Para Pendekar Ro'an
..
Bang Woks
"Kenikmatan itu bukan soal seberapa besar kita memiliki harta, melainkan seberapa sering kita bersua kawan dalam indahnya kebersamaan". Begitulah kiranya, kalimat pembuka sebagai sebuah rasa syukur bahwa hidup sesederhana apapun adalah sebuah kenikmatan tersendiri bagi para penimba ilmu sejati. Rasa dari apa yang pernah terlukiskan itu salah satunya berada di pondok pesantren, sehingga berbangga dan bahagialah anda jika dulu pernah merasakan rasanya nyantri. Bertemu kyai, bu nyai, kitab-kitab, tradisi santri, senda gurau, acara asrama, hingga santri putri yang penuh tawadhu. Bagi anda yang sudah alumni, mungkin kini anda sedang berfikir "ahh rasanya indah ketika mengingat masa-masa itu, kapan ya bisa kembali kemasa itu?".
..
Salah satu tradisi pesantren yang penuh makna, yang selalu di elu-elukan beberapa santri ialah tradisi ro'an. Tradisi ini dalam beberapa referensi berasal dari bahasa jawa yang berarti bersama-sama. Atau ada yang mengatakan dari bahasa arab, yaitu tabaraka' tabarukan, artinya mengharap kebaikan. Tapi perlu di ingat pula, tradisi itu hanya bagi sebagian santri para pegiat ngalap barokah kyai dan tempat mulia itu adalah salah satu kegiatan yang mengasyikan, tapi di satu sisi adalah sebuah hukuman (khusus santri ndableg).
..
Dari ro'an tersebut saya dapat belajar banyak hal. Mungkin inilah yang selama ini sebagai sebuah konsep pendidikan karakter yang harus di gaungkan kembali, yang sekarang hampir tergerus zaman. Padahal jika kita ketahui maknanya amat banyak seperti, dalam ro'an itu terdapat budaya gotong-royong antar sesama santri. Apalagi jika santri berjumlah ribuan, maka secara tidak sadar mereka akan berlomba-lomba dalam memainkan alat kebersihanya demi lingkungan pondok tercinta. Biasanya ada kata motivasi yang tertera di badan bangunan pondok "resik pondok ku, nyaman santri ku".
..
Filosofi membersihkan lingkungan pondok tersebut tidak hanya kering dalam pemaknaan membersihkan saja, melainkan ada makna esoteris di dalamnya seperti sebuah perlambang dari pembersihan hati dari segala penyakit yang mengelayutinya. Karena ibarat kaca yang berdebu, maka harus sering-sering di bersihkan, sama halnya dengan hati manusia. Disisi yang lain ro'an telah mengajarkan good habbit (kebiasaan yang baik) yang bisa di bawa santri ketika pulang nanti ke kampung halaman. Ro'an sendiri di maknai sebagai salah satu penghayatan hidup dalam konsep ekosufisme (mencintai alam, sesama manusia dan lebih lagi Allah sang maha pencipta).
..
Kegiatan ro'an sendiri di laksanakan pada setiap jadwal yang telah di sepakati. Biasanya jumsih (jum'at bersih), satu bulan sekali, atau pada saat acara kepesantrenan (seminar, haul, haflah, dan sebagainya). Hal tersebut sebagai sebuah kepatuhan terhadap kyai dan bentuk kesadaran diri bahwa dia sedang berada dalam dunia yang sejatinya menuntut untuk shaleh sosial dan ritual. Dalam ajaran tasawuf di kenal dengan istilah suhbah (kepatuhan antara guru dan murid), yang juga akan menghasilkan sikap itsar (mementingkan kepentingan orang lain di atas diri sendiri) dan jika hal itu tercipta pada generasi muda maka mereka akan bergelar futuwwah (sikap kepahlawanan).
..
Mengambil motto salah satu organisasi kepemudaan NU, semoga kita adalah salah satu santri yang akan terus belajar demi menghilangkan kebodohan dan mengangkat derajat orang tua, juga terus berjuang dalam mengembangkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin, serta bertaqwa sebagai sebuah jalan akhir menuju keridhoan Allah swt.
Mari ro'an berduaan....wkwkw
#Salam_budaya
#Santri_Himmatus_Salamah
..
