Langsung ke konten utama
Shalat VI (habis)
..
Bang Woks
Shalat telah membawa realitas menuju dimensi yang tak terbatas. Sebuah hal yang telah melukiskan kisahnya tersendiri. Sudah banyak yang telah merasakan betapa dahsatnya shalat. Shalat telah menjadikan manusia tersadar akan tujuan hidupnya. Tujuan yang sejatinya benar-benar di prioritaskan. Sepanjang itu shalat menjadi tameng kerinduan sekaligus tempat berserah yang efektif bagi para pencari sejati. Walaupun sebuah pengingkaran tetap ada, akan tetapi shalat akan tetap relevan sepanjang masa.
..
Banyak sekali kisah mengenai shalat, yang mungkin telah kita dengar sejak di diniyah dulu, seperti, Ketika nabi di mirajkan oleh Allah beliau di hadapkan dengan beberapa fragmen yg mengerikan ada yang di bakar, di tindih dll. Dan semua kejadian itu dikarenakan tidak shalat. Betapa mengerikanya sehingga nabi menitikan air mata, karena kejadian itu akan di alami oleh umatnya kelak. Sehingga ketika nabi akan wafat, beliau selalu menyebut-nyebut umatnya.
Dari sisi yang mengerikan juga terselip kisah yang bisa menjadikan kita termotivasi salah satunya ketika nabi menghadap Allah swt nabi mendengar suara bakiak Bilal dari syurga. Lalu nabi bertanya padanya, "apakah gerangan yang membuatmu istimewa wahai bilal, sehingga suara sandalmu bisa terdengar di syurga", bilal pun menjawab "aku melanggengkan wudhu dan shalat dua rakaat sesudah wudhu, ya rasulallah". Sungguh itulah balasanmu wahai bilal, pungkas Rasulullah.
..
Khusyu dan mencari keutamaan shalat amatlah penting, namun yang paling penting dari itu ialah dapat mempraktikan ajaran shalat dalam masyarakat. Tentunya bukan sebuah ritual semata. Berkaitan dengan fadhilah shalat, dalam Islam agar shalat mencapai nilai yang utama bisa di rekomendasikan untuk shalat di 3 masjid pilihan yang mana di masjid tersebut memiliki fadhilah yang sangat besar. Dalam beberapa riwayat yaitu, “Janganlah kalian menempuh perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), masjid Al Haram, dan masjid Al Aqsha” (HR. Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 1397). Atau dalam konteks masjid yang terdekat di antara kamu.
..
Berkaitan dengan itu ada orang Indonesia yang dulu pernah menjuarai MTQ Internasional dan hadiahnya ialah di perbolehkan shalat di dalam ka'bah, dan beliau adalah KH Muammar ZA. Seorang Qori yang suaranya selalu menghiasi jagat masjid/mushala kita. Sungguh barokah para pemulia al Quran dan meneguh agama Allah swt.
Saking nikmatnya shalat ketika usai perang imam Ali KW terkena tusukan pedang di bagian punggung dan dia mau di cabut dari tusukan itu pada saat shalat. Karena pada saat shalat rasa itu hilang seketika dan begitulah shalat khusyu namanya. Shalat menjadi menenang, sehingga ketika seseorang emosi, marah, ghadab dan hal-hal semacamnya maka anjuran nabi adalah berwudhu lalu shalat.
..
Tentu telah banyak hal yang akan kita temui dalam shalat. Yang mana seperti tulisan di awal shalat telah menembus ruang dan waktu, merengkuh setiap jengkal kehidupan dan tentunya mencangkup dimensi yang universal mulai dari sosial menuju sesuatu yang bersifat teologis.
Pada akhir clossing dari tulisan ini, harapan penulis ialah, bahwa shalat adalah tiyang agama, bahwa shalat adalah kewajiban bagi yang berakal, bahwa shalat adalah ungkapan rasa syukur, sebuah tameng do'a, sebuah wadah amal, sebuah bentuk kepasrahan, sebuah pengakuan rendah diri, ritual yang membedakan dengan umat yang lain, seni kehidupan, metode sangkan paran, sarana terapi jiwa dan masih banyak lagi lainya.
"Jangan pernah tinggalkan shalat, karena ada milyaran orang di alam kubur minta di bangkitkan kembali hanya ingin mengulangi hidup agar ia menunaikan shalat".
Semoga Allah swt memperkenankan kita mati dalam keadaan yang terbaik, keadaan yang Allah ridhoi. Amiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Catatan Lomba Esai Milad Formasik ke-14 II

Woko Utoro Dalam setiap perlombaan apapun itu pasti ada komentar atau catatan khusus dari dewan juri. Tak terkecuali dalam perlombaan menulis dan catatan tersebut dalam rangka merawat kembali motivasi, memberi support dan mendorong untuk belajar serta jangan berpuas diri.  Adapun catatan dalam perlombaan esai Milad Formasik 14 ini yaitu : Secara global tulisan mayoritas peserta itu sudah bagus. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Terutama soal ketentuan yang ditetapkan oleh panitia. Rerata peserta mungkin lupa atau saking exited nya sampai ada beberapa yang typo atau kurang memperhatikan tanda baca, paragraf yang gemuk, penggunaan rujukan yang kurang tepat dll. Ada yang menggunakan doble rujukan sama seperti ibid dan op. cit dll.  Ada juga yang setiap paragrafnya langsung berisi "dapat diambil kesimpulan". Kata-kata kesimpulan lebih baik dihindari kecuali menjadi bagian akhir tulisan. Selanjutnya ada juga yang antar paragraf nya kurang sinkron. Se...

Catatan Lomba Esai Milad Formasik ke-14 I

Woko Utoro Senang dan bahagia saya kembali diminta menjadi juri dalam perlombaan esai. Kebetulan lomba esai tersebut dalam rangka menyambut Milad Formasik ke-14 tahun. Waktu memang bergulir begitu cepat tapi inovasi, kreasi dan produktivitas harus juga dilestarikan. Maka lomba esai ini merupakan tradisi akademik yang perlu terus dijaga nyala apinya.  Perasaan senang saya tentu ada banyak hal yang melatarbelakangi. Setidaknya selain jumlah peserta yang makin meningkat juga tak kalah kerennya tulisan mereka begitu progresif. Saya tentu antusias untuk menilainya walaupun disergap kebingungan karena terlalu banyak tulisan yang bagus. Setidaknya hal tersebut membuat dahaga ekspektasi saya terobati. Karena dulu saat saya masih kuliah mencari esais itu tidak mudah. Dulu para esais mengikuti lomba masih terhitung jari bahkan membuat acara lomba esai saja belum bisa terlaksana. Baru di era ini kegiatan lomba esai terselenggara dengan baik.  Mungkin ke depannya lomba kepenul...