Langsung ke konten utama
Rindu Menurutku
..
Bang Woks
Rindu itu pemberian, sehingga janganlah kau tolak pemberian itu. Rindu itu panggilan alam, sehingga terimalah kealamianya.
Rindu itu tercecer sehingga saat-saat hari rayalah saat dimana kita memungutnya.
Rindu itu halus, lembut lagi menelisik, hingga tak terasa bahwa rasa itu terpendam di dalam hati dan akan muncul jika tiba saatnya.
Rindu itu misteri, sehingga tanpa di sadari siulan seruling berbunyi tanpa harus bersusah payah angin ikut memeluknya.
Rindu itu seperti getar-getar dalam vibrasi frekuensi pada gelombang radio, ada suara tanpa rupa, tapi jiwa ini benar-benar berdendang di buatnya.
Rindu itu airmata jika benar-benar tak kuasa aku penuhi janji terhadapnya.
Rindu itu indah, seindah wajahmu pagi dan kemarin sore.
Rindu itu adalah harapan yang segera untuk di penuhi.
Rindu itu obat, jika sakit itu virus rindu maka pertemuan adalah obatnya rindu.
Rindu itu bukan narasi, tapi soal rasa yang ternyata selama ini bersemayam dalam sirr dan qolbu.
Rindu itu langka, hanya para perindulah yang mampu mendapatkanya.
Rindu itu tak melihat jarak dan waktu, tapi melihat segala memori kenangan yang tersimpan rapih dalam angan dan sanubari.
Rindu itu tidak di beli juga tidak pula di ciptakan, tapi teraliri layaknya air merindukan muara untuk berlabuh.
Rindu yang paling sederhana adalah mengingat masa kecil.
Rindu yang paling agung adalah bersua Nabi dan Tuhanya.
Rindu itu???
Rayakan
Ingatkan
Nasehati
Doakan
Usahakan
..
Rindu itu tak kuasa ku tulis semua. Karena, saking rindunya tulisan itu membuatku fana dan baqa.
Salam untuk para perindu kekasih. Hehe
#Salam_Budaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bocil FF Belajar Ziarah

Woko Utoro Beberapa hari lalu saya berkesempatan kembali untuk mengunjungi Maqbarah Tebuireng. Dari banyak pertemuan saya ziarah ke sana ada pemandangan berbeda kali ini. Saya melihat rombongan peziarah yang tak biasa yaitu anak-anak TK atau RA. Pemandangan indah itu membuat saya bergumam dalam hati, "Kalau ini mah bukan bocil kematian tapi bocil luar biasa, sholeh sholehah". Sebagai seorang sarjana kuburan (sarkub) dan pengamat ziarah tentu saya merasa senang dengan pemandangan tersebut. Entah bagaimana yang jelas para bocil berziarah adalah sesuatu yang unik. Jika selama ini dominasi peziarah adalah orang dewasa maka zairin bocil FF adalah angin segar khususnya bagi keberagamaan. Lebih lagi bagi jamiyyah NU yang selama ini setia dengan tradisi ziarah kubur. Saya melihat seperti ada trend baru terkhusus bagi peziarah di kalangan siswa sekolah. Jika santri di pesantren ziarah itu hal biasa. Tapi kini siswa sekolah pun turut andil dalam tradisi kirim doa dan ingat mati itu. Wa...

Catatan Lomba Esai Milad Formasik ke-14 II

Woko Utoro Dalam setiap perlombaan apapun itu pasti ada komentar atau catatan khusus dari dewan juri. Tak terkecuali dalam perlombaan menulis dan catatan tersebut dalam rangka merawat kembali motivasi, memberi support dan mendorong untuk belajar serta jangan berpuas diri.  Adapun catatan dalam perlombaan esai Milad Formasik 14 ini yaitu : Secara global tulisan mayoritas peserta itu sudah bagus. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Terutama soal ketentuan yang ditetapkan oleh panitia. Rerata peserta mungkin lupa atau saking exited nya sampai ada beberapa yang typo atau kurang memperhatikan tanda baca, paragraf yang gemuk, penggunaan rujukan yang kurang tepat dll. Ada yang menggunakan doble rujukan sama seperti ibid dan op. cit dll.  Ada juga yang setiap paragrafnya langsung berisi "dapat diambil kesimpulan". Kata-kata kesimpulan lebih baik dihindari kecuali menjadi bagian akhir tulisan. Selanjutnya ada juga yang antar paragraf nya kurang sinkron. Se...

Catatan Lomba Esai Milad Formasik ke-14 I

Woko Utoro Senang dan bahagia saya kembali diminta menjadi juri dalam perlombaan esai. Kebetulan lomba esai tersebut dalam rangka menyambut Milad Formasik ke-14 tahun. Waktu memang bergulir begitu cepat tapi inovasi, kreasi dan produktivitas harus juga dilestarikan. Maka lomba esai ini merupakan tradisi akademik yang perlu terus dijaga nyala apinya.  Perasaan senang saya tentu ada banyak hal yang melatarbelakangi. Setidaknya selain jumlah peserta yang makin meningkat juga tak kalah kerennya tulisan mereka begitu progresif. Saya tentu antusias untuk menilainya walaupun disergap kebingungan karena terlalu banyak tulisan yang bagus. Setidaknya hal tersebut membuat dahaga ekspektasi saya terobati. Karena dulu saat saya masih kuliah mencari esais itu tidak mudah. Dulu para esais mengikuti lomba masih terhitung jari bahkan membuat acara lomba esai saja belum bisa terlaksana. Baru di era ini kegiatan lomba esai terselenggara dengan baik.  Mungkin ke depannya lomba kepenul...