Langsung ke konten utama

Keunikan Sahabat Facebook

1.Up date status tiap menit. (ping....ping...ping)
2.Setiap momen apa saja pasti di status. (otw kamar mandi)
3.Menggambarkan keadaan. (sedihhnye....(bete amat gue...(ciee yg lagi....??)
4.Sedikit religius. (Alhamdulillah ya Allah...(slamat lebaran...mohon maàf ya....(barokallah fi umrik...)
5.Status tentang Cowo kesayangan tapi...cowonya ORA IYA ORA MBUH...(ia nggak say...(qm tuh ngangenin bgts....(lg pngen cm kmu..)
6.Buat STATUS panjang kaya KORAN (status apa jalan kereta mas..wkwkw)
7.Status cuma buat REKOR LIKE alias sakit jempol. (sumpah ngelike ini MASUK SURGA....(surgae mbahmu ea...(tolong bantu like ea video aku...buat tugas..hehe)
8.Status buat Dakwah. (Sesungguhnya Allah berfirman...(Rasul juga bersabda...(Menurut Al-Imam....)
9.Penyebar Hoax, adu kambing, makar, fitnah, provokasi, demo dkk. (Sumpah dia penghina islam...ayoo ramai-ramai perangi...(Dasar penista.....(vitalkannnn .....(dia telah Kap*r)
10.Ladang promosi dan kampanye. (pilih saya...klo saya jadi.....pasti...??( beli produk saya...dijaminn....?? (Jangan lupa...pilih No..jika mau...??)
11.Undangan Universal. (kepada semua sahabat datang ea ke wedding akyu...All...( semua pasukan segera merapat....(ayame wis mateng ayoo tahlil...)
12.Gak ada status cuma foto selfie....
13.Fb sendiri suka bertutur. (Dia sedang Ultah hari ini...(Apa yg kmu fikirkan...(Dia mengomentari...(Dia mengubah PPnya...( Dia berasama....)
14.Doa di dinding fb (Robbana....(Allhumma.....(Mudah2 kita...dapat...??)
15.Tidak terasa yg Nulis status sama yg BACA pernah mengalami METAMORFOSA (ALAY, COLAY, BOLAY, NARSIS, RADUE ISIN dll) haha
16.UNTUK TAMBAHAN KEUNIKAN LAINYA...(Tulis dewek saja ea....gahahahahaha)
17.Dimanakah posisi Anda....sahabat.??? Sangat lucu ya diri ini, klo di fikir2. ketwa sendiri....nangis sendiri.....marah sendiri...sampai2 SENDIRI TIDAK SADAR atau TIDAK SADARKAN DiRI hahahahah....

Bertaqwalah....
#Salam budaya
#Wokolicious

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Pecinta Amatiran

Woko Utoro  Kiai M. Faizi pernah ditanya apa yang ingin beliau lakukan setelah memahami sastra. Kata beliau, "Saya ingin menjadi amatir". Bagi Kiai M. Faizi menjadi amatir berarti tidak akan disebut mahir. Orang amatir akan selalu dianggap masih belajar. Orang belajar bisa saja salah. Walaupun begitu salah dalam belajar akan disebut wajar. Berbeda lagi ketika orang disebut mampu alias mumpuni. Masyarakat menganggap jika orang ahli bahkan profesional haruslah perfect. Mereka selalu dianggap tak pernah salah. Dan memang sesuai dengan pikiran kebanyakan orang jika sempurna itu harus tanpa noda. Akibat stigma ahli dan profesional masyarakat berespektasi harus sempurna. Masyarakat lupa bahwa setiap orang tidak bisa menghindar dari celah. Dalam arti bahwa setiap orang bisa saja pernah salah. Soal ini tentu yang terbaru adalah kasus Gus Miftah. Kasus Gus Miftah dianggap menghina pedagang es teh karena umpatan gobloknya menjadi viral. Pertanyaan kita mengapa netizen selalu brutal dal...

Kebudayaan Agraris Padi Digantung di Rumah

Woks Kebudayaan kita memang kaya baik budaya yang lahir dari peradaban pesisir, sungai ataupun petani. Kebudayaan agraris utamanya di Jawa dan Bali pasti tidak akan melupakan sosok Dwi Sri sebagai jelmaan atau simbol kesuburan. Nama ini selalu menjadi tokoh utama apalagi ketika musim tanam dan panen tiba. Dalam berbagai sumber termasuk cerita yang berkembang, orang-orang Jawa khususnya sangat menghormati tokoh Dwi Sri sebagai aktor lahirnya padi yang menjadi makanan pokok sehari-hari. Ia juga dipercaya sebagai penunggu daerah gunung dan bumi begitu juga dengan Nyai Roro Kidul penguasa lautan. Salah satunya tradisi yang sering kita jumpai yaitu budaya menggantungkan padi di atas dapur, depan pintu rumah dan lumbung padi. Tradisi ini tentu sudah berkembang sejak lama. Entah apa motifnya yang jelas orang-orang tua dulu begitu menghormati dan tidak melupakan nilai-nilai kearifan yang ada di dalamnya. Dalam bahasa Sunda, padi dikenal dengan nama “paparelean’ karena kakek nenek sangat bingun...