Woko Utoro
Saya pernah dengar sebuah pesan begini, "Hidup itu tidak harus sukses tapi kesuksesan itu adalah amal bakti mu pada sebuah proses". Artinya bahwa penghargaan mu terhadap proses adalah kesuksesan itu sendiri. Bahkan jika ada orang gagal dalam hidup sebenarnya bukan gagal secara hakikat. Tapi sebuah kesuksesan yang kita tidak pernah tahu apa maksudnya.
Bicara soal kegagalan dan kesuksesan, KH Nanang Darunnajah dalam Pengajian Malam Jum'at (PMJ) Jamsaren menjelaskan dalam sebuah hadits qudsi. Ada dialog antara Malaikat Jibril dan Allah SWT. Kata Jibril, "Ya Allah kasihan betul orang itu. Sudah lebih dari 40 tahun hidupnya sengsara. Apakah engkau tidak ingin merubah nasibnya". Allah SWT pun langsung menjawab, "Wahai Jibril orang itu ibadahnya biasa saja, amalnya pun masih sedikit dan tidak ada keistimewaan lain selain sabarnya menghadapi cobaan hidup. Bahwa kesabarannya terhadap kesengsaraan itulah yang luar biasa. Karena sabarnya itu justru menjadi wasilah Ku masukan ke dalam surga. Jika dia menjadi kaya bagaimana misalnya ia menjadi lupa lalu justru berbuat aniaya".
Mendengar jawaban itu akhirnya Jibril sadar. "Ohh iya jika begitu biarkan saja orang itu sengsara. Mudah-mudahan kesabaran nya mengangkat nya sampai ke surga".
Di sinilah kita belajar bahwa kadang ada dosa yang tidak bisa dihapus oleh serangkaian ibadah seperti shalat, puasa, zakat bahkan haji. Tapi justru dosa bisa dihapus karena kita sabar ketika menemukan masyaqot terutama dalam mencari maisyah atau nafkah. Ingat bahwa Allah SWT sangat mengapresiasi manusia yang bekerja keras. Seberapa pun hasilnya toh titik poin nya terdapat pada bagaimana ia bersabar atas segala proses dan bersyukur atas segala hasil.
Bicara soal kesengsaraan tentu kita ingat kisah Mbah Fadhol Senori. Beliau itu ulama yang luar biasa. Khususnya kisahnya dalam mencari rezeki di mana beliau bekerja sering berpindah-pindah. Jika bekerja membuka usaha lalu sukses maka berpindah ke pekerjaan lainnya. Beliau sering bekerja sebagai pedagang benang, tukang becak, jual kain, buka servis arloji dll. Dan seperti biasa setelah sukses langsung ditinggalkan. Jika ditanya mengapa demikian, maka beliau berpandangan bahwa dalam kesulitan pasti ada jalan, pasti ada solusi. Bahkan kemudahan itu jaraknya begitu dekat (Al Insyirah ayat 5-6).
[]
the woks institute l rumah peradaban 7/12/24
Komentar
Posting Komentar