Woko Utoro
Boleh saja kita tidak beruntung di tahun lalu tapi optimislah hari esok milik kita. Boleh saja kemarin kita remuk berkeping-keping tapi hari mendatang kita bangun kembali. Kata Rendra hari esok atau kemarin adalah sekarang. Jadi jelas bahwa tugas kita hanyalah berjuang dan berproses. Urusan berhasil atau tidak itu bukan wilayah kita, tapi wilayah Tuhan.
Ingat kata Sapardi bahwa manusia itu abadi dan yang fana adalah waktu. Kita hanya diminta untuk mengabdi kepadaNya dengan ikhlas dan sabar. Tak ada kata kunci dalam pengabdian kecuali ikhlas dan sabar. Mbah Nun juga sering berkata bahwa Tuhan tidak menuntut agar kita sukses tapi Dia menyuruh agar kita berjuang tiada henti. Dalam perjuangan memang berlaku rumus tersebut di manapun, kapan pun, dan di medan apapun.
Senada dengan hal itu Ning Inayah Wahid juga menguatkan kita untuk jalan terus. Ndak papa kalau cape istirahat. Pokok ndak boleh berhenti. Kita punya cita-cita gede. Dan ini bukan tentang diri sendiri melainkan banyak orang. Begitulah pesan beliau dan sungguh hal itu sangat berharga sekali buat kita.
Gus Dur juga sering bilang yang membuat kita berharga adalah dengan terus berkarya. Tak ada hal lain di dunia ini semulia akhlak. Dan akhlak itulah hiasan paling mahal harganya. Orang boleh saja menjatuhkan kita berulang kali. Tapi selama karakter, prinsip dan moral masih kita pegang. Kita sejatinya tak pernah kalah. Kita justru semakin tumbuh dan berkembang biak. Bukankah kebaikan itu serupa virus juga bisa menular. Maka hal itulah yang akan terus kita perbuat.
Waktu atau tahun boleh berganti tapi niat baik kita tak akan pernah tergantikan. Kita akan hidup terus meninggalkan jejak kebaikan. Dan hal itu menjadi wasiat Baginda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama.[]
the woks institute l rumah peradaban 1/1/25
Komentar
Posting Komentar