Mengantri Pendaftaran PPL
..
Bang Woks
Menarik sekali pada malam hari 11 april 2018. Sekitar pukul 00:15 wib hingga menjelang pukul 01:00 dini hari, sejumlah mahasiswa sibuk dan berjibaku dengan beberapa laptop di hadapanya. Bukan tanpa alasan apapun, melainkan hal yang mereka lakukan pada malam hari itu adalah menunggu dan bergegas untuk berebut mendaftarkan diri mereka pada program lanjutan setelah KKN (Kuliah Kerja Nyata) yaitu PPL. Padahal malam semakin larut dan memang seharusnya jam-jam tersebut adalah waktu yang kebanyakan orang pergunakan untuk istirahat. Dan nyatanya hari esok pun masih ada.
..
Seperti yang saya lihat fenomena orang-orang berebut antrian pendaftaran PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) tersebut di dominasi oleh kaum hawa. Untuk kaum adam lebih cenderung santai dan tidak terlalu memikirkan hal itu.
Bagi saya dalam sedikit analisis jika kita pahami dari peristiwa tersebut, ternyata bisa membuat kita berfikir bahwa, mengapa hal itu bisa terjadi dan apa pula penyebabanya, serta beberapa pertanyaan lain yang akan mewakilinya?. Dan tentunya hal itu bukan tanpa alasan, melainkan menjadikan suatu keadaan yang memaksanya untuk bertindak.
..
Dalam sudut pandang psikologi salah satu penyebab mengapa mereka rela berlarut-larut demi bersegera dalam mendaftar program PPL, ialah karena kecemasan atau ke khawatiran akan kehabisan kuota dalam PPL atau bahkan cenderung pragmatis, ingin menentukan tempat PPL, termasuk konsep pertimbangan biaya akomodasi, tempat dan relasi niat dan tentunya yang menguntungkan bagi dirinya. Karena kecemasan itu sendiri dapat didefininisikan suatu keadaan perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidak tentuan, atau takut dari kenyataan atau persepsi ancaman sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal (Stuart and Sundeens, 1998).
..
Dalam sudut pandang yang lain, fenomena tersebut sering di kaitkan sebagai sebuah tatanan bahwa kognitif dan peranan kesadaran mereka masih dalam level rendah. Sehingga jika mereka mau sedikit berfikir dan membuka sedikit logikanya, pasti mereka akan menuliskan beberapa kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Seperti sebuah pertanyaan, apakah tiada hari esok lagi kah?, apakah benar-benar kuota akan habis. Tentu pihak pengelola lebih paham masalah ini.
..
Jika peristiwa tersebut di hubungkan dengan hal agama maka, hal demikian hampir mirip dengan konsepsi manusia dan pahala, itu pun jika mereka sadar. Bayangkan saja salah satu contohnya, jika manusia mengetahui akan rahasia yang ada dalam shalat sunnat qobliyah shubuh maka niscaya mereka akan menujunya walaupun dengan merangkak. Ada lagi seperti rahasia di balik mengapa Allah ciptakan hewan-hewan yang kecil yang sepertinya tampak tak berguna, padahal hal tersebut di ciptakan agar manusia dapat berfikir.
..
Intinya dari hal-hal yang terjadi di atas dapat mengajak kita untuk berfikir kedepan dan menggunakan fikiran yang jernih. Karena keberhasilan mahasiswa adalah bisa membuka fikiran dan dapat membuka serangkaian solusi. Justru tidak terkurung darang ruang-ruang kelas yang memenjarakan. Berfikir kritis adalah salah satu cara menghayati setiap peristiwa. Dan itulah salah satu jalanya.
Dan ternyata benarkan pendaftaran PPL itu di buka bukan jam 00:00 melainkan jam 07:00 pagi. wkwkwk
#Salam_Budaya
..
Bang Woks
Menarik sekali pada malam hari 11 april 2018. Sekitar pukul 00:15 wib hingga menjelang pukul 01:00 dini hari, sejumlah mahasiswa sibuk dan berjibaku dengan beberapa laptop di hadapanya. Bukan tanpa alasan apapun, melainkan hal yang mereka lakukan pada malam hari itu adalah menunggu dan bergegas untuk berebut mendaftarkan diri mereka pada program lanjutan setelah KKN (Kuliah Kerja Nyata) yaitu PPL. Padahal malam semakin larut dan memang seharusnya jam-jam tersebut adalah waktu yang kebanyakan orang pergunakan untuk istirahat. Dan nyatanya hari esok pun masih ada.
..
Seperti yang saya lihat fenomena orang-orang berebut antrian pendaftaran PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) tersebut di dominasi oleh kaum hawa. Untuk kaum adam lebih cenderung santai dan tidak terlalu memikirkan hal itu.
Bagi saya dalam sedikit analisis jika kita pahami dari peristiwa tersebut, ternyata bisa membuat kita berfikir bahwa, mengapa hal itu bisa terjadi dan apa pula penyebabanya, serta beberapa pertanyaan lain yang akan mewakilinya?. Dan tentunya hal itu bukan tanpa alasan, melainkan menjadikan suatu keadaan yang memaksanya untuk bertindak.
..
Dalam sudut pandang psikologi salah satu penyebab mengapa mereka rela berlarut-larut demi bersegera dalam mendaftar program PPL, ialah karena kecemasan atau ke khawatiran akan kehabisan kuota dalam PPL atau bahkan cenderung pragmatis, ingin menentukan tempat PPL, termasuk konsep pertimbangan biaya akomodasi, tempat dan relasi niat dan tentunya yang menguntungkan bagi dirinya. Karena kecemasan itu sendiri dapat didefininisikan suatu keadaan perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidak tentuan, atau takut dari kenyataan atau persepsi ancaman sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal (Stuart and Sundeens, 1998).
..
Dalam sudut pandang yang lain, fenomena tersebut sering di kaitkan sebagai sebuah tatanan bahwa kognitif dan peranan kesadaran mereka masih dalam level rendah. Sehingga jika mereka mau sedikit berfikir dan membuka sedikit logikanya, pasti mereka akan menuliskan beberapa kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Seperti sebuah pertanyaan, apakah tiada hari esok lagi kah?, apakah benar-benar kuota akan habis. Tentu pihak pengelola lebih paham masalah ini.
..
Jika peristiwa tersebut di hubungkan dengan hal agama maka, hal demikian hampir mirip dengan konsepsi manusia dan pahala, itu pun jika mereka sadar. Bayangkan saja salah satu contohnya, jika manusia mengetahui akan rahasia yang ada dalam shalat sunnat qobliyah shubuh maka niscaya mereka akan menujunya walaupun dengan merangkak. Ada lagi seperti rahasia di balik mengapa Allah ciptakan hewan-hewan yang kecil yang sepertinya tampak tak berguna, padahal hal tersebut di ciptakan agar manusia dapat berfikir.
..
Intinya dari hal-hal yang terjadi di atas dapat mengajak kita untuk berfikir kedepan dan menggunakan fikiran yang jernih. Karena keberhasilan mahasiswa adalah bisa membuka fikiran dan dapat membuka serangkaian solusi. Justru tidak terkurung darang ruang-ruang kelas yang memenjarakan. Berfikir kritis adalah salah satu cara menghayati setiap peristiwa. Dan itulah salah satu jalanya.
Dan ternyata benarkan pendaftaran PPL itu di buka bukan jam 00:00 melainkan jam 07:00 pagi. wkwkwk
#Salam_Budaya
Komentar
Posting Komentar