Langsung ke konten utama
Ziarah Waliyullah II
..
Oleh WOko Utoro

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ وَاِنَّا اِنْ شَآءَاللهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ.
Artinya : Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, negeri kaum mukminin. Dan kami atas kehendak Allah akan menyusul kalian.
Begitulah salam pertama yg di tujukan peziarah kepada ahlul maqbaroh (shohibal fadhilah wal karomah). Walaupun mereka sudah berada pada pusaranya, biasanya dari para peziarah tetap memberlakukanya layaknya orang yg masih hidup. Memang bagi sebagian orang menganggap bahwa para waliyullah itu hanya mati secara jasad tapi, secara ruhnya mereka masih dapat berinteraksi dengan kita.
..
Sepanjang perjalanan yg saya ketahui kini orang2 semakin gandrung dengan berziarah, utamanya berziarah ke makam walisongo. Padahal auliya Allah itu tersebar "bainal arsy wal maghrib". Tapi memang fenomena ziarah wali sangat subur di indonesia khususnya di pulau jawa. Biasanya acara tersebut di adakan sebuah komunitas, majelis ta'lim, jamiyyahan atau bahkan organisasi. Tujuan mengikuti ziarah itu sendiri tentunya bermacam2. Ada yg sekedar ingin tau makam wali itu dimana?, ada yg tujuanya ingin pariwisata, shopping, ada yg ingin mencari jati diri, ada yg mencari wangsit dan barokah bahkan ada yg ingin mencari jodoh.
..
Untuk yg mencari jati diri itu sendiri mereka berpatokan pada sebuah hadits qudsi yg berbunyi "man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu" Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya. Yang saya ketahui dalam sebuah buku bahwa ada dua rumus agar dapat memahami siapa kita sesungguhnya. Pertama, manusia adalah mahluk yg cerdas. Jika manusia tahu bahwa membuang sampah itu dapat berdampak pada kerusakan lingkungan tapi ia tetap melakukanya berarti ia bukan mahluk yg menggunakan kecerdasanya. Kedua, manusia adalah mahluk sosial yg beradab. Jika kasus penganiayaan terhadap sesama manusia masih subur di lakukan berarti ia tidak menggunkan adabnya kepada sesamanya. Maka dari itu setiap fenomena yg ada di dunia ini dpt menjadikan kita ladang i'tibar. Dengan demikian maka istilahnya ialah "A question mind" batin yg selalu bertanya dan pemandunya adalah yg menunjukan jalan bagi sebagian pencari itu. Orang jawa bilang "memayu hayuning bawono" semua di niatkan ibadah kpd sang khalik. Begitulah jatidiri sesungguhnya. Bentuk kepasrahan dan pengabdian. Berbahagialah anda yg selalu di hiasi Nurullah.
..
Jika yg di cari adalah jodoh tentunya sebuah kesalahan jika wali adalah perantaranya. Justru hanya kepada Allah lah kita memohon dan meminta. Tapi saya berfikir sederhana mengenai peziarah yg bertujuan mencari jodoh. Dalam eksperimen yang dilakukan Dr. Arthur Aron dan timnya, membuktikan bahwa ternyata dua orang bisa saling jatuh cinta hanya dengan saling bertanya jawab. Setelah menjawab pertanyaan, mereka saling menatap satu sama lain selama beberapa menit, kemudian tersenyum dan jatuh cinta. Begitulah ketika ada salah satu peziarah yg saling bertemu pandang di daerah objek wisata religi itu. Maka pantas saja ada istilah mengatakan pandangan pertama itu memang utama. Namun perlu di ingat bahwa yg utama dari tujuan berziarah adalah mengingat hari akhirat. Hal itu hanya menjadi pelengkap saja atau bahasa chef ialah "bumbu penyedap".
..
Sabda Nabi SAW kepada kita ummatnya yaitu "cukuplah kematian sebagai penasihat kehidupan". Pesan itulah yg menjadikan esensi dari ziarah menjadi utama. Selain dari pesan nabi itu tentunya kita sebagai umatnya di perintahkan untuk mencintai baginda nabi. Karena cinta kepada nabi adalah sebaik2 cinta yg akan mengantarkan kita pada mahabbatullah. Karena beliau adalah orang yg mengajarkan Islam yg sejuk ini. Sehingga kebanyakan para auliya Allah berhubungan nasab sampai pada beliau.
..
Mari kita senandungkan sholawat burdah karya Syeikh Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri (610-695H/1213-1296 M). Sebagai rasa cinta kita kepada sang baginda Nabi SAW " Ya rabbi bil musthafa balligh maqashidana waghfirlana maa madha ya waasi'ah karami. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatnya kepada kita semua.
Selamat merenung..
#Sarkub
#Salam budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Hierarki Rasa Menerbitkan Buku Perspektif Psikologi

Woks Bagaimana rasanya menulis, bagaimana rasanya jika tulisan tersebut dibukukan, terbit, beredar ke muka umum hingga tiba di hati pembaca. Tentu segala rasa itu sangat subjektif tapi sedikitnya bisa dijabarkan walaupun setiap orang punya pengalaman tersendiri. Saya punya 3 pendapat bagaimana rasanya punya buku dan sampai dibaca oleh orang lain. Secara psikologis hal itu dapat kita jabarkan secara singkat. Secara hierarkis 3 tingkatan rasa tersebut bisa kita lihat dari sejak kehadiran buku pertama hingga buku ke sekian. Pertama, akan muncul rasa bangga, senang, haru, campur aduk bahkan agak sedikit pamer atau semi-semi riya. Akan tetapi di fase ini penulis masih belum hilang rasa mindernya karena kepercayaan diri belum terbangun seutuhnya. Rasa percaya diri hanya terbangun untuk menerbitkan saja sehingga godaan untuk konsisten menulis bisa dilihat di sini. Fase ini biasanya terjadi pada buku pertama, bahkan buku antologi alias buku keroyokan pun jika lahir pertama begitu nampak berha...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...