Langsung ke konten utama
Maulid Nabi di PPHS
..
Oleh Woko Utoro
ﻃﻠﻊ ﺍﻟﺒﺪﺭ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺛﻨﻴﺎﺕ ﺍﻟﻮﺩﺍﻉ
ﻭﺟﺐ ﺍﻟﺸﻜﺮ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﺎ ﺩﻋﻰ ﻟﻠﻪ ﺩﺍﻉ
"Bulan purnama sempurna telah datang
Dari Thaniyyatil wada'
Patutlah kita senantiasa bersyukur kepada Allah
Utusan Allah telah berada di tengah kita
membawa amanat"
Pak Thoha mengungkapkan, begitulah menurut riwayat dimana saat-saat kaum anshor menyambut kedatangan rombongan kaum muhajirin dari mekah dan dalam rombongan itu terdapat manusia agung, manusia dengan akhlak yg mulia beliau adalah Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Puji-pujian tersebut di lantunkan atas sebuah jawaban dari bukti kerinduan dan kecintaan para sahabat. Semua orang dewasa berdiri menyambut Nabi agung tersebut. Saking senangnya melihat pancaran nur illahi pada nur nubuwwah tersebut para sahabat muda sampai jingkrang2, bergejolak seluruh tubuhnya, sangat girang, sampai sampai mereka seperti berjoget. Maka bersemangatlah kita dalam bersholawat kepada nabi, hadirkanlah ruh nabi pada setiap bacaan sholawat, ungkap pak thoha memberi pesan kepada jamaah. Dan hal itu di tegaskan oleh dawuhnya al Habib Mundzir bin Fuad al Musawa "Sesungguhnya hati yang tidak rindu berjumpa Sayyidina Muhammad, dan tidak tergugah untuk bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad, itu pasti hati yang terputus dari hakikat keimanan kepada baginda Nabi Muhammad, dan dari hakikat iman kepada Tuhannya Sang Nabi Muhammad saw"
..
Alhamdulillah untuk ke sekian kalinya saya masih bisa merasakan kembali manisnya memperingati maulid agung nabi Muhammad saw. Kini tempatnya berada di PonPes Himmatus Salamah Srigading Tulungagung. Ada yg berbeda peringatan maulid nabi tahun ini yaitu di isi dengan khotmil qur'an sejak waktu shubuh dan berakhir di waktu asyar. Di tambah lagi pada sore hari maulid dan tahlil bersama anak-anak kecil yg imut dan menggemaskan. Hingga malamnya di lanjut kembali maulid dengan spesifik pembacaan maulid al barzanji, karangan Syeikh Ja'far al barzanji bersama para orang tua.
..
Asyiknya maulid bersama anak2 yaitu dapat guyon sepuasnya tanpa ada jarak. Disisi lain suasana kehangatan dan keakraban dapat di bangun disini. Di tambah lagi kepolosan mereka terkadang mengundang canda dan tawa. Anak2 akan cenderung mengikuti apa yg orang dewasa lakukan, begitulah aspek imitatif berlangsung. Semoga saja dari kegiatan maulid nabi setidaknya para orang tua harus bangga dan trus memantau putra-putrinya dari ancaman virus dunia global yg menjauhkan mereka dari akhlak mulia. Semoga manivestasi akhlak agung nabi selalu memancar pada generasi penerus dalam tiap acara dan keseharianya. Lebih asyiknya dengan anak kecil yaitu ketika makan bersama, rebutan jajan, di beri hadiah dan ada yg tak kebagian pasti salah satunya ada yg menangis hehe. Mengingatkan saya pada masa kecil yg penuh dengan keasyikan. Anak kecil penuh realistis dan keriangbahagiaan, berbeda dengan orang dewasa yg penuh dengan drama dan keniscayaan.
..
Jika mulid dengan orang dewasa keuntunganya adalah mudah di kondisikan. Soal tempatpun orang dewasa cenderung manutan. Apalagi ketika kata "sholualannabi muhammad" maka bubarlah semua orang dlm sebuah majelis tersebut. hehe begitu mudahnya. Kata salah seorang bapak menyebutkan perasaan hatinya bahwa jika setiap peringatan maulid nabi jiwa saya tidak sambung utamanya saat mahalul qiyam rasanya saya amat rugi katanya. Sebab esensi atau hakikat pada rasa yg menusuk kehati itu berada pada puncak maulid itu. Kadang saya bisa menitikan air mata ketika puji2an itu berkumandang. Saya sering membayangkan betapa ganasnya penderitaan nabi ketika berdakwah di Thaif. Rasanya jika kita hidup pada zaman nabi, ingin sekali menghajar para pendurhaka nabi tersebut. Bahkan tidak hanya manusia (para pecinta) saja yg kesal, malaikatpun kesal hingga sampai menginginkan melemparkan gunung uhud ke para penduduk thaif tersebut. Namun disinilah sang akhlak qur'an berkata "jangan kau lakukan itu padanya, sungguh mereka hanya kaum yg tidak mengetahui".
.
Semoga Allah masih memperkenankan kita bersua bulan agung kelahiran Nabi di tahun mendatang. Amiiin ya rabbal alamin.
#Sholualannabi Muhammad saw
#Salam Budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Hierarki Rasa Menerbitkan Buku Perspektif Psikologi

Woks Bagaimana rasanya menulis, bagaimana rasanya jika tulisan tersebut dibukukan, terbit, beredar ke muka umum hingga tiba di hati pembaca. Tentu segala rasa itu sangat subjektif tapi sedikitnya bisa dijabarkan walaupun setiap orang punya pengalaman tersendiri. Saya punya 3 pendapat bagaimana rasanya punya buku dan sampai dibaca oleh orang lain. Secara psikologis hal itu dapat kita jabarkan secara singkat. Secara hierarkis 3 tingkatan rasa tersebut bisa kita lihat dari sejak kehadiran buku pertama hingga buku ke sekian. Pertama, akan muncul rasa bangga, senang, haru, campur aduk bahkan agak sedikit pamer atau semi-semi riya. Akan tetapi di fase ini penulis masih belum hilang rasa mindernya karena kepercayaan diri belum terbangun seutuhnya. Rasa percaya diri hanya terbangun untuk menerbitkan saja sehingga godaan untuk konsisten menulis bisa dilihat di sini. Fase ini biasanya terjadi pada buku pertama, bahkan buku antologi alias buku keroyokan pun jika lahir pertama begitu nampak berha...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...