Mengabadikan Diri dengan Musik
..
Bang Woks
Banyak cara agar hidup menjadi berarti, bagi diri sendiri tentunya. Namun lagi-lagi dengan persepsi orang lain semua itu akan nampak berbeda. Diri sendirilah memang yang tau apa yang di butuhkan, termasuk soal penyaluran hasrat agar hidup sedikit melayang ke langit bahagia, walaupun bersifat sesaat.
Salah satu cara agar hidup merasa bahagia adalah dengan cara merasuk ke dalam alunan melodi musik. Bahkan ada beberapa kalangan ahli sufi yang metode dzikirnya menggunakan sarana alunan musik. Bahkan musiklah yang mengilhami sarjana barat untuk mengembangkan menjadi terapi musik.
..
Dalam kehidupan sehari-haripun kita tidak pernah terlewati satu detikpun dengan suara musik. Bahkan denting gerit daun pintu bambu pun bisa menjadi musik. Sehingga terdapat banyak macam pola yang saya temui utamanya ketika melodi mulai meninggi. Rasa semangat seperti sebuah pacuan kuda walau sesaat. Cucuran keringat seperti hanya bagaian dari pernik garam alami yg di keluarkan tubuh. Rasanya semua tak berasa, semua telah di rasuki oleh alunan dari setiap notasi yang mendayu. Sehingga siapa saja di buainya akan merasa ektase, tak sadar diri yang sejatinya ia telah di bawanya tidur dan menari.
Salah satu hal yang membuatnya terjadi adalah karena momen tidak akan terulang kembali dan di sisi lain sebagai sebuah pelampiasan sesaat dari sibuknya jam kuliah yang selalu menjenuhkan dari setiap otonomi yg di miliki tubuh. Begitulah musik yang sudah merasuk dalam balutan sebuah konser. Dimana muda mudilah yang selalu terdepan disana.
..
Musik begitulah kiranya, adalah salah satu perangkat suara yang telah membius siapa saja yang mendengarnya. Tapi tak jarang pula pendengarnya pergi meninggalkan suara musik tersebut karena baginya musik tersebut terlalu membosankan. Musik menjadi salah satu kambing hitam yang membuat suasana tenang jadi hilang.
Berkaitan itu pula terlepas dari pro kontra para ulama terkait keharamanya bermain musik atau hanya sekedar mendengarkanya. Kita di tuntuk untuk bijak dalam menilai musik, tentunya dengan sudut pandang yang berbeda. Sederhananya adalah, selagi musik itu berdampak baik, mengapa keselarasan harmoni yang tentunya harus di ciptakan dari pada kita sibuk memikirkan hukum dan berujung pada pertengkaran pula (hukum). Biarlah orang memiliki ladangnya sendiri, dan tentunya kita harus pula fokus terhadap ladang kita yang akan di tanami apa dan bagaimana pula cara merawatnya.
..
Jika kamu tidak suka musik, tidak suka genre dan segala aliran musik maka diam lebih baik dari pada berkata frontal. Karena sejatinya Tuhan hanya sedang mengujimu, apakah dengan adanya musik kau dapat berfikir atau kau akan berbuat ka**r. Kan tentu hanya bagi orang-orang yang berfikir. Mari abadikanlah dirimu bersama musik Tuhan yang mendayu, dari setiap nadanya mengandung makna syukur dan lafadz yang mulia. Dawainya mengeluarkan petikan ketentraman jiwa, siulanya berhembua dalam kesejukan hati serta merasuk dalam lubang lubang resonansi harmoni alam raga nan sejati.
#Salam_Budaya
..
Bang Woks
Banyak cara agar hidup menjadi berarti, bagi diri sendiri tentunya. Namun lagi-lagi dengan persepsi orang lain semua itu akan nampak berbeda. Diri sendirilah memang yang tau apa yang di butuhkan, termasuk soal penyaluran hasrat agar hidup sedikit melayang ke langit bahagia, walaupun bersifat sesaat.
Salah satu cara agar hidup merasa bahagia adalah dengan cara merasuk ke dalam alunan melodi musik. Bahkan ada beberapa kalangan ahli sufi yang metode dzikirnya menggunakan sarana alunan musik. Bahkan musiklah yang mengilhami sarjana barat untuk mengembangkan menjadi terapi musik.
..
Dalam kehidupan sehari-haripun kita tidak pernah terlewati satu detikpun dengan suara musik. Bahkan denting gerit daun pintu bambu pun bisa menjadi musik. Sehingga terdapat banyak macam pola yang saya temui utamanya ketika melodi mulai meninggi. Rasa semangat seperti sebuah pacuan kuda walau sesaat. Cucuran keringat seperti hanya bagaian dari pernik garam alami yg di keluarkan tubuh. Rasanya semua tak berasa, semua telah di rasuki oleh alunan dari setiap notasi yang mendayu. Sehingga siapa saja di buainya akan merasa ektase, tak sadar diri yang sejatinya ia telah di bawanya tidur dan menari.
Salah satu hal yang membuatnya terjadi adalah karena momen tidak akan terulang kembali dan di sisi lain sebagai sebuah pelampiasan sesaat dari sibuknya jam kuliah yang selalu menjenuhkan dari setiap otonomi yg di miliki tubuh. Begitulah musik yang sudah merasuk dalam balutan sebuah konser. Dimana muda mudilah yang selalu terdepan disana.
..
Musik begitulah kiranya, adalah salah satu perangkat suara yang telah membius siapa saja yang mendengarnya. Tapi tak jarang pula pendengarnya pergi meninggalkan suara musik tersebut karena baginya musik tersebut terlalu membosankan. Musik menjadi salah satu kambing hitam yang membuat suasana tenang jadi hilang.
Berkaitan itu pula terlepas dari pro kontra para ulama terkait keharamanya bermain musik atau hanya sekedar mendengarkanya. Kita di tuntuk untuk bijak dalam menilai musik, tentunya dengan sudut pandang yang berbeda. Sederhananya adalah, selagi musik itu berdampak baik, mengapa keselarasan harmoni yang tentunya harus di ciptakan dari pada kita sibuk memikirkan hukum dan berujung pada pertengkaran pula (hukum). Biarlah orang memiliki ladangnya sendiri, dan tentunya kita harus pula fokus terhadap ladang kita yang akan di tanami apa dan bagaimana pula cara merawatnya.
..
Jika kamu tidak suka musik, tidak suka genre dan segala aliran musik maka diam lebih baik dari pada berkata frontal. Karena sejatinya Tuhan hanya sedang mengujimu, apakah dengan adanya musik kau dapat berfikir atau kau akan berbuat ka**r. Kan tentu hanya bagi orang-orang yang berfikir. Mari abadikanlah dirimu bersama musik Tuhan yang mendayu, dari setiap nadanya mengandung makna syukur dan lafadz yang mulia. Dawainya mengeluarkan petikan ketentraman jiwa, siulanya berhembua dalam kesejukan hati serta merasuk dalam lubang lubang resonansi harmoni alam raga nan sejati.
#Salam_Budaya
Komentar
Posting Komentar