Langsung ke konten utama

Tidur III
..
Oleh Woko utoro

Mari kita tutup tulisan sederhana tentang tidur ini dengan flashback masa kecil kita dulu. Mungkin pada saat di TPQ ataupun di madarasah diniyah kita di minta oleh sang guru untuk menghafalkan doa2 tertentu salah satunya adalah doa akan tidur
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ
Artinya dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati. 
Doa tersebut bisa membedakan mana manusia dan hewan.
Dari hal kecil itulah bagaimana pentingnya seseorang berdoa dan bagimana menyikapi fenomena di baliknya. Sungguh Allah memberikan pelajaranya kepada orang yg berfikir.
..
Kita juga sering di ceritakan tentang pemuda ashabul kahfi yg ceritanya di abadikan Allah dalam surah al Kahfi. Dimana pemuda sholeh tersebut di tidurkan oleh Allah di dalam gua selama 309 tahun, karena mereka di kejar2 oleh balatentara raja Dikyanus (Decious/xesos) yg lalim. Dan akhirnya Allah menyelamatkan mereka.
Di Indonesia pun pernah terjadi yaitu kisahnya Syeikh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunungjati dimana ketika beliau ingin shalat tahajjud namun sulit menemukan rasa khusyu lalu beliau memutuskan untuk shalat di geladak kapal. Hingga singkat ceritanya beliau sampai tertidur dan ketika terbangun beliau sudah berada di daratan cina.
Juga yg paling sering yaitu cerita jika sering terjadi seseorang yg tidur di masjid sendirian maka ia akan tersadar di pagi hari bahwa ia sudah di pindahkan posisi tidurnya oleh mahluk tidak kasat mata bisa berada di bedug atau di pelataran masjid. 
Cerita tersebut sangat gaung terasa di era zaman dulu namun kini cerita tersebut seperti hilang tanpa jejak. Jika dulu cerita tersebut sebagai sebuah pengingat, maka di era modern ini menjadi pergeseran nilai. Jangankan menjadi pesan, untuk sekedar melanggarpun seperti tiada dosa. Apalagi rasa malu seperti terasa hilang di makan zaman.
..
Dari tidurpun kita tidak hanya di ajak untuk menyelami separuh dari misterinya melainkan ada sisi penting yg lainya seperti di temukanya benzene oleh Kekule dan hal itu berdasarkan penuturan mimpi, sehingga darinyalah kita dapat menganalisis sebuah science dengan verifikasi. Tidur bisa menjadi mediator terhadap diri sendiri dalam sebuah ruang lingkup dengan nama analisis mimpi. Darinyalah kita dapat menggali informasi.
..
Indahnya islam mengatur semua aspek kehidupan mulai dari tidur sampai tidur lagi. Mungkin itulah yg di sebut kesempurnaan dalam beragama, kaffah.
Dari siklus tidur tersebut banyak para ulama yg mulia dan di muliakan oleh Allah, sekarang bagaimana cara pandang kita terhadapnya. Dulu para ulama menjadikan tidur hanya sebagai kebutuhan sampingan saja, sehingga jika dalam kitab ta'lim mutaalim lebih banyaklah melek bengi (tidak tidur, ibadah lail) jika ingin hidup mulia. Perbandingannya dengan orang zaman sekarang mungkin amat sangat jauh sekali. Apalagi di kota2 besar yg notabene beriklim sangat, yg tidak pernah tertidur, selalu beraktivitas, selalu berhubungan dengan dunia. Dan sayangnya tiada rasa mengantuk dan lelah dalam menggapai dunia yg fana ini.
..
Semoga Allah senantiasa memberkahi kita umat kanjeng Nabi Muhammad yg mulia dengan segala kemurahaNya. Yg telah menjadikan malam2 nya dengan penuh kemuliaan dengan segala rahasia2Nya. Harapan terbesar dalam diri yg penuh dengan lumuran dosa dan lupa ini semoga Allah terus menuntun hambanya ini menuju jalan lurus yg ia ridhoi, jalan iman yg lezat, jalan islam yg sejuk dan jalan ihsan yg penyayang. Sehingga dari hal semacam tidurpun manusia bisa berkaca bahwa ia bisa mulia karenanya atau bisa pula di hinakan. Kita juga bisa berharap kepada Allah sang kreator alam semesta untuk selalu bisa menghadirkan nikmat agungnya dalam tidur hambanya ini yaitu bisa bermimpi, bersua panutan alam, wajah mahluk maling sejuk, yg semua penghuni langit dan bumi mengantarkan salam kepadanya, kanjeng Nabi Muhammad saw. Juga kita sebagai hamba hanya bisa berdoa semoga Allah mematikan kita dengan keadaan sebaik-baiknya, khusnul khotimah. Dan menidurkan kita di alam barzakh dengan kondisi yg baik pula, illa yaumil qiyamah. 
#Salam Budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Hierarki Rasa Menerbitkan Buku Perspektif Psikologi

Woks Bagaimana rasanya menulis, bagaimana rasanya jika tulisan tersebut dibukukan, terbit, beredar ke muka umum hingga tiba di hati pembaca. Tentu segala rasa itu sangat subjektif tapi sedikitnya bisa dijabarkan walaupun setiap orang punya pengalaman tersendiri. Saya punya 3 pendapat bagaimana rasanya punya buku dan sampai dibaca oleh orang lain. Secara psikologis hal itu dapat kita jabarkan secara singkat. Secara hierarkis 3 tingkatan rasa tersebut bisa kita lihat dari sejak kehadiran buku pertama hingga buku ke sekian. Pertama, akan muncul rasa bangga, senang, haru, campur aduk bahkan agak sedikit pamer atau semi-semi riya. Akan tetapi di fase ini penulis masih belum hilang rasa mindernya karena kepercayaan diri belum terbangun seutuhnya. Rasa percaya diri hanya terbangun untuk menerbitkan saja sehingga godaan untuk konsisten menulis bisa dilihat di sini. Fase ini biasanya terjadi pada buku pertama, bahkan buku antologi alias buku keroyokan pun jika lahir pertama begitu nampak berha...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...