Langsung ke konten utama
Ramadhan: Sebuah Nuansa Kerinduan
..
Bang Woks
"...dua kali puasa dua kali lebaran, abang tak pulang-pulang sepucuk surat tak datang..".
Anda mungkin ingat dengan penggalan syair lagu yang di nyanyikan Ade Irma tersebut. Jika ya, pastinya lagu tersebut selain menceritakan kerinduan seseorang terhadap suaminya di negeri rantau, disisi yang lain pula bernilai sebagai sebuah kerinduan batin bahwa ramadhan adalah moment berkumpul yang spesial dan sakral. Sehingga akan memunculkan beberapa pertanyaan, sudah sejauhmanakah perasaan anda terhadap tradisi ramadhan dan pernak-perniknya? atau adakah perasaan yang tertinggal setiap bulan ramadhan tiba?.
Pertanyaan tersebutlah yang sering menggelayuti pikiran batin kita. Apalagi posisi kita tidak dalam keadaan berdekataan dengan keluarga tercinta. Walaupun sejatinya kita adalah penduduk asli sekalipun, perasaan rindu tersebut selalu hadir dalam setiap peristiwa yang mungkin pernah kita lalui. Karena kita tidak akan pernah lagi menemui nuansa ramadhan yang sama percis dengan apa yang kita idamkan dulu. Barangkali salah satu faktornya karena salah satu dari anggota keluarga kita telah tiada. Maka dari itu perjumpaan antara kita dan ramadhan adalah salah satu kenikmatan yang tak terhingga besarnya.
Dalam psikologi, kerinduan manusia sering muncul setidaknya karena dua hal. Pertama, karena hasil endapan masa lalu yang tersimpan dalam memori alam bawah sadar yang setelah lama muncul kembali, karena rangsangan oleh daya ingat dan lingkungan. Dan kedua, karena manusia adalah mahluk yang nativisme, yaitu adanya sifat dan sikap yang dibawa sejak lahir. Dari dua analisis itulah sebabnya seseorang selalu merasakan kerinduan, apalagi di momen ramadhan ala Indonesia yang menyuguhkan kearifan (local wisdom), sebagai sebuah pelajaran hidup unik dalam hati. Yang di daerah lain tidak dapat di temui kecuali di Indonesia ini.
Tentunya saat ramadhan tiba, yang di rindukan bukanya hanya ritualitas puasanya saja, melainkan hampir semua aspek kehidupan mulai dari, takjil nya, menu berbuka, tradisi bersantap sahur, membangunkan orang sahur, tradisi megengan, tarawih, sampai bagi-bagi takjil on the street. Dan tentunya bagi para perantau bukan hanya itu saja yang di rindu, tapi suasana berkumpulnya bersama keluarga hingga suasana nan fitri tiba. Yang kadang mengundangan air mata haru dan penuh syukur.
Bahkan Nabi Muhammad SAW juga pernah merasakan rindu terhadap kota Makah tempat kelahiran beliau, ketika beliau 10 tahun berada di kota Madinah.
Jika anda ingin merasakan rindu yang amat mendalam selama bulan puasa ini, saya sarankan merantaulah. Karena dengan merantau kau akan tahu kenapa kau harus pulang, agar kau tau siapa yang kau rindu.
Pepatah Arab berkata: "Lau jama'tu ayyaama umri min farohin... maa tusaawie lahdzota min wakti ma'aki". (Kalaulah aku kumpulkan saat-saat gembira dalam hidupku, semuanya tidak akan dapat menyamai indahnya waktu yang aku habiskan denganmu).
Semoga kita jumpa lagi kawan dengan ramadhan dan segala keunikanya. Semoga kita menjadi manusia yang terus kembali ke jati diri.
#Salam_Budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Tuan Krabb, Uang dan Ajaran Zuhud

             ( Sumber gambar canva.com) Woks Jika anda penikmat serial kartun Spongebob Squarepants tentu tak asing dengan tokoh Eugene H. Krabs atau biasa disapa tuan Krab. Ia adalah tokoh kartun dengan jenis kepiting. Ia merupakan majikan dari Spongebob dan Squidward, pemilik restoran cepat saji paling terkenal selautan yaitu Krusty Krabs. Restoran yang menyajikan Krabby Patty alias Burger itu selalu berseteru dengan saingan utamanya yaitu Seldon Plankton. Tapi bukan itu yang dibahas, melainkan perilaku dari sang pemilik restoran yaitu tuan Krabs. Tuan Krab seperti judul tulisan ini ialah sosok yang digambarkan sebagai pecinta uang. Bahkan kecintaan kepada uang melebihi sayangnya pada anak semata wayangnya yaitu Pearl. Stephen Hillenburg sebagai pencipta tokoh kartun tersebut begitu ciamik dalam menyajikan karakter pada tokoh tuan Krab tersebut. Ia bahkan berhasil menciptakan penonton yang membuat gemas saat tuan Krab kikir terhadap karya...

Pesan Untuk Temanten

Woko Utoro  Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Widayanti untuk hadir dipernikahannya. Saya bilang tidak bisa, selain karena kesibukan tentu sebagai artis jadwal bookingnya mahal (kami pun tertawa). Widayanti adalah adik kelas kami sejak di MTs, Aliyah hingga kuliah. Kebetulan kami satu almamater yaitu Nurul Hikmah Squad baik di Gantar maupun Haurgeulis. Singkat kisah Widay sapaan akrabnya mengabari saya jika ia pamit untuk menikah. Saya bilang oke ndak papa, semoga lancar dan berkah. Lantas ia pun langsung meminta agar saya memberi nasihat. Tanpa berlama-lama saya pun menuliskan spesial buatnya. Dan memang hanya itu yang saya mampu. Pesan ini tentu tidak hanya untuk Widay tapi semua orang dan saya secara pribadi. Pertama,  berkaitan dengan nikah sudah jelas yaitu bertujuan untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya. Melahirkan generasi terbaik dan tujuan menggapai ridha Allah SWT. Tidak ada pesan lain kecuali segala sesuatu bersandar kepada Allah SWT. Kedua , saya dapat pe...