dan saling serang tak terelakkan.
Mbah Anwar Mansur juga dawuh menjaga amanah jabatan untuk tidak korupsi sama beratnya dengan menjaga shalat. Jika orang sudah memposisikan jabatan sebagai wasilah atau kendaraan menuju mashlahat bisa dipastikan integritasnya tinggi. Soal jabatan memang unik dan di negeri ini masih banyak yang merebutkannya. Karena sederhana, jabatan itu empuk dan gurih. Siapa orang yang punya kuasa akan mudah menyuruh bahkan cenderung arogan.
Jabatan itu membuat orang lupa diri. Dan pastinya dipenuhi dengan rambu-rambu waspada. Lantas adakah hal positif dari sebuah jabatan. Sebenarnya jabatan itu netral. Hanya saja yang membuat baik atau buruk ya si pejabat tersebut. Jika orang menjabat untuk kepentingan rakyat maka jabatannya akan harum. Sebaliknya jika jabatan digunakan untuk memperkaya diri maka bersiap saja esok atau lusa ia akan tenggelam.
Jabatan itu pengabdian. Jabatan juga terbatas. Sehingga jangan jadikan jabatan sebagai alat menumpuk harta. Harusnya jadikan jabatan sebagai jalan untuk meraih ridho Allah. Sebab jabatan yang digunakan dengan baik, adil dan jujur akan menjelma payung yang memberi naungan di akhirat. Intinya jangan sampai jabatan disalahkan apalagi mencari harta benda. Kata Socrates, orang yang masih terpaut dengan hal-hal bendawi tak akan menemukan kebahagiaan, selamanya.[]
the woks institute l rumah peradaban 23/8/25
Komentar
Posting Komentar