Langsung ke konten utama
Sejarah Al JABAR
Jika mendengar kata al jabar tentu kita akan menganggapnya bahwa itu adalah aljabar yang berasal dari bahasa arab الجبر (al-jabr secara harfiah berarti "pengumpulan kembali bagian yang rusak") istilah ini diambil dari judul buku Ilm al-jabr wa'l-muḳābala karya matematikawan dan astronom Persia, Al-Khwarizmi (Wikipedia). Atau al jabar adalah benang pemersatu dari hampir semua bidang matematika.
Bukan itu ternyata, Al Jabar adalah sebuah akronim yang memiliki kepanjangan "Aliansi Mahasiswa Jawa Barat". Setelah itu orang-orang masih bertanya, kata Al Jabar sendiri jika mengandung kata mahasiswa, berarti tidak nyambung, katanya. Maka jawabnya adalah ia bagaikan anggota isim yang selalu dirafa’kan ialah maf’ul yang tidak disebutkan fa’ilnya atau dikenal juga dengan istilah na’ibul fa’il. Sehingga kata mahasiswa itu sudah merasuk dalam tubuh "Al". hehe
..
Al Jabar adalah sebuah wadah perkumpulan mahasiswa dan dosen yang berasal dari daerah jawa barat dan sekitarnya. Perkumpulan dosen sejauh ini masih berupa grup whatsApp, karena begitu sibuknya peran dosen di kampus sehingga begitu sulit untuk pernah berkumpul selain hanya sekedar bertegur sapa.
Disisi lain mengapa mengambil nama aliansi? kok tidak perkumpulan, ikatan, forum atau bahkan organisasi?. Jawabnya ialah, Aliansi itu sendiri ialah hubungan antara dua kelompok menjadi satu yang bertujuan untuk menjalankan kegiatan menjadi lebih baik lagi karena adanya kerjasama. Disisi lain kami ingin berbeda dengan perkumpulan mahasiswa lain. Atau memiliki ciri khas tersendiri.
..
Al Jabar berdiri pada 14 Juni 2016 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1437 H. Setelah berdiri al Jabar memiliki beberapa kegiatan dan diantara yang berjalan yaitu diskusi dan sharing pengalaman. Hingga 20 september 2016 di mana namanya dulu bukan al jabar melainkan KBM jabar. Secara singkatan sulit untuk di pahami dan akhirnya atas usul salah satu teman maka nama itu di ubah menjadi aljabar.
..
Aliansi ini terlahir karena peristiwa yang memprihatinkan yaitu bencana banjir bandang yang menerjang Kota Garut Jawa barat. Yang tentunya menelan korban jiwa sampai puluhan orang meninggal dan harta benda hilang. Nah dari peristiwa itu aljabar lahir. Karena kami merasa memiliki empati terhadap saudara-saudara kami di garut itu maka secara tertib birokrasi aljabar yang dari sebuah perkumpulan biasa, akhirnya menjadi sebuah aliansi yang tentunya perkumpulanya di formalitaskan dalam sebuah organisasi kecil. Sebenarnya lahirnya aljabar pada momen bencana alam itu tidak bermaksud apa-apa. Cuma ada beberapa hal dimana kita ingin mengaplikasikan bahwa mahasiswa adalah orang yang peka intektual dan sosial maka kami menginginkan bentuk realnya. Dan pada saaat itu sebuah perkumpulan sangat di butuhkan untuk di bentuk karena perkumpulan itu manfaatnya besar salah satunya adalah sebuah persaudaraan dimana berbeda desa, daerah, namun di satukan dalam sebuah wadah yang sama. Ketiga perkumpulan itu sebagi sebuah spirit bahwa kita adalah orang rantau yang tentunya memiliki misi utama yaitu menjadi sarjana mabrur.. untuk itu kami mencoba untuk berperan aktif dalam dan luar kampus.
..
Untuk anggotanya pun sebenarnya masih sedikit masih ada 20 orang yang terdiri dari kota cianjur, majalengka, ciamis, sukabumi, karawang, tangerang banten, cirebon dan masih di dominasi oleh orang dari indramayu. Dan kebetulan untuk periode yang pertama ini para sesepuh menyematkan ketua umumnya pada Siti Musalimatus Saadah jurusan ekonomi syariah dari Indramayu. Dan kini penerusnya ialah saudara Mar'iSyam jurusan HTNI juga dari Indramayu.
..
Sekarang aljabar mengalami perkembangan yang lumayan, setelah sekian lama vakum. Sekarang sudah ada diskusi rutinan dan insya allah sebentar lagi akan di perkenalkan pada khalayak seputar kebudaanya. Lambat laun perkumpulan ini memiliki salam yang menyatukan semua yaitu salam aljabar #salam kahiji. Salam tersebut berasal dari spirit jargon pada acara PON ke XVIII di Bandung jawabarat dan jawabarat mendapat juara umum. Dan itulah yang menjadi semangat kami disini.
..
#Salam_Kahiji
#Salam _Budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Catatan Lomba Esai Milad Formasik ke-14 II

Woko Utoro Dalam setiap perlombaan apapun itu pasti ada komentar atau catatan khusus dari dewan juri. Tak terkecuali dalam perlombaan menulis dan catatan tersebut dalam rangka merawat kembali motivasi, memberi support dan mendorong untuk belajar serta jangan berpuas diri.  Adapun catatan dalam perlombaan esai Milad Formasik 14 ini yaitu : Secara global tulisan mayoritas peserta itu sudah bagus. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Terutama soal ketentuan yang ditetapkan oleh panitia. Rerata peserta mungkin lupa atau saking exited nya sampai ada beberapa yang typo atau kurang memperhatikan tanda baca, paragraf yang gemuk, penggunaan rujukan yang kurang tepat dll. Ada yang menggunakan doble rujukan sama seperti ibid dan op. cit dll.  Ada juga yang setiap paragrafnya langsung berisi "dapat diambil kesimpulan". Kata-kata kesimpulan lebih baik dihindari kecuali menjadi bagian akhir tulisan. Selanjutnya ada juga yang antar paragraf nya kurang sinkron. Se...

Catatan Lomba Esai Milad Formasik ke-14 I

Woko Utoro Senang dan bahagia saya kembali diminta menjadi juri dalam perlombaan esai. Kebetulan lomba esai tersebut dalam rangka menyambut Milad Formasik ke-14 tahun. Waktu memang bergulir begitu cepat tapi inovasi, kreasi dan produktivitas harus juga dilestarikan. Maka lomba esai ini merupakan tradisi akademik yang perlu terus dijaga nyala apinya.  Perasaan senang saya tentu ada banyak hal yang melatarbelakangi. Setidaknya selain jumlah peserta yang makin meningkat juga tak kalah kerennya tulisan mereka begitu progresif. Saya tentu antusias untuk menilainya walaupun disergap kebingungan karena terlalu banyak tulisan yang bagus. Setidaknya hal tersebut membuat dahaga ekspektasi saya terobati. Karena dulu saat saya masih kuliah mencari esais itu tidak mudah. Dulu para esais mengikuti lomba masih terhitung jari bahkan membuat acara lomba esai saja belum bisa terlaksana. Baru di era ini kegiatan lomba esai terselenggara dengan baik.  Mungkin ke depannya lomba kepenul...