Bang Woks
"Kenikmatan itu bukan soal seberapa besar kita memiliki harta, melainkan seberapa sering kita bersua kawan dalam indahnya kebersamaan". Begitulah kiranya, kalimat pembuka sebagai sebuah rasa syukur bahwa hidup sesederhana apapun adalah sebuah kenikmatan tersendiri bagi para penimba ilmu sejati. Rasa dari apa yang pernah terlukiskan itu salah satunya berada di pondok pesantren, sehingga berbangga dan bahagialah anda jika dulu pernah merasakan rasanya nyantri. Bertemu kyai, bu nyai, kitab-kitab, tradisi santri, senda gurau, acara asrama, hingga santri putri yang penuh tawadhu. Bagi anda yang sudah alumni, mungkin kini anda sedang berfikir "ahh rasanya indah ketika mengingat masa-masa itu, kapan ya bisa kembali kemasa itu?".
..
Salah satu tradisi pesantren yang penuh makna, yang selalu di elu-elukan beberapa santri ialah tradisi ro'an. Tradisi ini dalam beberapa referensi berasal dari bahasa jawa yang berarti bersama-sama. Atau ada yang mengatakan dari bahasa arab, yaitu tabaraka' tabarukan, artinya mengharap kebaikan. Tapi perlu di ingat pula, tradisi itu hanya bagi sebagian santri para pegiat ngalap barokah kyai dan tempat mulia itu adalah salah satu kegiatan yang mengasyikan, tapi di satu sisi adalah sebuah hukuman (khusus santri ndableg).
..
Dari ro'an tersebut saya dapat belajar banyak hal. Mungkin inilah yang selama ini sebagai sebuah konsep pendidikan karakter yang harus di gaungkan kembali, yang sekarang hampir tergerus zaman. Padahal jika kita ketahui maknanya amat banyak seperti, dalam ro'an itu terdapat budaya gotong-royong antar sesama santri. Apalagi jika santri berjumlah ribuan, maka secara tidak sadar mereka akan berlomba-lomba dalam memainkan alat kebersihanya demi lingkungan pondok tercinta. Biasanya ada kata motivasi yang tertera di badan bangunan pondok "resik pondok ku, nyaman santri ku".
..
Filosofi membersihkan lingkungan pondok tersebut tidak hanya kering dalam pemaknaan membersihkan saja, melainkan ada makna esoteris di dalamnya seperti sebuah perlambang dari pembersihan hati dari segala penyakit yang mengelayutinya. Karena ibarat kaca yang berdebu, maka harus sering-sering di bersihkan, sama halnya dengan hati manusia. Disisi yang lain ro'an telah mengajarkan good habbit (kebiasaan yang baik) yang bisa di bawa santri ketika pulang nanti ke kampung halaman. Ro'an sendiri di maknai sebagai salah satu penghayatan hidup dalam konsep ekosufisme (mencintai alam, sesama manusia dan lebih lagi Allah sang maha pencipta).
..
Kegiatan ro'an sendiri di laksanakan pada setiap jadwal yang telah di sepakati. Biasanya jumsih (jum'at bersih), satu bulan sekali, atau pada saat acara kepesantrenan (seminar, haul, haflah, dan sebagainya). Hal tersebut sebagai sebuah kepatuhan terhadap kyai dan bentuk kesadaran diri bahwa dia sedang berada dalam dunia yang sejatinya menuntut untuk shaleh sosial dan ritual. Dalam ajaran tasawuf di kenal dengan istilah suhbah (kepatuhan antara guru dan murid), yang juga akan menghasilkan sikap itsar (mementingkan kepentingan orang lain di atas diri sendiri) dan jika hal itu tercipta pada generasi muda maka mereka akan bergelar futuwwah (sikap kepahlawanan).
..
Mengambil motto salah satu organisasi kepemudaan NU, semoga kita adalah salah satu santri yang akan terus belajar demi menghilangkan kebodohan dan mengangkat derajat orang tua, juga terus berjuang dalam mengembangkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin, serta bertaqwa sebagai sebuah jalan akhir menuju keridhoan Allah swt.
Mari ro'an berduaan....wkwkw
#Salam_budaya
#Santri_Himmatus_Salamah
Komentar
Posting Komentar