Langsung ke konten utama

Melewati 4 Jembatan Dunia




Woko Utoro 

Kadang saat mendengar istilah sirathal mustaqim pikiran kita langsung melayang. Pasalnya gambaran ketika ustadz menjelaskan begitu mengerikan. Misalnya jembatan tersebut serupa rambut dibelah tujuh dan di bawahnya langsung neraka dengan api menyala. Orang-orang yang berjalan di atas sirathal mustaqim akan disesuaikan dengan amalnya. Ada orang yang berjalan biasa, merangkak, ngesot, bergelantungan, berlari hingga berpegangan melalui lidahnya.

Rasanya ilustrasi tersebut menakutkan. Padahal maksud dari semua itu adalah susah payah. Jadi orang yang melewati sirathal mustaqim akan sangat kesulitan. Walaupun sulit bukan berarti tidak bisa dilewati. Yang jelas akan selalu ada jalan di mana kita bisa melewatinya. Seperti halnya jembatan di dunia yang harus kita hadapi setidaknya ada 4 hal. Kata Ali Syariati 4 hal itu dalam Al Qur'an adalah alam, masyarakat, sejarah dan diri kita sendiri.

Empat hal tersebut sebisa mungkin harus kita lewati. Misalnya bagaimana kita bersahabat dengan alam. Bagaimana kita bersikap dan berkontribusi di tengah masyarakat. Bagaimana kita peka dan menghidupkan sejarah. Hingga bagaimana kita memahami diri sendiri. Pastinya di antara 4 hal itu sukar dilewati jika kita tidak memiliki perangkat ilmu. Karena tanpa ilmu akan jadi dogma semata. Dalam bahasa lain bahwa yang berbahaya itu bukan api atau kalajengking tapi kepatuhan tanpa kemampuan berpikir.

Maka dari itu sebelum melewati sirathal mustaqim di akhirat kelak. Kita harusnya persiapan melewati jembatan dunia terlebih dulu. Kata Mbah Nun caranya dengan memperbanyak amal sholeh. Bagi Mbah Nun amal sholeh adalah kerja keras. Karena hanya dengan kerja keras kita tahu betapa gigihnya dalam mengikuti kehendak Allah SWT. Salah satu hal terpenting lainya yaitu menaklukkan diri sendiri. Sebab menaklukkan diri sendiri ibarat sedang dalam peperangan besar. Tanpa kesadaran akan kekurangan diri sendiri kita akan mudah dikalahkan itulah nafsu. Melewati nafsu (mengelola) maka kita akan selamat.[]

the woks institute l rumah peradaban 6/7/25

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...